Dokter Jelaskan Posisi Menggendong Anak yang Aman untuk Panggul dan Tulang
Ilustrasi(FREEPIK)
20:10
2 Februari 2026

Dokter Jelaskan Posisi Menggendong Anak yang Aman untuk Panggul dan Tulang

– Menggendong anak terlihat seperti aktivitas sederhana yang dilakukan hampir setiap hari oleh orangtua. 

Namun, posisi gendong yang keliru bisa berdampak pada kesehatan tulang dan panggul anak dalam jangka panjang. 

Oleh karena itu, penting bagi orangtua memahami cara menggendong anak yang benar sesuai anjuran medis.

Baca juga: Kapan Orangtua Harus Berhenti Menggendong Anak?

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K) menjelaskan, prinsip utama dalam menggendong anak adalah memastikan posisi yang nyaman bagi orangtua dan aman bagi tubuh anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Posisi menggendong yang nyaman dan aman

Menurut Aulia, tidak ada satu posisi menggendong yang mutlak paling benar. Hal terpenting adalah kenyamanan orangtua dan posisi tubuh anak yang tetap natural. 

“Sebenarnya untuk posisi gendong yang paling bagus adalah ketika orangtuanya nyaman. Misalnya anak menempel ke badan orangtua dengan kaki yang terbuka atau seperti mengangkang,” ujar Aulia dalam diskusi media, belum lama ini.

Posisi kaki yang terbuka ini memungkinkan panggul anak berada dalam posisi alami dan terbuka  

Panggul anak, terutama bayi, masih dalam tahap perkembangan, sehingga membutuhkan ruang untuk bergerak dan menyesuaikan bentuknya secara optimal.

Dalam praktiknya, anak bisa digendong menghadap ke orangtua maupun menghadap ke depan. 

Aulia menegaskan, arah hadap bukan masalah utama, selama posisi kaki anak tetap terbuka. 

“Posisi anak menghadap ke orangtuanya boleh atau menghadap depan tapi kakinya terbuka juga tidak masalah,” kata dia.

Pentingnya posisi kaki terbuka

Aulia mengungkap, di sejumlah negara, sudah tersedia gendongan khusus yang dirancang untuk mendukung kesehatan panggul anak. 

“Di luar negeri itu ada beberapa gendongan dengan cap khusus untuk menghindari Hip Dysplasia. Jadi posisi panggul anak tetap keluar dengan kaki terbuka,” jelasnya.

Hip dysplasia merupakan kondisi ketika sendi panggul tidak berkembang dengan sempurna. 

Risiko ini bisa meningkat jika anak sering berada dalam posisi kaki lurus dan rapat dalam waktu lama, termasuk saat digendong atau dibedong terlalu ketat.

Baca juga: Benarkah Kekurangan Vitamin D Bisa Menyebabkan Kaki Anak X dan O?

Dengan kaki yang terbuka dan sedikit mengangkang, kepala tulang paha dapat berada pada posisi yang lebih stabil di dalam rongga panggul, sehingga mendukung proses pertumbuhan yang normal.

Posisi menggendong yang sebaiknya dihindari

Tak hanya soal posisi ideal, Aulia juga mengingatkan orangtua untuk menghindari beberapa kebiasaan menggendong yang masih sering dilakukan. 

Salah satunya adalah menggendong anak dengan kedua kaki berada di satu sisi tubuh orangtua, terutama jika gendongan dipasang terlalu kencang.

“Sementara kalau gendong dengan posisi kedua kaki anak di samping, lalu gendongannya terlalu kencang, itu kurang disarankan,” ujarnya. 

Posisi ini berpotensi memberikan tekanan yang tidak merata pada panggul dan tulang belakang anak.

Gendongan yang terlalu ketat juga membatasi ruang gerak anak. Padahal, kemampuan bergerak bebas penting untuk membantu perkembangan otot, sendi, serta pernapasan anak.

Prinsip aman saat menggendong anak

Sebagai panduan sederhana, Aulia menekankan dua prinsip utama yang bisa diterapkan orangtua saat menggendong. 

“Sebisa mungkin kakinya terbuka dan gendongannya jangan terlalu kencang, supaya anak bisa leluasa bernapas dan bergerak,” kata dia.

Dengan memperhatikan posisi kaki, panggul, dan tingkat kekencangan gendongan, orangtua dapat membantu menjaga kesehatan tulang anak sejak dini. 

Menggendong bukan sekadar soal kenyamanan sesaat, tetapi juga bagian penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan.

 Baca juga: Membedong Anak Bisa Mengatasi Kaki X dan O, Mitos atau Fakta?

Tag:  #dokter #jelaskan #posisi #menggendong #anak #yang #aman #untuk #panggul #tulang

KOMENTAR