Temuan BPK: Sewa Terminal BBM Milik Anak Riza Chalid Bukan Kebutuhan Mendesak
Tim Ahli dari BPK RI dihadirkan sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina untuk terdakwa Beneficial Owner PT OTM Muhamad Kerry Adrianto Riza, Dirut PT PPN Riva Siahaan, dkk di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/1/2026)()
21:50
29 Januari 2026

Temuan BPK: Sewa Terminal BBM Milik Anak Riza Chalid Bukan Kebutuhan Mendesak

- Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengatakan, penyewaan terminal bahan bakar minyak (TBBM) PT Orbit Terminal Merak (PT OTM) milik terdakwa Muhamad Kerry Adrianto Riza bukan hal yang mendesak.

Hal tersebut karena PT Pertamina masih memiliki 10 terminal lain.

Wakil Penanggung Jawab Audit Investigasi BPK RI Hasby Ashidiqi menuturkan, kesimpulan ini didapat setelah BPK melakukan klarifikasi kepada terdakwa (dalam berkas perkara terpisah) sekaligus Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Persero periode April 2012-2014, Hanung Budya Yuktyanta.

“Waktu itu, kami tanya ke Pak Hanung, sebenarnya ini terminal OTM ini Pertamina butuh apa tidak? Enggak mendesak, (kata Hanung) begitu,” ujar Hasby, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: TNI AD Resmi Tahan Serda Heri Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Jualan Pakai Spons

Pada kesempatan yang lain, tim BPK juga pernah melakukan klarifikasi kepada dua terdakwa, yaitu Vice President Supply dan Distribusi PT Pertamina, Alfian Nasution, dan VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.

Alfian dan Edward menyampaikan bahwa Pertamina masih memiliki 10 terminal lain yang bisa digunakan, salah satunya di Tanjung Gerem, Cilegon, Banten.

“Pak Edward itu juga mengatakan bahwa terminal OTM itu bisa digantikan dengan terminal yang lainnya, ada 10 terminal yang disebut oleh Pak Alfian waktu itu,” ujar Hasby.

Berdasarkan data kapasitas tangki yang dimiliki Pertamina maupun anak perusahaannya, kapasitas tangki BBM bisa menampung 1,75 juta kiloliter hingga 2,3 juta kiloliter.

Sementara, waktu itu, tangki Pertamina baru terisi 70 persen.

Sisa kapasitas tangki yang dimiliki Pertamina masih ada 510.000 kiloliter.

Angka ini lebih dari kapasitas PT OTM yang waktu itu tercatat pada 288.000-320.000 kiloliter.

Berdasarkan perhitungan BPK, penyewaan terminal BBM ini menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2.905.420.003.854, atau Rp 2,9 triliun.

Baca juga: Sidang Kerry Riza Chalid, BPK Singgung Biaya Golf ke Thailand Rp 320 Juta

Secara keseluruhan, kasus korupsi di PT Pertamina ini mencapai 2,7 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dan Rp 25,4 triliun.

“Sehingga, total kerugian negara atas kasus ini yang dihitung oleh BPK adalah 2.725.819.709,98 dollar AS dan Rp 25.439.881.674.368,26,” kata Hasby dalam kesimpulannya.

Dakwaan Pertamina

Hari ini, terdapat sembilan orang duduk di kursi terdakwa, yaitu: Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza; Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono; lalu, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati; dan Komisaris PT Jenggala Maritim serta Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.

Kemudian, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin; Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya; dan VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.

Dalam dakwaan, secara keseluruhan, para terdakwa maupun tersangka disebutkan telah menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 285,1 triliun.

Baca juga: BPK: Sewa Terminal BBM Merak Terjadi karena Terdakwa Balas Budi ke Riza Chalid

Namun, perbuatan melawan hukum ini dilakukan para terdakwa dalam beberapa proyek dan pengadaan secara terpisah.

Sebagai contoh, Kerry Adrianto dan beberapa terdakwa terlibat dalam proyek sewa terminal bahan bakar minyak (BBM) dan penyewaan kapal pengangkut minyak.

Penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT OTM menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,9 triliun.

Proyek ini diduga berasal dari permintaan Riza Chalid.

Saat itu, Pertamina disebutkan belum terlalu membutuhkan terminal BBM tambahan.

Sementara, dari penyewaan kapal, Kerry didakwa menerima keuntungan minimal 9,8 juta dollar Amerika Serikat.

Tag:  #temuan #sewa #terminal #milik #anak #riza #chalid #bukan #kebutuhan #mendesak

KOMENTAR