CEO Nvidia Jensen Huang Bantah Ketidakpuasan terhadap OpenAI dan Tegaskan Rencana Investasi Sangat Besar
- Di tengah kegaduhan pasar teknologi global dan spekulasi media internasional, Jensen Huang tampil sebagai figur yang berupaya mengendalikan narasi. CEO Nvidia itu secara terbuka menegaskan bahwa hubungan perusahaannya dengan OpenAI tetap solid, strategis, dan berorientasi jangka panjang, bukan rapuh sebagaimana digambarkan sebagian laporan pers bisnis Amerika Serikat (AS).
Dalam konteks geopolitik teknologi, klarifikasi Huang dibaca bukan sekadar bantahan personal, melainkan sinyal kepercayaan diri Nvidia sebagai pemain kunci ekosistem kecerdasan buatan global. Di saat persaingan chip AI makin sengit, terutama menghadapi raksasa seperti Google dan Anthropic, Nvidia justru memilih memperdalam kemitraan dengan pengembang ChatGPT ketimbang menarik diri.
Dilansir dari Reuters, Senin (2/2/2026), polemik bermula setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa rencana investasi Nvidia hingga USD 100 miliar (Rp 1.677 triliun, kurs Rp 16.770 per dolar AS) ke OpenAI yang diumumkan pada September 2025 disebut "tersendat." Laporan itu juga menyatakan bahwa kesepakatan awal bersifat tidak mengikat serta belum difinalisasi secara hukum.
Selain itu, laporan tersebut menyebut Huang secara privat menilai pendekatan bisnis OpenAI kurang disiplin serta mengungkapkan kekhawatiran mengenai tekanan persaingan dari Google (Alphabet) dan Anthropic. Penilaian inilah yang kemudian memicu spekulasi di kalangan pelaku industri bahwa hubungan Nvidia dan OpenAI mungkin mengalami ketegangan.
Menjawab semua itu di Taipei, Huang menepis anggapan tersebut dengan tegas. "Mengatakan bahwa saya tidak puas dengan OpenAI adalah omong kosong," ujarnya kepada wartawan, menandai penolakan langsung terhadap framing negatif yang beredar.
Dia kemudian memberikan pernyataan dukungan yang sangat eksplisit. "Kami akan melakukan investasi yang sangat besar ke OpenAI. Saya percaya pada OpenAI, pekerjaan mereka luar biasa. Mereka adalah salah satu perusahaan paling menentukan di era kita, dan saya sangat senang bekerja dengan Sam," kata Huang, merujuk kepada CEO OpenAI, Sam Altman.
Huang juga memastikan keterlibatan Nvidia dalam putaran pendanaan terbaru OpenAI. "Sam sedang menyelesaikan putaran pendanaan, dan kami pasti akan terlibat. Kami akan menanamkan dana dalam jumlah yang sangat besar, kemungkinan investasi terbesar yang pernah kami lakukan," tegasnya.
Namun, Huang menolak anggapan bahwa investasi Nvidia akan kembali mencapai USD 100 miliar. Ketika ditanya apakah nilainya akan melampaui angka itu, dia menjawab tegas, "Tidak, tidak, sama sekali tidak seperti itu." Huang menambahkan bahwa besaran final pendanaan sepenuhnya menjadi wewenang Sam Altman untuk diumumkan.
Di sisi lain, Reuters melaporkan bahwa OpenAI tengah menggalang dana hingga USD 100 miliar dengan target valuasi sekitar USD 830 miliar. Pada saat yang sama, Amazon disebut sedang bernegosiasi untuk berinvestasi hingga USD 50 miliar, menunjukkan bahwa OpenAI kini menjadi salah satu pusat gravitasi utama arus modal global dalam perlombaan kecerdasan buatan.
Pernyataan Huang disampaikan setelah dia menghadiri pertemuan dengan pemasok utama Nvidia di Taiwan, termasuk TSMC, yang oleh media lokal dijuluki "makan malam triliunan dolar" karena besarnya kapitalisasi pasar para pesertanya. Momentum ini menegaskan posisi Taiwan sebagai simpul vital rantai pasok semikonduktor global yang menopang ambisi investasi Nvidia di sektor kecerdasan buatan.
Secara strategis, sikap Huang menunjukkan bahwa Nvidia tidak menarik diri dari OpenAI, tetapi justru memperdalam kemitraan sambil menjaga fleksibilitas finansial. Dalam persaingan global AI, hubungan antara pembuat chip dan pengembang model kini menjadi faktor penentu arah kepemimpinan teknologi dunia.
Tag: #nvidia #jensen #huang #bantah #ketidakpuasan #terhadap #openai #tegaskan #rencana #investasi #sangat #besar