Benfica Protes Skors UEFA terhadap Prestianni Jelang Duel Real Madrid
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
23:54
23 Februari 2026

Benfica Protes Skors UEFA terhadap Prestianni Jelang Duel Real Madrid

– Benfica melayangkan protes terhadap keputusan UEFA yang menjatuhkan skors sementara satu pertandingan kepada Gianluca Prestianni.

Sanksi tersebut membuat pemain berusia 20 tahun itu akan absen dalam laga leg kedua playoff Liga Champions Real Madrid vs Benfica, Rabu (25/2/2026) atau Kamis dini hari WIB.

Real Madrid memegang keunggulan agregat 1-0 berkat gol tunggal Vinicius Junior yang memicu insiden rasialisme kepada sang penyerang asal Brasil ini dari Prrestianni.

Raksasa Portugal itu menyatakan akan mengajukan banding meski mengakui kecil kemungkinan keputusan dapat berubah sebelum pertandingan.

Benfica Kecewa Kehilangan Pemain

Dalam pernyataan resminya, Benfica mengungkapkan penyesalan atas keputusan UEFA yang dijatuhkan sebelum proses investigasi selesai.

“Klub menyesalkan kehilangan pemain ketika proses masih berjalan dan akan mengajukan banding terhadap keputusan UEFA, meskipun tenggat waktu membuat hal itu kemungkinan tidak berdampak pada leg kedua,” demikian pernyataan Benfica.

Baca juga: Kompany Kritik Mourinho soal Kasus Vinicius: Tak Bisa Diterima

Prestianni sebelumnya dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior pada leg pertama di Lisbon.

Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berbicara dengan pelatih kepala SL Benfica, Jose Mourinho, setelah mendengar hinaan rasis pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.AFP/FILIPE AMORIM Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berbicara dengan pelatih kepala SL Benfica, Jose Mourinho, setelah mendengar hinaan rasis pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

Insiden tersebut membuat pertandingan sempat dihentikan sekitar delapan menit setelah pemain Real Madrid itu melapor kepada wasit François Letexier.

UEFA kemudian membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran tersebut. Jika terbukti, hukuman minimal 10 pertandingan dapat dijatuhkan.

Prestianni sendiri membantah tuduhan tersebut.

Tegaskan Komitmen Lawan Rasisme

Dalam pernyataannya, Benfica juga menegaskan komitmen klub terhadap upaya melawan diskriminasi.

“Benfica menegaskan kembali komitmen kuat melawan segala bentuk rasisme atau diskriminasi, nilai yang menjadi bagian identitas sejarah klub serta tercermin dalam komunitas global, kegiatan yayasan, dan tokoh besar seperti Eusebio,” tulis klub.

Baca juga: Kondisi Ruang Ganti Real Madrid Usai Dugaan Rasis Vinicius Junior dari Pemain Benfica

Sementara itu, Real Madrid menyatakan telah bekerja sama dengan investigasi UEFA dan menyampaikan dukungan terhadap Vinicius.

UEFA disebut telah menerima sejumlah pernyataan tertulis dari pemain terkait insiden tersebut, termasuk dari Vinicius.

Leg kedua playoff Liga Champions antara kedua tim akan menjadi penentu langkah ke fase berikutnya, di tengah sorotan atas kasus yang masih dalam penyelidikan.

Tag:  #benfica #protes #skors #uefa #terhadap #prestianni #jelang #duel #real #madrid

KOMENTAR