Amarah Terkait Skandal Naturalisasi yang Guncang Sepak Bola Malaysia
Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam(FAM MALAYSIA)
17:19
30 Januari 2026

Amarah Terkait Skandal Naturalisasi yang Guncang Sepak Bola Malaysia

- Krisis terus mengguncang sepak bola Malaysia setelah skandal pemain naturalisasi memicu sanksi internasional dan pengunduran diri massal di FAM, PSSI-nya Negeri Jiran.

Kasus ini memicu perdebatan nasional soal arah pengembangan sepak bola negara tersebut, seperti dilaporkan oleh kantor berita internasional, AFP.

FIFA menuduh FAM (Football Association of Malaysia) menggunakan akta kelahiran yang dimanipulasi untuk mengklaim hubungan garis keturunan tujuh pemain naturalisasi.

Dokumen tersebut disebut menjadi syarat agar pemain bisa membela Timnas Malaysia.

Ketujuh pemain yang dimaksud adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Baca juga: CAS Cabut Sementara Sanksi FIFA, Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Bernapas Lega

Para pemain tersebut tidak hanya turun di FIFA Matchday tetapi juga laga resmi di Kualifikasi Piala Asia 2027.

FIFA menjatuhkan larangan bermain kepada tujuh pemain serta denda lebih dari 450.000 dollar AS kepada FAM.

Kasus tersebut kini sedang diproses banding di Court of Arbitration for Sport (CAS), yang menangguhkan skorsing 12 bulan kepada para pemain bersangkutan hingga sidang lanjutan pada akhir Februari.

Kritik Keras dan Kekhawatiran Reputasi Negara

Skandal tersebut memicu kemarahan publik dan elite politik. Pengacara sekaligus anggota parlemen Ramkarpal Singh menyebut kasus tersebut memalukan bagi negara.

“Ini sangat memalukan. Ketika kita melihat perkembangan sepak bola negara ini jatuh ke level seperti ini, itu sangat menyedihkan,” katanya di parlemen.

“Masalah ini telah merusak reputasi dan nama baik negara.”

Malaysia dikenal sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola besar, namun belum pernah lolos ke Piala Dunia.

Baca juga: AFC Soroti Skandal Naturalisasi, Malaysia Terancam Dikucilkan Jika Kalah di CAS

Program naturalisasi dimulai pada 2018 untuk meningkatkan kualitas tim, termasuk dengan debut pemain kelahiran Gambia Mohamadou Sumareh pada tahun yang sama.

Hingga akhir 2025, AFP mencatat total ada 23 pemain asing telah mendapat kewarganegaraan.

Namun, Malaysia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan juga gagal menembus edisi 2026 di Amerika Utara.

Seruan Fokus pada Pengembangan Akar Rumput

Sejumlah pengamat menilai ketergantungan pada pemain naturalisasi harus dihentikan dan diganti dengan pembangunan sistem pembinaan jangka panjang.

Jurnalis olahraga Haresh Deol mengatakan masalah utama ada pada fondasi pengembangan pemain.

“Sepak bola Malaysia tidak akan berada dalam situasi seperti ini jika ada pengembangan akar rumput yang terstruktur dan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya kepada AFP.

“Untuk maju, kita harus memberi perhatian besar pada pembinaan akar rumput: pelatih yang tepat, jumlah pertandingan cukup, dan infrastruktur memadai.”

Baca juga: FAM Resmi Ajukan Banding ke CAS atas Sanksi FIFA

Pelatih usia muda Shazwan Wong menilai Malaysia tidak kekurangan pemain, tetapi kualitas menjadi persoalan utama.

“Setiap tahun akan selalu ada pemain baru untuk tim nasional. Pertanyaannya: apakah mereka cukup bagus untuk bersaing di Asia melawan Korea atau Jepang? Apakah mereka mampu bersaing di level dunia melawan Brasil atau Argentina?” katanya.

“Kami tidak akan kehabisan pemain. Yang jadi masalah adalah kualitas.”

Perdebatan Naturalisasi dan Identitas Nasional

Sebagian pelatih lokal bahkan mempertanyakan relevansi naturalisasi. Pelatih komunitas Ivan Yusoff menilai pemain naturalisasi belum tentu memahami makna membela negara.

“Bagi saya, naturalisasi ini bahkan tidak masuk akal. Mengapa kita membutuhkan pemain luar? Kitalah yang ingin membuat negara bangga,” katanya.

Di sisi lain, sepak bola tetap menjadi mimpi generasi muda. Di turnamen usia dini di Kuala Lumpur, pemain muda masih bercita-cita menembus tim nasional. Salah satu inspirasi mereka datang dari bintang dunia Lionel Messi.

Warisan sepak bola Malaysia juga tetap kuat, dengan sejumlah kawasan permukiman padat pernah melahirkan pemain nasional, termasuk legenda striker Safee Sali.

Kasus ini kini menjadi titik refleksi besar bagi sepak bola Malaysia, terutama terkait arah pengembangan pemain lokal di tengah tuntutan prestasi internasional.

Tag:  #amarah #terkait #skandal #naturalisasi #yang #guncang #sepak #bola #malaysia

KOMENTAR