Jajan Sembarangan Bisa Melatih Imun Anak? Simak Penjelasan Dokter
- Lingkungan yang terlalu steril memang tidak optimal untuk perkembangan sistem imun anak. Interaksi dengan alam dan paparan mikroba yang beragam di awal kehidupan cenderung membangun sistem imun yang lebih kuat.
Kendati begitu, dokter spesialis anak Susanti Himawan mengatakan, membiarkan anak terpapar dengan mikroba yang beragam tidak bisa diartikan sebagai higienitas yang buruk.
“Memaparkan ke berbagai mikrobiota itu sangat baik untuk perkembangan imun tubuh setiap anak. Tapi, itu tidak sama dengan higienitas yang buruk," kata dr. Susanti dalam wawancara daring Rabu (28/1/2026).
Menurut dokter anak dari RS Primaya Kelapa Gading ini, paparan terhadap mikrobiota dan antigen yang dimaksud adalah kuman dan elemen lingkungan sehari-hari, seperti bermain di tanah, interkasi dengan hewan peliharaan, atau bermain ke taman.
Aktivitas semacam ini dinilai cukup untuk membantu tubuh mengenali berbagai antigen sehingga antibodi dapat terbentuk lebih baik.
Baca juga: Beda Keracunan dan Alergi Makanan pada Anak, Ini Kata IDAI
Paparan mikroba yang beragam membantu mengatur respons imun dan menurunkan risiko alergi, eksim, dan asma.
Makanan warung tidak selalu buruk
Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi, dr. Susanti Himawan, Sp.A, yang berpraktik di Primaya Hospital Kelapa Gading.
Mengenai konsumsi makanan, menurut dr.Susanti, kebersihan dan keamanan pangan harus tetap menjadi prioritas. Ia menyebutkan, makanan warung atau jajanan kaki lima boleh saja dikonsumsi oleh anak selama makanan itu mengandung gizi, diolah dengan bersih, serta tidak mengandung bahan berbahaya.
“Jadi, memaparkan mikrobiota itu memang baik. Tapi, tidak sama dengan higienitas yang buruk. Tetap harus dijaga higienitas,” kata dr. Susanti.
Baca juga: Anak di Atas 2 Tahun Tak Wajib Minum Susu, Ini Kata Dokter
Sementara itu, konsumsi snack ringan seperti keripik atau makanan kemasan lain di minimarket, minuman tinggi gula, sebaiknya dibatasi.
“Mungkin ada bahan pengawet, kadar natrium atau garam-garamnya juga tinggi, berisiko anaknya mengalami hipertensi,” tutur dia.
Selain itu, lebih baik orangtua aktif membuat jajanan sendiri karena bahan-bahan yang digunakan, serta cara mengolahnya, lebih terjamin kesehatan dan higienitasnya.
“Bikin kripik tempe sendiri kalau orangtuanya rajin. Lalu buah. Kalau mau lebih repot lagi, misalnya buat risol dan lain sebagainya. Itu malah lebih bergizi,” terang dr. Susanti.
Untuk jajanan pinggir jalan seperti telur gulung atau cilok, ia juga lebih menyarankan agar orangtua membuatnya sendiri guna memastikan kesehatan anak.
Ia menyoroti bahwa pada jajanan luar, orang tua tidak mengetahui kondisi minyak yang dipakai atau kemungkinan adanya tambahan bahan lain. Karena itu, memasak di rumah dinilai lebih aman sebagai langkah pencegahan.
“Kalau homemade, kita tahu bahannya, kualitasnya, cara pembuatannya. Masih mending orangtua masak sendiri di rumah,” pungkas dr. Susanti.
Baca juga: Risiko Diabetes Tipe 2 Lebih Tinggi dari Minuman Manis
Tag: #jajan #sembarangan #bisa #melatih #imun #anak #simak #penjelasan #dokter