Sempat Desak Mundur, MUI Kini Dukung Indonesia Gabung Board of Peace usai Bertemu Prabowo
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar. Foto : Dokumentasi MUI
22:40
3 Februari 2026

Sempat Desak Mundur, MUI Kini Dukung Indonesia Gabung Board of Peace usai Bertemu Prabowo

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dukungan tersebut disampaikan MUI usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar mengatakan, dukungan diberikan sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja kami mendukung. MUI berjuang untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Yang kami dengar tadi adalah komitmen Presiden untuk itu. Selama ada kemaslahatan, kenapa tidak? Apalagi ada janji bahwa jika tidak bermaslahat, Indonesia akan keluar,” kata Anwar usai pertemuan.

Anwar meyakini, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian tersebut.

“Yang saya tangkap, komitmen Presiden sangat jelas. Pertama, beliau ingin benar-benar berjuang di Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina yang utuh dan berdaulat. Kedua, beliau juga berkomitmen membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” ucapnya.

Menurut Anwar, komitmen tersebut menjadi alasan Prabowo bersama sejumlah negara Islam lainnya bersedia bergabung dalam Dewan Perdamaian. Ia menilai, tujuan tersebut sejalan dengan prinsip kemaslahatan.

“Melalui organisasi ini, Presiden bekerja sama dengan negara-negara Islam lain untuk berjuang demi terwujudnya perdamaian dunia,” ujarnya.

Anwar juga mengungkapkan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan negara-negara Islam lain akan menarik diri apabila Dewan Perdamaian tidak lagi membawa manfaat bagi Palestina maupun perdamaian dunia.

“Apabila di kemudian hari organisasi ini tidak memberikan kemaslahatan dan kebaikan bagi Palestina dan perdamaian dunia, maka negara-negara Islam yang bergabung akan keluar dari BoP. Ini sikap tegas yang penting kami catat,” tegasnya.

Padahal, MUI sempat mendesak agar pemerintah Indonesia menarik diri dari keanggotaan Board of Peace. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace sebagai langkah yang aneh dan tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat Palestina yang hingga kini masih berada di bawah penjajahan Israel.

“Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina,” ucap KH Cholil Nafis melalui akun X pribadinya, Kamis (29/1).

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat itu menyatakan, Board of Peace digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan salah satu anggotanya adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sementara itu, negara Palestina justru tidak dilibatkan dalam forum tersebut.

“Penggagasnya Trump dan anggotanya ada Netanyahu yang jelas menjajah, sementara tidak ada negara Palestina,” ujarnya.

Kiai Cholil juga menyoroti fakta bahwa Indonesia masih dibebani biaya keanggotaan dalam Board of Peace. Hal tersebut dinilainya semakin mempertegas kejanggalan keikutsertaan Indonesia.

“Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan. Baiknya Pak Prabowo menarik diri saja,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #sempat #desak #mundur #kini #dukung #indonesia #gabung #board #peace #usai #bertemu #prabowo

KOMENTAR