Masuk Bisnis Batu Bara, MEJA Bakal Akuisisi 45 Persen Saham Trimata Coal Perkasa
Ilustrasi tambang.(PIXABAY/MARTINA JANOCHOVA)
12:32
10 Februari 2026

Masuk Bisnis Batu Bara, MEJA Bakal Akuisisi 45 Persen Saham Trimata Coal Perkasa

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai membuka arah bisnis baru setelah masuknya pemegang saham pengendali (PSP), PT Triple Berkah Bersama (Triple B).

Perseroan pun mengungkapkan rencana akuisisi di sektor batu bara melalui pengambilalihan 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP).

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, menjelaskan rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian Jual Beli Bersyarat tertanggal 22 Desember 2025 antara PSP MEJA dan PSP TCP.

“Akuisisi dirancang tanpa penggunaan kas Perseroan, melainkan melalui mekanisme share swap atau metode lain yang tidak membebani likuiditas MEJA,” ujar Richie dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Efisiensi Energi Jadi Kunci Transformasi Operasi Tambang Batu Bara

Triple B juga telah menyampaikan sejumlah informasi material kepada perseroan, mulai dari rencana operasional penambangan TCP pada 2026, target produksi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga proyeksi potensi ekonomi tambang.

Sebagai bagian dari proses akuisisi, MEJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan penambahan modal.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Triple B Noprian Fadli mengungkapkan bahwa TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang.

Kontraktor tersebut akan mengelola kegiatan eksploitasi batu bara di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Baca juga: IHSG Masih Tertekan, Saatnya Investor Balik ke Emiten Fundamental?

Target produksi TCP pada 2026 ditetapkan sebesar 1,5 juta ton, dengan Agro Energy Trading Pte. Ltd. sebagai pembeli siaga.

Aset tambang TCP diklaim sebagai konsesi batu bara skala besar dengan luas sekitar 11.640 hektare.

Karakteristik lapisan batu bara (seam) yang tebal, metode penambangan open pit, serta kondisi geologi yang ekonomis dinilai mendukung operasi jangka panjang dengan kapasitas produksi tinggi.

Berdasarkan laporan JORC yang disusun konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP memiliki estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton.

Dengan estimasi laba sebelum pajak sebesar 7-10 dollar AS per ton, serta rencana produksi awal 1,5 juta ton pada 2026 yang meningkat 500.000 ton per tahun hingga 2031, enterprise value TCP diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,49 triliun.

Tag:  #masuk #bisnis #batu #bara #meja #bakal #akuisisi #persen #saham #trimata #coal #perkasa

KOMENTAR