Impor Semikonduktor Naik Tajam, Indonesia Dapat Sinyal Peringatan
– Ketergantungan Indonesia terhadap impor semikonduktor kembali menguat seiring lonjakan nilai impor dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal peringatan bagi ketahanan industri nasional, mengingat semikonduktor merupakan komponen penting bagi berbagai sektor strategis, mulai dari elektronik hingga otomotif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor semikonduktor dan komponen elektronik Indonesia sepanjang 2020–2025 hampir meningkat dua kali lipat.
Pada 2020, nilai impor tercatat sebesar 2,33 miliar dollar AS atau setara Rp 38,45 triliun. Sementara pada periode Januari–November 2025, nilainya mencapai 4,87 miliar dollar AS atau sekitar Rp 80,36 triliun.
Impor semikonduktor Indonesia pada 2025 didominasi oleh Taiwan dengan nilai 1,35 miliar dollar AS atau setara Rp 22,28 triliun. China berada di posisi berikutnya dengan nilai 1,24 miliar dollar AS atau sekitar Rp 20,46 triliun. Negara pemasok lainnya meliputi Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Baca juga: Pelaku Industri RI Gandeng Raksasa Global Bangun Perusahaan Patungan Semikonduktor
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai tingginya ketergantungan impor tersebut menjadi peringatan serius bagi arah pengembangan industri nasional ke depan.
Menurut dia, semikonduktor memiliki peran krusial dalam menopang daya saing industri dan transformasi teknologi.
“Industri semikonduktor memiliki peran strategis sebagai enabler bagi berbagai sektor prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga pertahanan dan transformasi digital,” ujar Agus saat membuka Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di ITB Innovation Park, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Kebutuhan semikonduktor di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri pengguna. Pada sektor elektronik, Agus menyebut realisasi produksi ponsel tahunan Indonesia berada di kisaran 30 juta unit–60 juta unit.
Baca juga: Trump Terapkan Tarif 25 Persen untuk Impor Semikonduktor, Nvidia Ikut Kena
Selain itu, permintaan perangkat elektronik lain, seperti laptop, ditargetkan mencapai 1,57 juta unit pada 2026.
Di sektor otomotif, penggunaan semikonduktor juga kian besar seiring meningkatnya kompleksitas teknologi kendaraan.
Produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 803.867 unit, termasuk kendaraan hybrid dan listrik yang memiliki kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih besar dibandingkan kendaraan konvensional.
“Kebutuhan akan pengembangan industri semikonduktor terutama chip menjadi semakin mendesak,” ucap Agus.
Baca juga: Perkuat Desain Chip, Indonesia Bidik Jadi Pemain Semikonduktor Dunia
Industri Semikonduktor Jadi Penopang Sektor Strategis
Ilustrasi cip semikonduktorAgus menjelaskan, Indonesia sebenarnya telah memiliki fondasi awal dalam pengembangan ekosistem industri semikonduktor.
Fondasi tersebut antara lain melalui keberadaan fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam, serta perusahaan desain integrated circuit (IC) yang telah masuk dalam rantai pasok global.
Pemerintah, lanjut dia, telah menyusun roadmap pengembangan industri semikonduktor nasional yang mencakup penguatan empat pilar utama, yakni material, desain, fabrikasi atau front end, serta assembly, testing, dan kemasan atau back end.
Pada tahap awal, fokus diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia dan desain chip.
“Dalam jangka pendek hingga panjang, Indonesia diarahkan untuk memperkuat kapasitas desain dan SDM, mendorong pendalaman struktur industri, hingga membangun kapabilitas fabrikasi dan ATP berstandar global,” katanya.
Menurut Agus, roadmap tersebut menegaskan komitmen pemerintah agar pengembangan industri semikonduktor tidak semata berorientasi pada investasi, melainkan juga pada penciptaan nilai tambah nasional dan kemandirian teknologi.
“Roadmap ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa pengembangan industri semikonduktor tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah nasional, kemandirian teknologi, serta integrasi Indonesia ke dalam ekosistem semikonduktor dunia,” tambahnya.
Baca juga: Cara Cetak SDM untuk Masa Depan Industri RI ala Menperin Agus Gumiwang
Desain Chip Jadi Pintu Masuk Rantai Pasok Global
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah mendorong pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC). Organisasi nonprofit ini diprakarsai Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri dan pakar dari perguruan tinggi, serta melibatkan 16 universitas sebagai mitra.
“Fokus ICDEC pada pengembangan chip design (fabless), pelatihan berbasis tools berstandar global, riset dan pengembangan, hingga fasilitas pengujian dan mini wafer fabrication, sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk masuk secara bertahap dan berkelanjutan ke dalam Global Semiconductor Value Chain,” ujar Agus.
Ia menilai pelaksanaan ISS 2026 menjadi momentum penting karena mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional.
Baca juga: Jensen Huang: Pabrik Chip dan AI Buka Peluang Kerja dengan Gaji Tinggi
Forum tersebut juga melibatkan mitra global dari Eropa, Taiwan, dan Singapura, yang membuka peluang alih teknologi, peningkatan kapasitas, serta kerja sama jangka panjang.
“Ke depan, tantangan industri semikonduktor tidaklah ringan. Namun dengan sinergi nasional dan global, sebagaimana tema besar ISS 2026, saya meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai pasok semikonduktor dunia,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Agus berharap ISS 2026 menghasilkan langkah konkret, mulai dari penguatan kolaborasi berkelanjutan, percepatan pengembangan talenta desain chip nasional, hingga terwujudnya roadmap industri semikonduktor yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif strategis seperti ICDEC dan ISS 2026 agar memberikan dampak nyata bagi kemandirian industri, peningkatan nilai tambah nasional, serta daya saing Indonesia di tingkat global,” tutupnya.
Tag: #impor #semikonduktor #naik #tajam #indonesia #dapat #sinyal #peringatan