Nilai Tukar Petani Turun di Tengah Naiknya Harga Beras
Ilustrasi petani di sawah.(Dok. Kementan)
15:40
2 Februari 2026

Nilai Tukar Petani Turun di Tengah Naiknya Harga Beras

- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Januari 2026 turun 1,40 persen dibandingkan Desember 2025, dari 125,35 menjadi 123,60.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Pada Januari 2026, It tercatat turun 1,85 persen, sementara Ib hanya turun 0,45 persen.

“Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani tersebut terutama cabai rawit, bawang merah, cabai merah dan juga gabah,” ujar Ateng dalam paparan BPS di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Amran Sebut 1.000 Ton Beras Ilegal di Bea Cukai Kepri Khianati Petani

Ateng mengatakan, penurunan NTP terjadi di tengah dinamika harga pangan, khususnya beras.

Harga beras naik

BPS mencatat rata-rata harga beras justru mengalami kenaikan di seluruh rantai distribusi pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Jika dilihat di tingkat penggilingan, harga beras naik 0,75 persen secara bulanan (month to month/m-to-m). Sementara di tingkat grosir, harga beras meningkat 0,40 persen, dan di tingkat eceran naik 0,16 persen.

Kenaikan harga beras tersebut melanjutkan tren yang terjadi pada bulan sebelumnya, di mana kenaikan harga terjadi di setiap mata rantai pasok, mulai dari penggilingan hingga konsumen akhir.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang belum sepenuhnya mereda meskipun memasuki awal tahun.

Situasi dan kondisi pedagang beras di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/9/2025).KOMPAS.com/M. Elgana Mubarokah Situasi dan kondisi pedagang beras di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/9/2025).Di sisi lain sebut dia, turunnya indeks harga yang diterima petani mengindikasikan bahwa kenaikan harga beras di pasar belum sepenuhnya dinikmati oleh petani, terutama pada periode panen tertentu.

Selisih pergerakan harga antara hulu dan hilir ini menjadi salah satu faktor yang menekan kesejahteraan petani.

BPS menilai, perkembangan NTP perlu terus dicermati karena menjadi salah satu indikator penting dalam melihat daya beli dan tingkat kesejahteraan petani.

Pergerakan harga hasil pertanian dan biaya produksi ke depan akan sangat menentukan arah NTP pada bulan-bulan selanjutnya.

Sebagai informasi, jika NTP naik, maka harga hasil panen petani naik lebih cepat daripada harga barang-barang yang mereka beli.

NTP sendiri merupakan indikator yang mengukur kemampuan daya beli petani di pedesaan, menunjukkan seberapa baik mereka bisa bertukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Baca juga: “Mak Comblang Project” Pertemukan Petani-Dapur MBG

Tag:  #nilai #tukar #petani #turun #tengah #naiknya #harga #beras

KOMENTAR