Jangan Salah Pilih, Ini Panduan Membeli Kondom
- Bagi sebagian orang, memilih kondom masih menjadi momen yang canggung. Tidak sedikit yang merasa gugup bahkan sebelum berdiri di depan rak apotek maupun pasar swalayan.
Padahal, pilihan kondom yang tepat bisa membantu pasangan merasa lebih nyaman sekaligus mendukung kualitas hubungan intim.
Menurut Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, ada beberapa tips memilih kondom yang perlu kamu ketahui. Apa saja?
Baca juga: Alasan Pria Enggan Gunakan Alat Kontrasepsi Kondom dan Vasektomi
Tips membeli kondom
1. Kenali kebutuhan dan preferensi sensasi
Setiap pasangan memiliki preferensi yang berbeda terkait sensasi saat berhubungan intim.
Ada yang menyukai stimulasi tambahan dari tekstur, ada pula yang lebih nyaman dengan sensasi yang terasa natural tanpa rangsangan berlebih.
Memahami kebutuhan ini membantu mempersempit pilihan sejak awal. Dengan begitu, pasangan tidak memilih hanya berdasarkan kemasan atau rasa penasaran semata.
“Kita harus pilih kondom yang sesuai dengan kebutuhan kita, yang kita mau. Manfaatnya mau apa?” tutur Vella dalam peluncuran kampanye terbaru Fiesta bertajuk “XXXploration Can Be Fun” di Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).
Terkadang, ada istri yang tidak suka ketika mereka terstimulasi secara berlebihan. Untuk itu, Vella tidak merekomendasikan para suami untuk membeli kondom bergerigi, alias yang memiliki bintil-bintil.
Jika suami ingin menggunakan kondom, tetapi tidak merasa seperti sedang memakainya, kini sudah ada kondom yang ketebalannya sangat tipis.
Mengenali produk sama pentingnya dengan mengenali preferensi diri sendiri. Setiap varian dirancang untuk tujuan berbeda, sehingga pemilihan bisa lebih terarah.
2. Perhatikan soal aroma
Selain tekstur dan ketebalan, Vella juga menyarankan untuk memerhatikan soal aroma. Saat ini, aroma kondom sudah lebih bervariasi.
Jika suami atau istri menyukai aroma tertentu, misalnya stroberi, bubblegum, atau kopi, pilih kondom dengan aroma tersebut.
Baca juga: Kondom Bikin Penis Susah Ereksi, Benarkah?
“Ada yang enggak suka aroma, suka yang normal, pilih yang enggak ada aroma kuat. Jadi, kenali kondomnya dulu. Kenali juga kita mau coba apa,” ucap Vella.
3. Riset dulu sebelum beli
Rasa malu kerap membuat orang enggan bertanya langsung kepada petugas toko. Tidak jarang, ada pasutri yang salah memilih kondom karena asal ambil saat berdiri di depan meja kasir.
Alhasil, pengalaman saat berhubungan intim dengan suami atau istri, menjadi kurang nyaman dan gairah bisa menurun.
Untuk mengatasi hal ini, Vella menyarankan agar masyarakat bisa memanfaatkan informasi yang tersedia secara mandiri sebelum memutuskan membeli. Langkah ini membantu pasangan memahami kelebihan tiap varian tanpa harus merasa canggung.
“Jadi, enggak perlu nanya kalau malu. Bisa eksplorasi dulu, kelebihan-kelebihannya apa, varian yang cocok buat kita apa, mau coba yang mana. Itu memudahkan untuk mencari tahu kondom yang tepat yang mana,” kata dia.
4. Jangan khawatir soal ukuran
Ukuran sering menjadi pertanyaan umum saat memilih kondom. Namun, Vella mengatakan bahwa perbedaan ukuran kondom di Indonesia tidak terlalu signifikan dibanding beberapa negara lain.
“Ukuran sebenarnya enggak banyak kalau di Indonesia. Di luar, mungkin ada yang sampai XL. Di kita sih rata-rata mungkin 49 milimeter, sama 53-56 milimeter. Itu yang paling dasar,” jelas dia.
Karena itu, pasangan tidak perlu terlalu cemas selama memilih ukuran standar yang tersedia. Lebih lanjut, material kondom yang elastis membantunya menyesuaikan bentuk, sehingga tidak mudah lepas jika digunakan dengan benar.
5. Jangan lupa komunikasikan dengan pasangan
Vella menekankan bahwa dalam memilih kondom, sebaiknya topik ini menjadi bagian dari komunikasi dengan pasangan, bukan keputusan sepihak.
Menurut dia, diskusi ringan membantu kedua belah pihak merasa nyaman dan mengurangi potensi salah paham. Saat membahas penggunaan kondom, bicarakan dengan suasana santai agar tidak terasa tegang.
“Diomongin saja, ‘kita serunya pakai apa ya malam ini? Ada bubblegum nih, lucu. Mau coba enggak yang bintil-bintil itu? Coba yuk’. Karena dasar dari hubungan kan memang komunikasi yang bagus,” tutur Vella.
Baca juga: Malas Pakai Kondom, Risiko Tertular Penyakit Seksual Meningkat
Lebih lanjut, kondom bukan sekadar alat pencegah kehamilan dan pelindung dari penyakit yang ditularkan secara seksual. Variasinya yang beragam membuat kondom bisa dijadikan sebagai alat bantu seks.
Memilih kondom yang tepat, berarti suami dan istri saling memahami preferensi masing-masing dalam rangsangan saat berhubungan intim.
6. Perhatikan cara penggunaan yang benar
Terakhir, perhatikan cara menggunakan kondom yang benar, seperti waktu pemasangan dan posisi kondom. Hal-hal kecil ini berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan selama berhubungan.
“Pasanglah kondom ketika sudah ereksi, jangan sebelumnya, nanti lepas. Pastikan kondom yang dipasang enggak terbalik,” tutur Vella.
Ia juga menyarankan agar suasana dibuat sesantai mungkin agar penggunaan kondom tidak terasa sebagai beban.
“Pas pakai kondom, dibuat fun saja, jangan dibuat tegang. Kalau bisa, istri bantu pasangain kondom. Dijamin lebih romantis dan bikin suasananya berbeda,” ucap Vella.
Baca juga: Amankah Memakai Kondom yang Sudah Kedaluwarsa?