Harga Perak Dunia Anjlok 15 Persen Usai Cetak Rekor Tertinggi
Harga perak dunia anjlok tajam setelah reli besar yang sebelumnya mendorong logam mulia itu ke rekor tertinggi.(canva.com)
17:12
2 Februari 2026

Harga Perak Dunia Anjlok 15 Persen Usai Cetak Rekor Tertinggi

– Harga perak dunia anjlok tajam setelah reli besar yang sebelumnya mendorong logam mulia itu ke rekor tertinggi.

Pada perdagangan Senin (2/2/2026) pagi, harga perak turun 15 persen ke bawah 72 dollar AS per troy ons. Sebelumnya, pada Jumat (30/1/2026), harga perak bahkan sempat merosot hingga 27 persen dalam satu sesi.

Koreksi tajam ini terjadi setelah lonjakan signifikan yang membawa harga perak menembus rekor lebih dari 120 dollar AS per troy ons pada akhir Januari tahun ini.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Hari Ini Anjlok, Aksi Jual Guncang Pasar Global

Sentimen The Fed dan Penguatan Dollar AS

Sebelumnya, logam mulia terdorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. Pasar juga mencermati isu independensi bank sentral Amerika Serikat (AS), yang sempat menambah kekhawatiran pelaku pasar.

Namun, sentimen berubah pada Jumat (30/1/2026) setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh, mantan gubernur bank sentral, sebagai ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru menggantikan Jerome Powell.

Penunjukan tersebut secara umum disambut positif oleh pasar keuangan. Dollar AS pun menguat sekitar 1 persen terhadap sejumlah mata uang utama.

Dikutip dari BBC, Senin (2/2/2026), analis Deutsche Bank menyebut kabar nominasi Kevin Warsh sebagai pemicu utama aksi jual pada Jumat pekan lalu.

Seiring penguatan dollar AS, harga emas di pasar spot juga mencatat penurunan harian terdalam sejak 1983 dengan koreksi lebih dari 9 persen, sementara harga perak merosot 27 persen dalam sehari.

Baca juga: Harga Perak Ambles Lebih dari 30 Persen Usai Pencalonan Ketua The Fed

Tekanan Menjalar ke Bursa Global

Tekanan di pasar logam mulia turut merembet ke pasar keuangan global. Bursa saham Asia melemah pada awal pekan.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penurunan setelah turun lebih dari 5 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 3 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang terkoreksi lebih dari 1 persen.

Di Eropa, indeks FTSE 100 Inggris turun 0,4 persen pada awal perdagangan. Saham perusahaan tambang ikut tertekan, dengan Fresnillo dan Endeavour Mining masing-masing melemah sekitar 7 persen.

Baca juga: Harga Perak Anjlok 6,5 Persen Setelah Sentuh Rekor 121,66 Dollar AS

Harga Minyak Dunia Ikut Turun

Di pasar energi, harga minyak mentah juga jatuh lebih dari 5 persen. Penurunan dipengaruhi oleh kesepakatan produsen utama untuk mempertahankan produksi serta tanda-tanda meredanya ketegangan antara AS dan Iran.

Penguatan dollar AS turut membebani harga minyak. Komoditas tersebut diperdagangkan dalam dollar AS, sehingga menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS ketika mata uang tersebut menguat.

Harga emas dan perak. Harga perak dunia anjlok tajam setelah reli besar yang sebelumnya mendorong logam mulia itu ke rekor tertinggi. Harga emas dan perak. Harga perak dunia anjlok tajam setelah reli besar yang sebelumnya mendorong logam mulia itu ke rekor tertinggi.

Reli Panjang Berbalik Arah

Sepanjang 2025, logam mulia mencatat kinerja yang sangat kuat. Harga emas membukukan kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, sementara perak berulang kali mencetak rekor tertinggi.

Kenaikan harga didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif Trump serta tingginya valuasi saham berbasis kecerdasan buatan yang dinilai terlalu mahal.

Analis Wall Street sebelumnya memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada 2026. Dalam kondisi suku bunga rendah, logam mulia biasanya lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Baca juga: Harga Perak Tembus 100 Dollar AS, Reli Tajam Picu Euforia dan Kewaspadaan

Reli harga emas dalam beberapa tahun terakhir juga ditopang oleh peningkatan pembelian bullion oleh bank sentral.

Dalam setahun terakhir, ketidakpastian geopolitik, termasuk kebijakan tarif AS, semakin memperkuat permintaan terhadap aset safe haven. Namun, kenaikan yang terlalu cepat juga membuka ruang koreksi.

Dikutip dari Reuters, Head of Research Asia Bank Julius Baer, Mark Matthews, mengatakan bahwa salah satu penjelasan atas penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir adalah karena harga logam mulia sebelumnya sudah naik secara parabolik dalam sepekan terakhir.

“Begitu aksi ambil untung dimulai, penurunan itu langsung membesar,” ujarnya.

Tag:  #harga #perak #dunia #anjlok #persen #usai #cetak #rekor #tertinggi

KOMENTAR