Imbas Keos di Final Piala Afrika 2025, Pelatih Senegal Disanksi
Para pemain Senegal dan Maroko berhadapan dalam sebuah insiden di laga final Piala Afrika 2025. Pertandingan Senegal vs Maroko berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.(AFP/ABDEL MAJID BZIOUAT)
22:35
29 Januari 2026

Imbas Keos di Final Piala Afrika 2025, Pelatih Senegal Disanksi

- Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menjatuhkan sanksi berat kepada pelatih Senegal, Pape Thiaw, menyusul kekacauan pada laga final Piala Afrika 2025 antara Maroko vs Senegal.

Melansir BBC Sport, Kamis (29/1/2026), Pape Thiaw dilarang mendampingi Senegal selama lima pertandingan dan dikenai denda sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1 miliar.

CAF menilai Thiaw melakukan pelanggaran serius berupa "perilaku tidak sportif" dan dianggap telah "mencemarkan nama baik sepak bola".

Sanksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian hukuman disipliner dengan nilai total mendekati satu juta poundsterling.

Semua hukuman itu berkaitan langsung dengan insiden pada laga final Piala Afrika 2025 antara Senegal vs Maroko, yang berlangsung di Rabat pada 18 Januari 2026 lalu.

Baca juga: Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di 8 Besar Piala Asia Futsal 2026

Kronologi Kekacauan Final Senegal vs Maroko

Final Piala Afrika 2026 berjalan tegang sejak menit akhir. 

Situasi memanas terjadi di final Piala Afrika 2025 saat Maroko mendapat hadiah penalti pada masa tambahan waktu.

Keputusan wasit itu memicu reaksi keras dari kubu Senegal.

Beberapa saat sebelumnya, wasit Jean-Jacques Ndala sempat meniup peluit pelanggaran terhadap kapten Maroko, Achraf Hakimi.

Gelandang Senegal, Pape Gueye, merayakan golnya di samping bek Maroko, Achraf Hakimi, setelah pertandingan final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.AFP/SEBASTIEN BOZON Gelandang Senegal, Pape Gueye, merayakan golnya di samping bek Maroko, Achraf Hakimi, setelah pertandingan final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.

Pape Thiaw yang tidak menerima keputusan tersebut kemudian memerintahkan para pemain Senegal meninggalkan lapangan.

Laga sempat terhenti sekitar 17 menit. Penyerang senior Senegal, Sadio Mane, berperan besar menenangkan rekan setimnya hingga akhirnya kembali ke lapangan.

Penalti Panenka Brahim Diaz kemudian berhasil digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy. Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir.

Gol kemenangan Senegal sendiri dicetak Pape Gueye pada menit keempat perpanjangan waktu, memastikan gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di 8 Besar Piala Asia Futsal 2026

Hukuman Pemain dan Keputusan Final CAF

Selain Thiaw, dua penyerang Senegal, Iliman Ndiaye dan Ismaila Sarr, menerima larangan bermain dua pertandingan karena "perilaku tidak sportif terhadap wasit".

Federasi Sepak Bola Senegal juga didenda total 615 ribu dolar AS.

Dari kubu Maroko, Ismael Saibari dijatuhi larangan tiga pertandingan serta denda 100 ribu dolar AS.

Achraf Hakimi mendapat larangan dua laga, dengan satu pertandingan ditangguhkan selama 12 bulan. Upaya Federasi Sepak Bola Maroko untuk membatalkan hasil final ditolak oleh komite disiplin CAF.

Seluruh sanksi tersebut hanya berlaku untuk ajang CAF dan tidak berdampak pada persiapan kedua tim menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Tag:  #imbas #keos #final #piala #afrika #2025 #pelatih #senegal #disanksi

KOMENTAR