Pimpinan Sementara OJK Beberkan Langkah Perbaikan Bursa Usai Gejolak Pasar
Pjs. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan materi konferensi pers di Wisma Danantara Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam.(ANTARA/Imamatul Silfia)
22:28
31 Januari 2026

Pimpinan Sementara OJK Beberkan Langkah Perbaikan Bursa Usai Gejolak Pasar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan langkah konkret pembenahan pasar modal setelah gejolak pasar dan pergantian pimpinan lembaga.

Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan fokus utama diarahkan pada pemulihan kepercayaan dan penguatan fondasi pasar.

OJK, menurut dia, mempercepat reformasi melalui langkah menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Pernyataan tersebut disampaikan Friderica dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

OJK merespons gejolak pasar beberapa waktu terakhir dengan penajaman kebijakan pengawasan, penegakan hukum, serta perbaikan kualitas perdagangan saham.

Baca juga: Airlangga Pastikan Pengawasan Keuangan Tetap Berjalan Usai Mundurnya Pimpinan OJK dan BEI

Friderica menyebut perbaikan dimulai dari kualitas emiten dan saham yang beredar di bursa. Literasi dan pelindungan investor, terutama investor ritel, ikut diperkuat. Penegakan hukum ditempatkan sebagai instrumen utama untuk memulihkan disiplin pasar.

Likuiditas dan pendalaman pasar turut menjadi sasaran. OJK mendorong peningkatan minimal free float menjadi 15 persen.

Peran liquidity provider dioptimalkan untuk menjaga stabilitas perdagangan. Keterlibatan investor institusional diperluas, khususnya asuransi dan dana pensiun milik pemerintah.

Batas maksimal investasi investor institusional pada saham juga disesuaikan. OJK menekankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan governance tetap menjadi rambu utama dalam kebijakan tersebut.

Aktivitas bank umum di pasar modal diperluas melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Transparansi kepemilikan saham diperketat lewat kewajiban pengungkapan ultimate beneficial ownership dan affiliated party disclosure.

Perusahaan efek diminta memperkuat due diligence serta penerapan know your customer.

Baca juga: Airlangga sampai Purbaya Datangi Wisma Danantara Bahas Kursi Kosong di OJK dan BEI

Pengawasan dan penegakan hukum diperkeras. OJK segera memulai penyelidikan praktik goreng saham dan manipulasi pasar secara masif.

Penanganan kasus besar diarahkan untuk memberi efek jera. Pengawasan market conduct diperluas, termasuk terhadap financial influencer.

Pembenahan struktural juga menyasar tata kelola bursa. OJK mendorong demutualisasi bursa untuk mengurangi konflik kepentingan dan memperkuat independensi pengelolaan.

Reformasi tata kelola diterapkan pada seluruh self-regulatory organization, meliputi Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Sebagai informasi, Rapat Dewan Komisioner OJK digelar pada Sabtu (31/1/2026) siang hingga sore. Rapat tersebut menyepakati penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

Friderica dan Hasan tetap menjalankan tugas sebelumnya. Friderica tetap menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

Hasan tetap menjalankan peran sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

“Jadi tidak ada kekosongan. Kami memastikan bahwa seluruh kebijakan, program kerja, tugas OJK, terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya, dan kita tetap mengedepankan yang terbaik untuk kemajuan stabilitas di sektor jasa keuangan,” kata Friderica.

Gejolak pasar terjadi di tengah rangkaian pengunduran diri pejabat sektor keuangan. Jumat (30/1/2026) pagi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengundurkan diri.

Sore hari, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyusul bersama dua pejabat pengawas pasar modal.

Dua pejabat tersebut adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I.B. Aditya Jayaantara.

Pengunduran diri berlanjut pada malam hari. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara turut melepas jabatan, sebagaimana diumumkan melalui siaran pers pukul 21.00 WIB.

Menjelang konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu malam, OJK menetapkan anggota Dewan Komisioner pengganti untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara, dan Inarno Djajadi.

Tag:  #pimpinan #sementara #beberkan #langkah #perbaikan #bursa #usai #gejolak #pasar

KOMENTAR