Kronologi Friderica Jadi Ketua OJK, Sabtu-Minggu Lembur Benahi Bursa
- Pelaksana tugas (Plt) Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi alias Kiki, mengungkapkan bagaimana dirinya harus pucuk pimpinan lembaga pengawas tersebut keuangan di tengah bursa efek yang terguncang.
Kiki mengungkapkan, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari, tiga pimpinan OJK ramai-ramai mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab.
Mereka adalah Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Inarno Djajadi.
“Mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral beliau bertiga, dan kami sangat menghormati dan mengapresiasi keputusan yang beliau bertiga ambil,” kata Kiki dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Kiki mengakui, keputusan pimpinan OJK itu membuat pasar khawatir. Namun, dewan komisaris OJK langsung bertindak dengan menggelar rapat guna memutuskan pengganti Mahendra dan kawan-kawan.
“Tidak sampai 24 jam sudah ada pejabat sementara untuk Ketua (OJK) yaitu saya, dan juga merangkap sebagai Wakil Ketua ,” ujar Kiki.
Baca juga: Profil Friderica Kepala OJK Baru, Mantan Artis Lulusan UGM dan Kampus Amrik
Diketok Dalam Rapat
Kiki menceritakan, setelah IHSG anjlok dua hari berturut-turut dan berujung pengunduran diri Mahendra Cs pada Jumat (20/1/2026) petang, Dewan Komisaris OJK segera menggelar rapat.
Forum lalu memutuskan untuk menunjuk Kiki sebagai Ketua dan Wakil Ketua OJK sementara.
Sementara, Hasan Fawzi menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) baru.
“Rapat anggota Dewan Komisioner sepakat untuk menunjuk saya sebagai pejabat sementara Ketua dan Waka dan Pak Hasan sebagai pejabat sementara KE PMDK,” kata dia.
Baca juga: OJK Tetapkan Friderica Widyasari sebagai Pelaksana Tugas Pimpinan
Ngebut Benahi Bursa
Menjadi pimpinan baru OJK di tengah pasar modal yang gonjang ganjing, Kiki dan Fawzi langsung maraton membenahi persoalan bursa.
Kiki mengaku sama sekali belum istirahat guna merumuskan jalan keluar bagi pasar modal tanah air yang morat marit.
“Sabtu-Minggu ini saya dan Pak Hasan nggak istirahat sama sekali untuk melakukan hal-hal yang diperlukan ya,” ujar Kiki.
Ia meminta masyarakat tidak perlu merasa khawatir karena pihaknya telah memahami inti persoalan yang mengakibatkan bursa saham Indonesia terguncang.
Pihaknya bakal memperbaiki tata kelola sektor pasar modal bersama stakeholder terkait.
“Kita sama-samalah kita memahami permasalahannya dan kita sama-sama mencari jalan keluar untuk bisa bersama-sama meningkatkan atau melakukan reformasi integritas di sektor pasar modal,” tutur Kiki.
Baca juga: Profil Friderica Widyasari Dewi, Plt Ketua OJK Pengganti Mahendra Siregar
IHSG Anjlok Dirut BEI Mundur
Pengunjung memotret layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8 persen menjadi 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB.Sebelumnya, pasar modal Indonesia terguncang setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok hingga diterapkan trading halt.
MSCI atau Morgan Stanley Capital International, sebagai lembaga penyedia indeks global menerbitkan regulasi baru dan mengoreksi IHSG Indonesia.
Selain itu, struktur kepemilikan saham di Indonesia dinilai kurang transparan hingga muncul dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar atau saham gorengan.
Temuan itu menjadi dasar peringatan MSCI. Indonesia lalu diberi waktu hingga Mei untuk membenahi persoalan tersebut.
Peringatan MSCI tersebut membuat status Indonesia berisiko turun dengan skenario terburuk dari pasar negara berkembang menjadi pasar negara perbatasan.
Hal ini membuat pasar panik dan IHSG anjlok hingga 16,7 persen.
Di tengah gonjang ganjing itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengundurkan diri dengan alasan bentuk tanggung jawab.
Selang beberapa waktu kemudian pejabat strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.
Mereka adalah, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.
Lalu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon I. B. Aditya Jayaantara.
Baca juga: DPR Sebut Transisi Kepemimpinan OJK Tak Ganggu Pasar Modal
Tag: #kronologi #friderica #jadi #ketua #sabtu #minggu #lembur #benahi #bursa