Bukan Rasa Pedas dan Asam, Ini Pemicu Sebenarnya Sakit Perut
Ilustrasi makanan pedas. Makanan pedas yang sudah menjadi budaya kuliner Indonesia ternyata memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk membantu melawan kanker.(AlexPro9500)
18:06
3 Februari 2026

Bukan Rasa Pedas dan Asam, Ini Pemicu Sebenarnya Sakit Perut

- Banyak orang mengaitkan gangguan pencernaan dengan seluruh makanan yang rasanya pedas dan asam.

Namun, keluhan seperti sakit perut, kembung, atau diare, rupanya tidak selalu dipicu oleh rasa makanan semata, melainkan jenis makanan tertentu yang bisa berbeda dampaknya pada tiap orang.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM, menjelaskan bahwa pola makan sehari-hari pada dasarnya cukup aman bagi kebanyakan orang.

Masalah biasanya muncul pada individu dengan sensitivitas tertentu terhadap bahan makanan yang spesifik.

Baca juga: 2 Masalah Pencernaan Paling Sering Dikeluhkan Masyarakat Perkotaan

Bahan makanan tertentu dan masalah pencernaan

“Karena belum tentu pedasnya (atau asamnya) yang menyebabkan sakit. Misalnya, ada yang kalau makan cabai rawit tahan, tidak sakit, tapi kalau makan cabai merah yang keriting malah sakit,” ungkap dr. Suwito dalam wawancara daring pada Selasa (3/2/2026).

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM.dok. Primaya Hospital Kelapa Gading Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM.

Banyak orang menyederhanakan penyebab gangguan pencernaan hanya pada rasa pedas atau asam. Padahal, respons tubuh lebih sering berkaitan dengan bahan makanan yang dikonsumsi, bukan intensitas rasanya.

Menilik contoh yang diberikan di atas, dr. Suwito menuturkan bahwa penyebab masalah pencernaan lebih tepat jika disebut karena bahan makanannya, bukan rasa yang ditimbulkan.

“Yang menyebabkan sakit perut itu cabainya, bukan pedasnya. Bukan asamnya, tetapi buahnya. Bukan semua makanan yang rasanya asam (dan pedas),” lanjut dr. Suwito.

Meskipun rasa pedas dan asam dari sebuah makanan bukanlah penyebab seseorang mengalami masalah pencernaan, dr. Suwito tetap mengimbau agar masyarakat menghindari makanan yang terlalu ekstrem.

Baca juga: Mengapa Rasa Pedas Cabai Tidak Seragam?

Sayur asem bumbu iris, kuahnya lebih bening.canva.com Sayur asem bumbu iris, kuahnya lebih bening.

“Misalnya makan pedas level 8-10, ya hampir semua orang perutnya akan sakit. Itu hal yang wajar. Kalau makan pedas sedikit-sedikit, asam sedikit-sedikit, kebanyakan orang kita tahan,” tutur dia.

Kenali riwayat makanan yang dikonsumsi

Lantaran kecocokan makanan bersifat sangat individual, penting untuk mengenali riwayat makanan yang dikonsumsi dan kaitannya dengan keluhan yang muncul.

Memerhatikan pola keluhan yang berulang setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, bisa membantumu mengetahui bahan makanan apa yang sebaiknya dibatasi atau dihindari.

Misalnya, orang yang sering merasa kembung setelah makan makanan bersantan sebaiknya mengurangi santan dan olahannya.

Baca juga: Benarkah Kebanyakan Makan Santan Bisa Picu Kolesterol?

Demikian pula dengan mereka yang perutnya sering tidak nyaman setelah makan mi atau roti, yang umumnya berbahan dasar terigu.

“Jadi menurut saya, tidak ada satu jenis makanan yang secara spesifik bisa menyebabkan gangguan saluran cerna pada semua orang. Sifatnya individual, dan bahan makanannya, bukan rasanya. Bukan asam, pedas, atau pahitnya,” terang dr. Suwito.

Tag:  #bukan #rasa #pedas #asam #pemicu #sebenarnya #sakit #perut

KOMENTAR