Air India Lupa 13 Tahun Parkir Pesawat di Bandara, Ditagih Ongkos Rp 1,8 M
Ilustrasi mesin pesawat. (Pexels/Ahmed Muntasir)
22:06
31 Januari 2026

Air India Lupa 13 Tahun Parkir Pesawat di Bandara, Ditagih Ongkos Rp 1,8 M

- Pesawat Boeing 737-200 milik maskapai Air India ditemukan terparkir di area terpencil Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose, Kolkata, setelah 13 tahun “terlupakan”.

Akibatnya, maskapai pelat merah India tersebut harus membayar biaya parkir yang menumpuk hingga sekitar 10 juta rupee atau setara Rp 1,8 miliar.

Pesawat dengan nomor registrasi VT-EHH itu awalnya diparkir di bandara Kolkata pada 2012 setelah dipensiunkan dari layanan operasional. Sejak saat itu, keberadaannya tidak lagi tercatat dalam pembukuan internal Air India.

Baca juga: Selamat dari Tragedi Air India, Ramesh: Saya Orang Paling Beruntung tapi Juga Paling Menderita

Meski hilang dari data maskapai, pihak bandara secara rutin mengirimkan tagihan biaya parkir.

Namun, Air India menolak membayar dengan alasan tidak memiliki catatan bahwa pesawat tersebut masih menjadi milik mereka.

Situasi berubah ketika pihak bandara mengirimkan permintaan resmi agar pesawat tua yang terbengkalai tersebut segera dipindahkan dari area parkir.

Permintaan itu memicu penelusuran internal yang kemudian membuka fakta, pesawat tersebut memang masih terdaftar sebagai aset Air India.

"Meski pelepasan pesawat tua bukanlah hal baru, kasus yang satu ini berbeda. Karena ini adalah pesawat yang bahkan baru kami ketahui sebagai milik kami dalam waktu dekat ini," kata Kepala Eksekutif Air India Campbell Wilson dalam pesan internal yang dikutip luas oleh media-media India.

Baca juga: Pesawat Air India Ditabrak Burung, Tetap Terbang meski Mesin Rusak

Kenapa Air India bisa lupa?

Ilustrasi pesawat Boeing 787 Dreamliner yang dioperasikan maskapai penerbangan Air India.WIKIMEDIA COMMONS/PREMKUDVA Ilustrasi pesawat Boeing 787 Dreamliner yang dioperasikan maskapai penerbangan Air India.Wilson menjelaskan, pesawat tersebut luput dari pencatatan perusahaan karena proses restrukturisasi internal yang panjang.

Pesawat itu awalnya dimiliki Indian Airlines sebelum merger dengan Air India pada 2007. Setelah sempat disewakan ke India Post untuk operasional kargo, pesawat kemudian dipensiunkan dan diparkir.

“Seiring waktu, pesawat itu hilang dari ingatan dan baru terungkap ketika rekan-rekan kami di Bandara Kolkata memberi tahu keberadaannya di area parkir yang sangat terpencil,” ujar Wilson.

Air India memastikan bahwa pesawat tersebut memang masih aset perusahaan, meski tidak pernah tercantum dalam dokumen penting saat proses privatisasi dan pengalihan aset kepada Tata Group pada 2022.

Baca juga: Siapa Pilot Air India 171 yang Disorot soal Saklar Bahan Bakar Mesin?

Menurut laporan Tribune India, aset yang tidak tercantum dalam daftar inventaris saat pengambilalihan memang sangat rentan terlupakan, terlebih jika sudah tidak beroperasi selama bertahun-tahun.

Setelah dilakukan verifikasi, Air India setuju untuk membayar seluruh tagihan parkir senilai sekitar Rp 1,8 miliar.

Pesawat itu kemudian resmi dipindahkan dari area parkir bandara Kolkata pada 14 November 2025, dan dibawa melalui jalur darat menuju Bengaluru.

Kejadian ini menuai perhatian publik dan analis industri penerbangan. John Strickland, pendiri JLS Consulting, mengatakan bahwa kasus seperti ini tergolong sangat langka.

“Mengingat ketatnya pengawasan regulasi, sulit membayangkan sebuah maskapai benar-benar kehilangan jejak sebuah pesawat,” ujar Strickland kepada The Telegraph.

Menurutnya, umumnya setiap komponen pesawat, termasuk nomor seri dan riwayat perawatan, dikelola secara sistematis oleh maskapai penerbangan.

Boeing 737-200 merupakan generasi awal dari seri 737 yang diperkenalkan pada akhir 1960-an.

Jenis ini sudah lama dipensiunkan dari layanan penumpang dan kini tidak lagi memiliki nilai jual signifikan, meskipun beberapa komponen seperti mesin Pratt & Whitney-nya masih dapat dimanfaatkan.

Baca juga: Menguak 32 Detik Terakhir Air India 171 Sebelum Jatuh

Sumber: Kompas.com (Penulis: Danur Lambang Pristiandaru | Editor: Danur Lambang Pristiandaru)

Tag:  #india #lupa #tahun #parkir #pesawat #bandara #ditagih #ongkos

KOMENTAR