Kilang Balongan, Penyangga 14,2 persen Pasokan BBM Nasional
– Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan di Indramayu menjadi salah satu simpul penting dalam menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional, dengan kontribusi mencapai 14,2 persen dari total kapasitas kilang Pertamina.
Kilang yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini memiliki kapasitas produksi 150 ribu barrel per hari dan berperan strategis dalam menyuplai kebutuhan BBM untuk wilayah Jakarta serta sebagian besar Jawa Barat.
“Dengan kapasitas 150 ribu barrel per hari, kontribusi RU VI Balongan sekitar 14,2 persen dari total kapasitas kilang Pertamina,” ujar Engineer Offsite PT KPI Refinery Unit VI Balongan, Nanda Tri Wibowo, saat site visit di Refinery Unit VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Kilang Balongan, Penopang Sunyi Pasokan BBM Jakarta dan Sekitarnya
Pasokan Bahan Baku Didominasi Crude Domestik
Dari sisi hulu, pasokan minyak mentah yang diolah di Kilang Balongan sebagian besar berasal dari dalam negeri. Sekitar 60 persen crude oil bersumber dari domestik, sementara 35 persen berasal dari impor. Selain crude oil, kilang ini juga mengolah nafta untuk diproses menjadi produk jadi.
“RU VI Balongan itu sumbernya ada dari domestik dan juga impor. Di mana kapasitasnya 60 persen crude domestik dan 35 persen crude impor. Lalu ada juga nafta yang diolah lebih lanjut menjadi produk jadi,” jelas Nanda.
Komposisi tersebut membuat Balongan menjadi salah satu kilang yang menopang ketahanan energi nasional, terutama dalam menjaga keseimbangan pasokan di wilayah dengan konsumsi BBM terbesar di Indonesia.
Baca juga: Kilang Balongan Pertamina Perkuat Keselamatan dengan Teknologi dan Filosofi Jawa
Gasoline Mendominasi Produksi Kilang
Hasil pengolahan di Kilang Balongan didominasi produk BBM dengan porsi mencapai 82 persen. Sementara produk non-BBM tercatat sekitar 11 persen, dan sisanya merupakan produk lain sebesar 7 persen.
Produk BBM terbesar yang dihasilkan adalah gasoline atau bensin, seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo, dengan porsi sekitar 53 persen dari total produksi. Selain itu, Balongan juga memproduksi gas oil atau solar series, seperti Solar dan Pertamina Dex, dengan kontribusi sekitar 26 persen.
“Untuk fuel itu yang terbesar gasolinnya, sekitar 53 persen. Selanjutnya gas oil, solar series, sekitar 26 persen,” kata Nanda.
Baca juga: Kilang Pertamina Tambah 4 Tangki Baru di Balongan
Selain BBM, Kilang Balongan juga memproduksi avtur dengan porsi sekitar 2 persen. Untuk kategori non-BBM, produk yang dihasilkan meliputi liquefied petroleum gas (LPG) dan propilena yang digunakan untuk kebutuhan industri.
Secara fisik, Kilang Balongan berdiri di atas lahan seluas 250 hektar dengan sekitar 70 tangki bahan baku dan produk. Kilang ini memiliki Nelson Complexity Index (NCI) sebesar 11,9, tertinggi di antara seluruh kilang Pertamina, yang mencerminkan tingkat efisiensi dan kompleksitas pengolahan.
Untuk menjaga keandalan operasi, KPI melakukan monitoring rutin di seluruh unit produksi, mulai dari Distillation Treating Unit (DTU), Naphta Processing Unit (NPU), Atmospheric Hydrotreating Unit (AHU), Hydrotreating Unit (HTU), hingga Processing and Cracking Unit (POC).
Tag: #kilang #balongan #penyangga #persen #pasokan #nasional