Ukraina Butuh Rp 9,8 Kuadriliun untuk Membangun Kembali Negaranya
- Ukraina diperkirakan membutuhkan dana fantastis mencapai 588 miliar dollar AS atau setara Rp 9,8 kuadriliun untuk memulihkan negara dari kehancuran akibat invasi Rusia.
Angka itu hampir tiga kali lipat dari output ekonomi tahunan negara tersebut, demikian menurut laporan Bank Dunia dan lembaga-lembaga lainnya pada Senin (23/2/2026).
Berdasarkan laporan bersama Bank Dunia, pemerintah Ukraina, PBB, dan Komisi Eropa yang dirilis Senin (23/2/2026), total biaya pemulihan ini setara dengan hampir tiga kali lipat produk domestik bruto (PDB) tahunan Ukraina.
Estimasi terbaru ini melonjak 12 persen dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Zelensky Sakit Hati Lihat Trump Terlalu Baik pada Putin, Ingatkan Perang Rusia-Ukraina
Lonjakan estimasi akibat serang Rusia makin intens
Dikutip dari AFP, Senin, kenaikan tersebut dipicu oleh intensitas serangan Rusia yang menyasar infrastruktur energi di tengah musim dingin, yang menyebabkan jutaan warga kehilangan akses listrik dan pemanas.
Selama empat tahun konflik, ekonomi Ukraina telah luluh lantak, kota-kota rata dengan tanah, dan jutaan orang terpaksa mengungsi.
Meski sekutu Barat terus mengucurkan bantuan, sebagian besar dana tersebut harus dialokasikan untuk membiayai operasional perang serta menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak kolaps.
Baca juga: 1.000 Warga Kenya Direkrut Rusia Perang ke Ukraina, Sebagian Besar Tertipu
Angka tersebut dihitung berdasarkan penilaian kerusakan yang terjadi hingga 31 Desember 2025.
Sejak itu, Rusia telah melancarkan serangan yang lebih dahsyat terhadap jaringan energi Ukraina, termasuk gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak yang telah menghancurkan beberapa pembangkit listrik sepenuhnya.
"Kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi terus meningkat dan sekarang diperkirakan mencapai 588 miliar dollar AS selama 10 tahun ke depan, setara dengan hampir tiga kali lipat PDB Ukraina tahun 2025," demikian bunyi laporan itu.
Laporan tersebut menyebutkan, satu dari tujuh rumah di Ukraina telah rusak atau hancur akibat perang.
Baca juga: 3 Putaran Berunding, Rusia-Ukraina Masih Gagal Capai Perdamaian
Sektor transportasi dan energi paling terpukul
Personel darurat dan penyelamat bersama petugas medis menyingkirkan puing-puing bangunan Rumah Sakit Anak Ohmatdyt yang hancur akibat serangan rudal Rusia di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada 8 Juli 2024.
Biaya rekonstruksi tertinggi berada di sektor transportasi, diperkirakan mencapai 96 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,6 kuadriliun, diikuti oleh sektor energi dan perumahan masing-masing sekitar 90 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,5 kuadriliun.
Pembersihan puing dan manajemen bahaya bahan peledak, akan membutuhkan dana sebesar 28 miliar dollar AS atau sekitar Rp 471 triliun.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Donetsk dan Kharkiv yang berada di garis depan akan membutuhkan investasi terbesar, sementara ibu kota Kyiv akan membutuhkan lebih dari 15 miliar dollar AS (sekitar Rp 252 triliun) untuk pulih.
Sekutu Barat Ukraina telah mengalokasikan lebih dari 400 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6,7 kuadriliun dalam bentuk bantuan keuangan, militer, dan kemanusiaan kepada sejak invasi Rusia, menurut data dari Institut Kiel yang berbasis di Jerman.
Pinjaman Uni Eropa yang direncanakan sebesar 106 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,7 kuadriliun sebagian besar akan dialokasikan untuk menutupi pengeluaran militer Ukraina, sementara sisanya akan digunakan untuk dukungan anggaran umum.
Tag: #ukraina #butuh #kuadriliun #untuk #membangun #kembali #negaranya