Kenali Penyakit Jantung Bawaan yang Diidap 50 Ribu Bayi Indonesia
Ilustrasi bayi di rumah sakit.(Freepik)
19:12
3 Februari 2026

Kenali Penyakit Jantung Bawaan yang Diidap 50 Ribu Bayi Indonesia

- Setiap tahun diperkirakan sekitar 50 ribu bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan, dan sebagian di antaranya berada dalam kondisi kritis sejak awal kehidupan. 

Salah satu kelainan yang berbahaya adalah Tetralogy of Fallot (TOF), kondisi yang kerap membuat penderitanya tampak kebiruan sejak bayi dan membutuhkan penanganan medis segera.

Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular, Dr. dr. Budi Rahmat, SpBTKV, Subsp.JPK(K) dari BraveHeart (Center of Excellent) RS Brawijaya Saharjo menjelaskan, secara umum kelainan jantung bawaan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu jantung biru dan jantung tidak biru.

“Kelainan jantung yang tidak biru cenderung lebih ‘silent’ karena tidak langsung menimbulkan gejala berat. Sementara jantung biru lebih mudah dikenali dan risikonya jauh lebih tinggi,” ujar dr.Budi, disadur dari siaran pers resmi Brawijaya Hospital, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Mengenal Kelainan Jantung Bawaan yang Pernah Dialami Catherine O’Hara

Apa itu Tetralogy of Fallot?

Tetralogy of Fallot merupakan kelainan jantung bawaan yang kompleks dan termasuk dalam kategori critical congenital heart defect atau kelainan jantung bawaan yang kritis.

Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), TOF terdiri dari empat kelainan utama pada struktur jantung dan pembuluh darah, yang sudah ada sejak bayi dilahirkan.

Empat kelainan tersebut meliputi adanya lubang pada sekat bilik jantung (ventricular septal defect/VSD), penyempitan katup dan pembuluh darah ke paru-paru (pulmonary stenosis), posisi aorta yang berada tepat di atas lubang sekat sehingga menerima darah dari dua bilik jantung, serta penebalan otot bilik kanan jantung (ventricular hypertrophy).

Kombinasi keempat kelainan ini menyebabkan darah yang rendah oksigen bercampur dengan darah bersih dan mengalir ke seluruh tubuh. 

Akibatnya, organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga memunculkan gejala khas berupa warna kebiruan pada kulit bayi.

“Karena jalur ke paru-paru sempit, darah kotor lebih banyak mengalir ke tubuh. Itulah sebabnya anak terlihat biru,” jelas dr.Budi.

Baca juga: 4 Penyebab Penyakit Jantung Bawaan, Bukan Hanya Faktor Genetik

Gejala Tetralogy of Fallot yang perlu diwaspadai orangtua

Gejala Tetralogy of Fallot tidak selalu langsung tampak saat bayi lahir. Pada sebagian anak, tanda-tanda baru muncul ketika aktivitas meningkat, seperti saat menangis atau menyusu. 

CDC menyebut kondisi ini dapat memicu episode yang dikenal sebagai tet spell, yakni penurunan kadar oksigen secara tiba-tiba.

Beberapa gejala Tetralogy of Fallot yang perlu diwaspadai antara lain bibir, hidung, kelopak mata, dan ujung jari tampak kebiruan, napas cepat, anak mudah lelah, serta berat badan yang sulit bertambah. 

Dalam kondisi tertentu, bayi juga bisa mengalami pingsan, kejang, atau gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan oksigen kronis.

“Anak yang capek bermain biasa tidak akan biru. Kalau capek lalu biru, itu harus dicurigai,” tegas dr.Budi.

Baca juga: Dokter Indonesia Berhasil Lakukan Bedah Jantung Bawaan yang Kompleks 

Puluhan ribu bayi mengidap TOF, namun penanganan masih terbatas

Besarnya jumlah kasus Tetralogy of Fallot dan kelainan jantung bawaan lainnya menjadi tantangan tersendiri bagi sistem kesehatan di Indonesia. 

Dari sekitar 50 ribu bayi yang lahir dengan kelainan jantung bawaan setiap tahun, sekitar 12.500 bayi tergolong kritis dan harus mendapatkan penanganan medis dalam satu bulan pertama kehidupannya.

“Bayangkan, 12.500 anak per tahun itu harus ditangani dalam satu bulan,” ujar Budi.

Namun, secara nasional, kemampuan layanan kesehatan baru mampu menangani sekitar 3.000 kasus per tahun, termasuk seluruh jenis kelainan jantung bawaan. 

Keterbatasan ini membuat masih banyak anak yang belum mendapatkan penanganan optimal.

“Ini menjadi tantangan besar karena masih banyak anak yang belum tertangani secara optimal,” kata dr Budi.

Baca juga: 6 Tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir

Harapan lewat operasi koreksi total

Kabar baiknya, Tetralogy of Fallot dapat ditangani melalui operasi koreksi total. Prosedur ini bertujuan menutup lubang pada sekat jantung dan melebarkan jalur aliran darah ke paru-paru agar sirkulasi oksigen kembali normal. 

Operasi dilakukan dengan bantuan mesin jantung paru yang menggantikan fungsi jantung dan paru-paru sementara waktu.

CDC menyebutkan, sebagian besar bayi dengan Tetralogy of Fallot memerlukan tindakan bedah pada awal kehidupan untuk mencegah komplikasi serius. Dengan kemajuan teknologi medis, angka keberhasilan operasi kini sangat tinggi.

“Dengan teknologi saat ini, tingkat kegagalan operasi di dunia sekitar 1,5 hingga 2 persen, dan di Indonesia kami terus menuju angka tersebut, saat ini berada di kisaran 3 persen,” tutur dr. Budi.

Belum lama ini dr.Budi bersama tim dokter dari Braveheart Brawijaya Hospital Saharjo, Jakarta, berhasil melakukan tindakan operasi untuk mengatasi TOF pada pasien anak.

Keberhasilan tersebut memberikan harapan nyata bagi pasien dan keluarga.

Baca juga: Dokter: Kelainan Jantung Bawaan Bisa Dideteksi di Trimester Pertama Kehamilan

Tag:  #kenali #penyakit #jantung #bawaan #yang #diidap #ribu #bayi #indonesia

KOMENTAR