BPS Catat Deflasi 0,15 Persen pada Januari 2026, Dipicu Penurunan Harga Cabai hingga Telur Ayam
Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). Menjelang hari Natal dan Tahun baru 2023 sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, menurut pedagang harga telur ayam naik dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 31.000 - 35.000 tergantung tinggkat pengecer. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
18:27
2 Februari 2026

BPS Catat Deflasi 0,15 Persen pada Januari 2026, Dipicu Penurunan Harga Cabai hingga Telur Ayam

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Januari 2026. Deflasi ini tercermin dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026.

"Pada Januari tahun 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara month to month atau terjadi penurunan indeks harga IHK dari 109,92 pada Desember 2025 menurun menjadi 109,75 pada Januari tahun 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2).

Lebih rinci ia membeberkan bahwa kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 1,03 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,30 persen.

Sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama penurunan harga, terutama cabai merah dengan andil deflasi 0,16 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,08 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen seiring panen raya, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,03 persen.

Selain pangan, komoditas lain yang turut menyumbang deflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara, masing-masing dengan andil 0,03 persen. Meski demikian, beberapa komoditas masih memberikan tekanan inflasi pada Januari 2026. Emas perhiasan tercatat menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,16 persen, diikuti ikan segar sebesar 0,06 persen, serta tomat sebesar 0,02 persen.

Berdasarkan komponen pembentuk inflasi, Ateng menyebut komponen harga bergejolak atau volatile food menjadi pendorong utama deflasi Januari 2026. Komponen ini mengalami deflasi 1,96 persen dan memberikan andil deflasi terbesar sebesar 0,33 persen.

“Deflasi terutama didorong oleh komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras,” jelasnya.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami deflasi 0,32 persen dengan andil 0,06 persen, terutama berasal dari bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota.

"Sedangkan komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti yaitu emas perhiasan sewa rumah, sepeda motor dan juga nasi dengan lauknya," tukasnya.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #catat #deflasi #persen #pada #januari #2026 #dipicu #penurunan #harga #cabai #hingga #telur #ayam

KOMENTAR