Orang yang Selalu Merasa Sangat Lelah Meski Tidur Cukup, Biasanya Diam-Diam Mengalami 5 Masalah Tersembunyi Ini Saat Tidur
Orang yang Selalu Merasa Sangat Lelah Meski Tidur Cukup, Biasanya Diam-Diam Mengalami 5 Masalah Tersembunyi Ini Saat Tidur (Tima Miroshnichenko | Canva)
15:46
23 Februari 2026

Orang yang Selalu Merasa Sangat Lelah Meski Tidur Cukup, Biasanya Diam-Diam Mengalami 5 Masalah Tersembunyi Ini Saat Tidur

 - Banyak orang merasa sudah melakukan segalanya dengan benar. Waktu tidur cukup, jam malam dijaga, bahkan durasi tidur mencapai delapan jam penuh.

 Namun anehnya, tubuh tetap terasa berat saat bangun, kepala pening, dan energi seolah habis bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.

 Kelelahan semacam ini sering dianggap wajar, padahal sebenarnya menyimpan pesan penting dari tubuh.

Menurut ulasan yang dipublikasikan oleh YourTango, rasa lelah kronis bukan terutama disebabkan oleh kurangnya waktu tidur, melainkan oleh apa yang terjadi selama tidur itu sendiri.

Ada gangguan-gangguan tersembunyi yang membuat tubuh gagal mendapatkan istirahat berkualitas, meskipun mata terpejam berjam-jam. Berikut lima masalah utama yang sering dialami tanpa disadari.

1.      Konsumsi alkohol sebelum tidur

Segelas anggur atau bir di malam hari kerap dianggap sebagai cara untuk bersantai. Namun alkohol justru mengganggu fase tidur terdalam di paruh kedua malam.

Tubuh memang tertidur lebih cepat, tetapi kualitas tidurnya menurun drastis. Akibatnya, otak dan tubuh gagal melakukan pemulihan optimal, membuat Anda bangun dalam kondisi lelah meski durasi tidur terasa cukup.

2. Penggunaan perlengkapan tidur yang tidak sesuai

Kasur yang buruk sering disalahkan, padahal seprai dan bahan selimut juga berperan besar. Kain sintetis seperti poliester dan nilon dapat menjebak panas dan mengganggu pengaturan suhu tubuh.

 Tanpa disadari, tubuh menjadi gelisah sepanjang malam. Serat alami seperti katun atau wol membantu menjaga suhu tetap stabil dan mendukung tidur yang lebih nyenyak.

3. Menderita apnea tidur tanpa disadari

Apnea tidur adalah gangguan serius yang menyebabkan napas terhenti berulang kali saat tidur.

Penderitanya sering mendengkur keras, bangun dengan sakit kepala, dan tetap merasa lelah di pagi hari.

 Meski terlihat tidur, tubuh sebenarnya berada dalam kondisi darurat semalaman. Banyak orang tidak menyadari kondisi ini hingga kelelahan menjadi semakin parah.

4. Asupan kafein yang masih aktif di tubuh

Kafein tidak langsung hilang dari tubuh. Konsumsi kopi atau minuman berkafein di sore atau malam hari dapat membuat otak tetap terstimulasi saat tubuh seharusnya beristirahat.

Akibatnya, tidur menjadi dangkal dan tidak menyegarkan, meskipun Anda tidak sepenuhnya terbangun di malam hari.

5. Kekhawatiran dan stres harian yang terbawa ke tempat tidur

Stres adalah musuh tersembunyi kualitas tidur. Pikiran yang terus aktif, kekhawatiran yang muncul saat kepala menyentuh bantal, dan ketegangan emosional membuat tubuh sulit masuk ke fase tidur pemulihan.

Tanpa disadari, malam menjadi waktu bagi otak untuk bekerja lebih keras, bukan beristirahat.

Kelelahan yang terus-menerus bukanlah sesuatu yang seharusnya diterima begitu saja. Tubuh selalu memberi sinyal ketika ada yang tidak seimbang.

Dengan mengenali gangguan-gangguan tersembunyi ini, tidur bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan proses pemulihan yang benar-benar memberi energi untuk menjalani hari dengan lebih ringan dan jernih.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #orang #yang #selalu #merasa #sangat #lelah #meski #tidur #cukup #biasanya #diam #diam #mengalami #masalah #tersembunyi #saat #tidur

KOMENTAR