Anak Tantrum di Tempat Umum, Orangtua Harus Apa? Ini Saran Pakar Pengasuhan
- Tantrum di tempat umum sering menjadi salah satu fase paling menegangkan dalam masa balita.
Rasa panik bercampur malu yang muncul tiba-tiba adalah pengalaman yang hampir dirasakan semua orangtua.
Parenting coach sekaligus pendiri Transforming Toddlerhood, Devon Kunztman, tidak menampik bahwa setiap tantrum dan perebutan kendali bisa terasa seperti kegagalan pribadi.
Baca juga: 5 Cara Tetap Sabar Saat Menghadapi Anak Tantrum ala Yoga Arizona
"Namun, sebagai pelatih pengasuhan, saya mengajarkan bahwa setiap tantrum adalah kesempatan untuk lebih memahami anak sekaligus memperkuat ikatan antara orangtua dan anak," tulis dia dalam artikelnya di CNB Make It, Minggu (1/2/2026).
Ia turut membagikan tips mengatasi anak yang tantrum di tempat umum. Apa saja?
Tips mengatasi anak yang tantrum di tempat umum
1. Pindah ke tempat yang lebih privat
Jika anak mulai kehilangan kendali di ruang publik, pastikan kamu dan anak berada di lingkungan yang aman untuk menghadapi momen tersebut.
Misalnya, saat anak tantrum di supermarket, kamu bisa berpindah ke lorong yang lebih sepi atau ke kamar kecil.
"Ambil napas dalam, tetap tenang, dan ingatkan diri sendiri bahwa ini bukan keadaan darurat," ucap Kunztman.
Menurut dia, sikap tenang adalah hal paling kuat yang bisa kamu lakukan saat tantrum terjadi, selama anak dalam keadaan aman.
"Kehadiranmu yang stabil sangat penting untuk membantu mereka menenangkan emosinya," sambung Kunztman.
2. Perhatikan batasan mereka terhadap kontak fisik
Dalam situasi penuh tekanan seperti ini, kenyamanan anak harus mengikuti isyarat dari mereka.
Perhatikan seberapa banyak kedekatan fisik yang mampu mereka terima saat tantrum. Terkadang, sentuhan yang terlalu banyak justru memperburuk keadaan.
Baca juga: 7 Kalimat yang Bisa Menenangkan Anak Saat Tantrum Menurut Pakar Pendidikan Keluarga
Tawarkan pelukan atau cukup duduk di dekat mereka, jika mereka bersedia.
"Jika anak memukulmu, mungkin muncul dorongan untuk menahan tangannya. Namun, itu bisa terasa membatasi dan membuatnya semakin marah," kata Kuntzman.
Salah satu cara untuk membantu mereka memahami ruang pribadi adalah dengan duduk di dekatnya sambil meletakkan bantal atau tas di antaramu dan si kecil.
3. Gunakan bahasa yang sederhana dan konsisten
Pertama, jika anak menunjukkan perilaku tidak aman, kamu perlu menetapkan batasan dengan tenang namun tegas. Misalnya dengan mengatakan, "Mama tidak akan membiarkan kamu memukul."
Jika tantrum lebih dipicu oleh perasaan kewalahan, gunakan pernyataan yang memvalidasi seperti, "Papa tahu itu membuatmu kesal," atau, "Mama di sini untuk membantu."
Gunakan kata-kata yang jelas dan mudah ditebak. Setelah itu, ajak anak mengungkapkan perasaannya tanpa menghakimi.
"Saat situasi mulai mereda, berikan pilihan yang masih berada dalam batasanmu. Pilihan sederhana sesuai usia dapat memberi mereka rasa kendali.
Misalnya, ketika sedang berada di supermarket, kamu bisa berkata, "Kamu mau duduk di keranjang atau pegang tangan mama?" atau, "Kamu mau pegang daftar belanja atau bantu dorong keranjang?".
4. Luangkan waktu untuk mengatur emosi Anda sendiri
Menghadapi tantrum bukan hanya soal membantu anak mengatur emosi, tetapi juga bagaimana kamu mengelola emosi pribadi.
Saat tantrum terjadi di tempat umum, orang-orang akan selalu melihat. Meski mungkin hanya penasaran, hal itu bisa terasa seperti penghakiman. Sebelum membiarkan hal itu memengaruhimu, fokuslah pada hal yang bisa kamu kendalikan.
Pertama, jangan menganggapnya sebagai serangan pribadi. Tantrum anak bukanlah cerminan diri atau kualitas pengasuhanmu.
Lalu, ubah sudut pandang. Alih-alih berpikir anak sengaja membuat keributan, pahami bahwa mereka sedang kesulitan mengatasi perasaannya.
Baca juga: Anak Tantrum di Mobil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kemudian, hadapi orang-orang sekitar. Kamu bisa memilih untuk mengabaikan, atau merespons dengan tenang dan penuh empati. Dan jangan lupa unuk mengelola rasa kewalahan.
"Jika tantrum terasa terlalu berat, tidak apa-apa menjauh sejenak ke tempat yang lebih tenang. Biarkan anak memproses emosinya sambil kamu menenangkan diri," tutur Kunztman.
Tag: #anak #tantrum #tempat #umum #orangtua #harus #saran #pakar #pengasuhan