Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, membeberkan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya terkait situasi di Papua. (Suara.com/Bagaskara)
20:02
1 Februari 2026

Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara

Baca 10 detik
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana Presiden Prabowo merombak direksi bank BUMN, namun dibantah CEO Danantara Rosan Roeslani.
  • Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai pernyataan Menhan offside, karena bukan ranah tugasnya, berpotensi sentimen negatif bursa saham.
  • Rosan Roeslani menegaskan belum ada pembicaraan resmi mengenai perombakan direksi Himbara sejauh ini dari pihak pengelola investasi.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana merombak seluruh jajaran direksi bank BUMN atau himpunan bank negara (Himbara).

Namun kabar tersebut ditepis oleh, CEO Danantara, Rosan Roeslani yang menyebut bahwa tidak ada pembicaraan terkait perombakan direksi himbara.

Terlepas dari hal itu, Pengamat BUMN dari NEXT Indonesia, Herry Gunawan, menilai pernyataan Menhan telah kelewat batas. Karena, dianggap tidak memiliki wewenang untuk menyampaikan sesuatu yang bukan bidangnya.

Apalagi, tupoksi Menhan lebih ke pertahanan negara, dan bukan mengurusi di sektor Perbankan. Jadi, Herry menyebut, meskipun arahan Presiden yang Menhan tak seharusnya berbicara soal perombakan direksi BUMN.

Promo BRI x ATM Link PerbesarPromo BRI x ATM Link

"Pernyataan Menhan itu offside. Itu bukan wewenang dia menyampaikan, walaupun seandainya Presiden ada pembicaraan seperti itu," ujarnya saat dihubuni Suara.com, Minggu (1/2/2026).

"Seharusnya Menhan bisa menahan diri, tau batas. Sebab bank-bank Himbara ada pengelolanya sendiri yang juga mewakili pemerintah, dalam hal ini Danantara dan BP BUMN," sambung Herry.

Herry menegaskan, seluruh Bank Himbara merupakan perusahaan terbuka, yang mana bisa memberikan sentimen buruk bagi saham.

Adapun, Bank Himbara diantaranya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN), serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI).

"Ini kan ibaratnya Menhan seperti loncat pagar. Jangan lupa juga, seluruh bank Himbara itu perusahaan publik, sehingga bisa menimbulkan spekulasi di bursa saham saat perdagangan buka Senin nanti. Sentimennya tidak baik," ucapnya.

Herry juga memandang, ucapan Menhan tersebut bisa memperkeruh suasana pasar saham RI yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.

"Dalam kasus ini, Menhan bukannya menjaga stabilitas, malah bisa berpotensi bikin keruh suasana," jelasnya.

Bantahan Danantara

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, memampik kabar tersebut.

Danantara sebagai pemegang saham dari bank Himbara belum ada pembicaraan terkait dengan perombakan direksi bank himbara. "Sejauh ini tidak ada perbincangan mengenai hal itu (perombakan direksi bank himbara)," katanya.

Rosan memastikan, dalam setiap proses perombakan direksi baik transformasi BUMN, Danantara akan selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak.

"Dan tentunya, kami akan selalu berkonsultasi apabila memang perlu ada perbaikan. Tetapi sejauh ini tidak ada perbicaraan mengenai hal itu," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti seluruh jajaran direksi bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Langkah tersebut diambil lantaran jajaran direksi Bank Himbara dinilai telah merugikan negara. Pergantian direksi dianggap penting agar bank milik negara dapat bekerja lebih efektif dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

Sjafrie menilai selama ini Bank Himbara justru lebih banyak memberikan keuntungan kepada pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil, khususnya dalam penyaluran kredit.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #pengamat #menhan #offside #bicara #perombakan #direksi #himbara

KOMENTAR