Alasan Man City Tetap Belanja 9,3 Triliun dalam Satu Tahun di Era PSR
- Manchester City kembali menegaskan kekuatan finansial mereka di tengah ketatnya aturan Profit and Sustainability Rules (PSR).
Sejak 1 Januari 2025, kubu The Sky Blues merekrut 14 pemain dengan total nilai sekitar 414 juta poundsterling, atau setara Rp 9,37 triliun.
Belanja besar tersebut menandai perombakan menyeluruh skuad setelah musim lalu Manchester City gagal meraih trofi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun di bawah asuhan Pep Guardiola.
Dalam laporan keuangan terbaru hingga tahun buku yang berakhir Juni 2025, Manchester City mencatat total pendapatan sebesar 694 juta poundsterling, atau sekitar Rp 15,70 triliun, menjadikannya tertinggi ketiga sepanjang sejarah klub.
Di tengah banyak klub Premier League yang terhambat oleh PSR, City justru dinilai memiliki fleksibilitas besar.
“City berada dalam posisi finansial yang sangat kuat sejauh menyangkut PSR,” ujar pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire kepada BBC Sport.
“Mereka membukukan keuntungan sebesar 144 juta pound dalam tiga tahun terakhir, sementara klub diperbolehkan merugi hingga 105 juta pound.”
Angka keuntungan tersebut setara dengan sekitar Rp 3,26 triliun, memperkuat ruang belanja klub di bursa transfer.
“Tagihan gaji mereka juga mulai menurun karena beberapa pemain dengan gaji besar telah meninggalkan klub,” kata Maguire.
Strategi Jual Pemain yang Menguntungkan
Selain belanja besar, City dinilai sangat efektif dalam menjual pemain—sebuah aspek yang disebut sering luput dari perhatian publik.
“Apa yang dilakukan City dengan sangat baik, dan sering tidak disadari, adalah menjual pemain secara sangat sukses,” ujar Maguire.
“Dalam tiga tahun terakhir, mereka menghasilkan keuntungan 350 juta pound dari penjualan pemain.”
Nilai tersebut setara sekitar Rp 7,92 triliun. Salah satu contoh yang disorot adalah penjualan Cole Palmer ke Chelsea.
“Mereka menjual Cole Palmer ke Chelsea seharga 40 juta pound, yang berarti sekitar Rp 905 miliar. Karena dia pemain akademi, itu murni keuntungan,” jelas Maguire.
“City membelanjakan lebih banyak dari kebanyakan klub, tetapi juga menghasilkan lebih banyak. Itu sangat menguntungkan bagi mereka.”
Era Baru Guardiola dan Daftar Transfer
Manajer Pep Guardiola kini bekerja dengan skuad dan staf pelatih yang hampir sepenuhnya baru.
Kepergian pemain-pemain senior seperti Kevin de Bruyne, Ederson, Ilkay Gundogan, Kyle Walker, dan Jack Grealish turut menurunkan rata-rata usia serta beban gaji tim.
Momen selebrasi gol Antoine Semenyo dalam laga leg pertama semifinal Piala Liga Inggris atau Carabao Cup 2025-2026 Newcastle vs Man City di Stadion St James' Park, 13 Januari 2026.
Pada Januari 2026, City kembali aktif dengan merekrut Antoine Semenyo dari Bournemouth senilai 64 juta pound, atau sekitar Rp 1,45 triliun.
Rekrutan Manchester City dalam 12 bulan terakhir (dengan konversi rupiah):
Januari 2025 – £176,1 juta (± Rp 3,98 triliun)
- Abdukodir Khusanov (Lens) £33,5 juta (± Rp 758 miliar)
- Vitor Reis (Palmeiras) £29,6 juta (± Rp 670 miliar)
- Omar Marmoush (Eintracht Frankfurt) £63,2 juta (± Rp 1,43 triliun)
- Nico Gonzalez (Porto) £50 juta (± Rp 1,13 triliun)
- Christian McFarlane (New York City) – tidak diungkap
- Juma Bah (Real Valladolid) – tidak diungkap
Musim Panas 2025 – £185,8 juta (± Rp 4,20 triliun)
- Tijjani Reijnders (AC Milan) £46,3 juta (± Rp 1,05 triliun)
- Rayan Ait-Nouri (Wolves) £36 juta (± Rp 814 miliar)
- Marcus Bettinelli (Chelsea) – tidak diungkap
- Rayan Cherki (Lyon) £34 juta (± Rp 769 miliar)
- Sverre Nypan (Rosenborg) £12,5 juta (± Rp 283 miliar)
- James Trafford (Burnley) £31 juta (± Rp 701 miliar)
- Gianluigi Donnarumma (PSG) £26 juta (± Rp 588 miliar)
Januari 2026 – £64 juta (± Rp 1,45 triliun)
- Antoine Semenyo (Bournemouth)
Tag: #alasan #city #tetap #belanja #triliun #dalam #satu #tahun