5 Dampak Positif Puasa Ramadan terhadap Pola Tidur dan Pemulihan bagi Tubuh
Ilustrasi beberapa orang melakukan aktivitas di bulan Ramadhan (Freepik)
20:37
3 Februari 2026

5 Dampak Positif Puasa Ramadan terhadap Pola Tidur dan Pemulihan bagi Tubuh

Puasa Ramadan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berdampak pada penyesuaian pola tidur dan gaya hidup seseorang.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan tidur selama Ramadan dapat memberikan manfaat adaptif bagi ritme biologis tubuh.

Berikut 5 dampak positif puasa Ramadan terhadap pola tidur yang teridentifikasi berdasarkan pengukuran objektif dan subjektif, seperti dikutip pada jurnal Science Direct pada Selasa (3/2).

  1. Penyesuaian Ritme Tidur yang Lebih Terstruktur

Puasa Ramadan mendorong individu untuk menyesuaikan waktu tidur dengan jadwal sahur dan ibadah malam. Penyesuaian ini membentuk pola tidur yang lebih terstruktur dibandingkan hari-hari biasa.

Pada paruh pertama Ramadan, banyak seseorang yang menunjukkan konsistensi waktu tidur meskipun terjadi penundaan jam tidur malam.

Adaptasi ini mencerminkan kemampuan tubuh menyesuaikan ritme sirkadian terhadap perubahan gaya hidup.

  1. Meningkatnya Kesadaran akan Kualitas Tidur

Selama Ramadan, Sebagian orang menjadi lebih sadar terhadap kondisi tidur mereka. Hal ini tercermin dari peningkatan evaluasi subjektif melalui kuesioner kualitas tidur.

Kesadaran tersebut mendorong individu untuk memperhatikan durasi dan kenyamanan tidur.

Dengan demikian, puasa Ramadan dapat menjadi momentum refleksi terhadap kebiasaan tidur yang sebelumnya kurang optimal.

  1. Optimalisasi Pemulihan Psikofisiologis

Tidur tetap berperan penting dalam pemulihan tubuh selama puasa Ramadan. Meskipun durasi tidur mengalami perubahan, proses pemulihan sistem saraf dan fungsi kognitif tetap berlangsung.

Kebanyakan orang masih mampu mempertahankan aktivitas akademik dan fisik selama Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh dapat beradaptasi untuk menjaga keseimbangan energi dan pemulihan.

  1. Peningkatan Regulasi Perilaku Malam Hari

Puasa Ramadan mendorong pengaturan ulang aktivitas malam hari, termasuk pembatasan konsumsi dan peningkatan aktivitas religius.

Perubahan ini berpotensi mengurangi kebiasaan negatif sebelum tidur, seperti makan berlebihan atau penggunaan gawai secara berlebihan.

Dengan rutinitas malam yang lebih terarah, kualitas transisi menuju tidur dapat ditingkatkan. Regulasi perilaku ini mendukung kebersihan tidur yang lebih baik.

  1. Peluang Pengembangan Strategi Kebersihan Tidur

Temuan selama Ramadan membuka peluang untuk menerapkan strategi kebersihan tidur yang lebih efektif. Beberapa orang dapat memanfaatkan periode ini untuk membangun kebiasaan tidur yang lebih disiplin.

Intervensi yang dipersonalisasi dapat dirancang berdasarkan pola tidur yang terbentuk selama puasa. Dengan pendekatan ini, kesejahteraan fisik, mental, dan akademik berpotensi meningkat secara berkelanjutan.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #dampak #positif #puasa #ramadan #terhadap #pola #tidur #pemulihan #bagi #tubuh

KOMENTAR