Kerja Tanpa Kantor Fisik Mulai Dilirik, UMKM Ikut Menyesuaikan Pola Kerja Baru
ILUSTRASI UMKM kini banyak yang memilih menerapkan kerja tanpa kantor, tetap terkoordinasi namun lebih efisien biaya. (Freepik)
02:45
24 Februari 2026

Kerja Tanpa Kantor Fisik Mulai Dilirik, UMKM Ikut Menyesuaikan Pola Kerja Baru

— Transformasi pola kerja di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya adopsi teknologi digital dan perubahan preferensi tenaga kerja. Model kerja jarak jauh yang sebelumnya identik dengan perusahaan rintisan berbasis teknologi kini mulai merambah sektor usaha konvensional, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sistem kerja tanpa kantor fisik masih kerap dipandang berisiko karena dianggap menyulitkan koordinasi dan pengawasan. Namun sejumlah perusahaan mulai membuktikan bahwa dengan manajemen yang tepat, model kerja terdistribusi tetap mampu menjaga produktivitas sekaligus efisiensi biaya operasional.

Salah satu contohnya adalah CV Surakarta Herbal, perusahaan ritel herbal yang berbasis di Surakarta, Jawa Tengah. Sejak berdiri pada 2020, perusahaan ini telah menerapkan sistem kerja 100 persen remote tanpa memiliki kantor fisik.

Direktur CV Surakarta Herbal, M.Habibur Rohman, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan strategi bisnis sejak awal, bukan sekadar respons terhadap pandemi.

Menurutnya, model kerja ini memungkinkan perusahaan merekrut talenta dari berbagai daerah tanpa dibatasi lokasi geografis. Saat ini, anggota tim tersebar di sejumlah kota di Indonesia dan terhubung melalui sistem komunikasi digital yang terstruktur.

“Model kerja ini kami rancang untuk efisiensi sekaligus fleksibilitas. Tim dapat bekerja dari kota masing-masing dengan target dan sistem koordinasi yang jelas,” ujar Habibur.

Dari sisi operasional, sistem tanpa kantor fisik dinilai mampu menekan biaya overhead seperti sewa ruang kerja dan utilitas. Efisiensi tersebut kemudian dialokasikan untuk pengembangan produk serta peningkatan kualitas operasional perusahaan.

Meski demikian, penerapan sistem kerja jarak jauh tidak lepas dari tantangan, terutama dalam menjaga kekompakan dan budaya kerja tim. Untuk mengatasinya, perusahaan secara berkala mengadakan pertemuan tatap muka. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah company outing di kawasan Bromo, Malang, yang diikuti seluruh anggota tim.

Praktik yang dijalankan ini menjadi contoh bagaimana pelaku usaha kecil dan menengah dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk menjalankan operasional secara profesional tanpa bergantung pada infrastruktur fisik.

"Dengan sistem komunikasi yang tertata serta pembagian tugas yang jelas, model kerja terdistribusi dinilai tetap mampu menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #kerja #tanpa #kantor #fisik #mulai #dilirik #umkm #ikut #menyesuaikan #pola #kerja #baru

KOMENTAR