Akademisi Beberkan Bahaya Penggunaan Gas Whipping Cream, Berpotensi Ganggu Sistem Syaraf
Nitrous Oxide Pada Whip Pink (Whippink.co)  
22:56
29 Januari 2026

Akademisi Beberkan Bahaya Penggunaan Gas Whipping Cream, Berpotensi Ganggu Sistem Syaraf

 

– Maraknya penggunaan gas tertawa atau nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai Whip Pink mendapat perhatian serius kalangan akademisi kesehatan. Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan penyalahgunaan gas tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama terhadap sistem saraf.

Prof Tjandra menjelaskan, isu bahaya N2O bukan tanpa dasar ilmiah. Ia merujuk pada jurnal kedokteran internasional bereputasi tinggi, The Lancet, yang pada tahun 2025 menerbitkan artikel berjudul “Tackling the growing burden of nitrous oxide-induced public health harms”. Artikel tersebut membahas meningkatnya beban kesehatan masyarakat akibat penggunaan N2O.

“Dalam artikel ilmiah ini disebutkan bahwa penggunaan N2O untuk rekreasi (bukan untuk keperluan medis) makin meningkat dari waktu ke waktu,” kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1).

Ia mengutip hasil penelitian internasional The Global Drug Survey yang melibatkan lebih dari 32.000 partisipan dari 22 negara, mayoritas di Eropa. Penelitian internasional tersebut menunjukkan bahwa 22,5 persen responden pernah menggunakan N2O ini untuk mendapat efek euforia.

“Penelitian lain mendapatkan peningkatan penggunaan N2O ini di dunia, dari 10 persen di tahun 2015 menjadi 20 persen di tahun 2021,” ujarnya.

Bahkan di Inggris, penggunaan N2O disebut menduduki peringkat ketiga setelah kanabis dan kokain. Ia menegaskan, jurnal Lancet tersebut mencatat setidaknya tiga dampak kesehatan serius akibat penggunaan N2O di luar pengawasan medis.

“Pertama adalah gangguan neurologik, sistem syaraf,” bebernya..

Ia menjelaskan, gangguan saraf tersebut umumnya berupa mieloneuropati dan neuropati perifer akibat defisiensi fungsi vitamin B12.

“Gejala yang timbul dapat berupa parestesia, ataxia, kelemahan, gangguan buang air besar dan buang air kecil,” tutur Prof Tjandra.

Dampak kedua yang diungkap adalah gangguan psikiatri. Hal ini dapat berupa delusi, halusinasi, paranoid dan depresi, dan pernah pula dilaporkan psikosis akut.

Selain itu, Prof Tjandra menyebut dampak kesehatan lain yang tidak kalah berbahaya, yakni paru dan saluran napas dapat berupa keluhan asfiksia dan terjadinya pneumomediastinum dan pneumotoraks.

Ia juga mengutip data dari jurnal ilmiah Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) milik Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat yang dipublikasi pada April 2025 menyebutkan bahwa data penyalahgunaan N2O meningkat 4 sampai 5 kali pada 2023 dibanding 2019.

Dengan berbagai data tersebut, Prof Tjandra mengingatkan pentingnya kewaspadaan di Indonesia. Karena itu, ia menyambut baik imbauan Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap penggunaan Whip Pink.

“Dengan data-data di atas maka kita semua perlu waspada tentang Indonesia. Kita menyambut baik pernyataan BNN yang mengimbau masyarakat jangan pernah mencoba untuk mengonsumsi ‘gas tertawa’ alias Whip Pink,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #akademisi #beberkan #bahaya #penggunaan #whipping #cream #berpotensi #ganggu #sistem #syaraf

KOMENTAR