Uji Rudal Hipersonik Korut: Kim Jong Un Beri Pesan Tersirat atas Invasi AS ke Venezuela
Korea Utara melakukan uji tembak rudal jelajah strategis jarak jauh ke Laut Barat pada Minggu (28/12). (Korean Central News Agency-Yonhap)
19:45
6 Januari 2026

Uji Rudal Hipersonik Korut: Kim Jong Un Beri Pesan Tersirat atas Invasi AS ke Venezuela

 

 

- Korea Utara (Korut) kembali memanaskan tensi keamanan kawasan Asia Timur. Pada Minggu (4/1), negara itu menguji coba rudal hipersonik yang dilaporkan mampu menghantam sasaran hingga jarak 1.000 kilometer di perairan lepas pantai timurnya.

Uji coba tersebut dikonfirmasi oleh media resmi Korut, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pada Senin. Yang menjadi sorotan, pemimpin tertinggi Korut Kim Jong Un disebut memimpin langsung uji peluncuran rudal dari Pyongyang ke arah timur laut.

Kehadiran Kim di lokasi peluncuran menegaskan betapa pentingnya uji coba ini dalam strategi militer Pyongyang.
“Merupakan tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal,” ujar Kim Jong Un seperti dikutip KCNA.

Menurut Kim, uji coba tersebut tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi persenjataan Korut, tetapi juga mencerminkan kesiapan penuh kekuatan nuklir negara itu. Ia menilai kemampuan tersebut memberi 'kepercayaan diri' dan membuktikan kesiapan militer Korut 'tanpa penyesalan' dalam menghadapi potensi ancaman.

Sementara itu, Jepang turut memantau ketat aktivitas militer Korut. Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan sedikitnya dua rudal balistik diluncurkan dari wilayah pantai barat Korut pada Minggu pagi sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat.

Kedua rudal tersebut mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer dan masing-masing menempuh jarak sekitar 900 kilometer dan 950 kilometer. Pemerintah Jepang menyebut rudal-rudal itu diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, sehingga tidak menimbulkan kerusakan langsung di wilayahnya.

Meski demikian, peluncuran tersebut tetap memicu kekhawatiran. Jepang menilai uji coba rudal, terlebih dengan teknologi hipersonik, berpotensi mengganggu stabilitas keamanan regional karena sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.

Dalam pernyataannya, Kim Jong Un juga meminta militer Korut untuk terus meningkatkan kemampuan persenjataan, khususnya sistem senjata ofensif. Ia menekankan pentingnya membuat 'para pesaing' terus-menerus menyadari kesiapsiagaan militer Korut.

“Upaya untuk membuat pihak lawan berulang kali menyadari kesiapsiagaan sarana ofensif adalah cara yang penting dan efektif untuk menerapkan daya tangkal perang,” kata Kim.

Kim juga menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjadikan 'daya tangkal perang nuklir' Korut berada pada tingkat yang semakin maju. Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa Pyongyang belum menunjukkan niat untuk menahan laju pengembangan senjata strategisnya, meski tekanan internasional terus meningkat.

Menariknya, Kim secara tersirat mengaitkan pengembangan senjata nuklir Korut dengan dinamika geopolitik global. Ia menyinggung peristiwa internasional terbaru, termasuk penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat, sebagai alasan mengapa Korut merasa perlu memiliki kekuatan nuklir yang solid.

“Mengapa hal itu [senjata nuklir] diperlukan, dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit,” ujar Kim, menurut KCNA.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri Korut pada Minggu mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Pyongyang menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran kedaulatan yang paling serius dan pelanggaran sewenang-wenang terhadap Piagam PBB serta hukum internasional.

Serangan itu, menurut Korut, menegaskan sifat liar dan brutal Amerika Serikat.
Di sisi lain, sejumlah media Korea Selatan menilai peluncuran rudal ini juga sarat pesan politik regional.

Uji coba tersebut disebut sebagai peringatan kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung agar tidak mengangkat isu program nuklir Korut dalam pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada Senin.

Sebagai catatan, dalam parade militer di Pyongyang pada Oktober lalu, Korut sempat memamerkan rudal balistik jarak pendek Hwasong-11 yang dipersenjatai hulu ledak hipersonik. Pameran itu kini dinilai sebagai sinyal awal dari uji coba yang benar-benar diwujudkan pada awal tahun ini.

Uji rudal hipersonik terbaru Korut kembali menegaskan bahwa isu nuklir dan persenjataan strategis Pyongyang masih menjadi tantangan besar bagi stabilitas keamanan kawasan dan diplomasi internasional.

 

Editor: Kuswandi

Tag:  #rudal #hipersonik #korut #jong #beri #pesan #tersirat #atas #invasi #venezuela

KOMENTAR