Presiden Trump Desak Netflix Pecat Direksi Susan Rice
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Brady Press Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, 20 Februari 2026.(AFP/MANDEL NGAN)
19:06
23 Februari 2026

Presiden Trump Desak Netflix Pecat Direksi Susan Rice

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta agar Netflix segera memecat salah satu anggota dewan direksinya, Susan Rice.

Permintaan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

Trump menyebut Rice sebagai sosok yang tidak memiliki kemampuan dan hanya bermotif politik. Ia juga memperingatkan Netflix agar “membayar konsekuensinya” jika tidak segera mengambil tindakan.

Susan Rice sendiri merupakan anggota Partai Demokrat. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk PBB di bawah Presiden Barack Obama dan pernah menjabat sebagai pejabat tinggi kebijakan dalam negeri di era Presiden Joe Biden. 

Baca juga: Netflix Akuisisi Warner Bros Discovery Rp 1.200 Triliun

Susan Rice sebelumnya duduk di dewan direksi Netflix pada 2018 hingga 2021, lalu kembali bergabung pada 2023 hingga sekarang.

Donald Trump (kiri) menuntut agar Netflix memecat Susan Rice (kanan) dari dewan direksinya. Kevin Dietsch/Getty Images & Mario Tama/Getty Images Donald Trump (kiri) menuntut agar Netflix memecat Susan Rice (kanan) dari dewan direksinya.

Desakan Trump muncul setelah obrolan Rice dalam sebuah podcast. Di situ, Rice menyebut bahwa perusahaan, organisasi berita, dan firma hukum yang dinilai terlalu mengikuti atau “menunduk” pada Trump bisa menghadapi konsekuensi politik jika Partai Demokrat kembali berkuasa.

Kepada Preet Bharara, mantan jaksa federal Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, Rice menyebut kemungkinan akan terjadi perubahan arah politik.

Menurut dia, pihak pihak yang saat ini dianggap terlalu akomodatif terhadap Trump bisa berada dalam posisi sulit ketika kubu Demokrat menang dalam pemilu.

Rice juga memperingatkan bahwa jika perusahaan perusahaan tersebut mengira Partai Demokrat akan kembali berkuasa dan memaafkan begitu saja berbagai keputusan, termasuk pemecatan karyawan atau kebijakan yang dinilai melanggar prinsip dan hukum, maka mereka keliru.

Ia menegaskan bahwa akan ada pertanggungjawaban atas tindakan yang diambil saat ini.

Trump sendiri berasal dari kubu opisisi, yakni Partai Republik. Ia kembali terpilih sebagai Presiden AS ke-47 dengan masa jabatan 2025-2029.

Tak lama setelah komentar Susan Rice, Trump menulis cuitan di Truth Social. Ia menyebut Rice sebagai sosok yang menurutnya bersikap rasis dan terobsesi menyerangnya secara politik.

Trump juga menilai Rice tidak memiliki bakat maupun kemampuan, dan menyebutnya semata mata sebagai figur politik.

Baca juga: Stranger Things 5 Pecahkan Rekor Serial Netflix, Geser Wednesday

Ia menegaskan bahwa pengaruh Rice sudah hilang dan tidak akan kembali, serta mempertanyakan berapa besar bayaran yang diterima Rice dan untuk pekerjaan apa.

Di akhir pesannya, Trump menutup pernyataan tersebut dengan tanda tangan “Presiden DJT” merujuk pada nama lengkap Donald John Trump.

Berikut cuitan lengkap Presiden Trump di Truth Social:

"Netflix harus segera memecat Susan Rice yang rasis dan terobsesi pada Trump, SEGERA, atau menanggung konsekuensinya,” tulis Trump.

“Dia tidak punya bakat atau kemampuan, murni kaki tangan politik! KEKUASAANNYA SUDAH HILANG, DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI. Berapa banyak dia dibayar, dan untuk apa??? Terima kasih atas perhatian Anda untuk hal ini. Presiden DJT."

Trump menyertakan tangkapan layar dari unggahan sebelumnya dari aktivis sayap kanan dan sekutu Trump, Laura Loomer, yang mengatakan bahwa pernyataan Rice "anti-Amerika" dan mendesak presiden untuk "menghentikan merger Netflix-Warner Bros sekarang juga".

Netflix umumkan akan mengakuisisi Warner Bros Discovery dengan nilai transaksi sebesar 72 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 1.200 triliun. Reuters Netflix umumkan akan mengakuisisi Warner Bros Discovery dengan nilai transaksi sebesar 72 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 1.200 triliun.

Ini menguatkan penilian bahwa tekanan terhadap Netflix tidak terlepas dari proses akuisisi besar terhadap bisnis studio dan streaming milik Warner Bros Discovery (WBD).

Rencana akuisisi yang diumumkan pada awal Desember 2025 itu diketahui bernilai 72 miliar dollar AS atau setara Rp 1.211,4 triliun.

Proses akuisisi tersebut kini tengah ditinjau oleh Departemen Kehakiman AS untuk memastikan tidak melanggar aturan persaingan usaha alias tidak monopoli.

Pasalnya, dengan akuisisi ini, perusahaan streaming film yang didirikan oleh Reed Hastings pada 1997 akan memiliki akses ke semua layanan WBD, termasuk HBO dan HBO Max yang sebelumnya jadi kompetitor.

Baca juga: Netflix Rilis Real-time Voting, Penonton Bisa Kasih Nilai Langsung di Acara Kompetisi Bakat

Mereka juga punya akses ke banyak katalog waralaba (franchise) populer dan ikonik yang pernah dirilis WBD, mulai dari DC Universe, Harry Potter, Game of Thrones, The Sopranos, Friends, dan masih banyak lagi.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa Departemen Kehakiman akan menangani peninjauan akuisisi Netflix terhadap Warner Bros Discovery tersebut, meski ia juga sempat menyiratkan akan "ikut campur" dalam prosesnya.

Hingga kini, Netflix belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Trump. Namun perusahaan sebelumnya menegaskan bahwa mereka beroperasi di pasar yang sangat kompetitif dan siap bekerja sama dengan regulator, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC.

Tag:  #presiden #trump #desak #netflix #pecat #direksi #susan #rice

KOMENTAR