Negosiasi dengan MSCI, BEI-OJK Sodorkan Free Float Naik dan Data Investor Dibuka
Otoritas pasar modal telah menyodorkan proposal solusi kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) perihal sejumlah isu yang sebelumnya menjadi catatan kritis lembaga pengelola indeks global tersebut.
Proposal solusi diajukan dalam pertemuan negosiasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan perwakilan MSCI secara daring pada Senin sore (2/2/2026).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK, Hasan Fawzi, mengatakan proposal mencakup seluruh isu utama yang disoroti MSCI.
Paketnya terdiri dari perluasan pengungkapan kepemilikan saham emiten, pendalaman klasifikasi investor, serta rencana kenaikan ambang free float minimum.
Baca juga: Ikut Negosiasi dengan MSCI, CIO Danantara Buka Isu Free Float hingga Dana Pensiun
Proposal juga tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi disertai rencana tindak lanjut untuk memastikan seluruh isu dapat dijawab dan diimplementasikan sesuai dengan komitmen yang telah disepakati.
“Secara umum, hari ini yang dilakukan OJK bersama Bursa dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan concern dan isu yang terkait dua hal utama. Dan kemudian kami sudah memiliki rencana untuk melakukan pemenuhan atas semua isu yang terkait,” ujar Hasan Fawzi saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta.
Pada aspek keterbukaan kepemilikan saham, regulator pasar modal memastikan membuka disclosure pemegang saham dengan porsi di bawah 5 persen hingga level di atas 1 persen.
Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kejelasan kepemilikan manfaat (beneficial ownership) dan meningkatkan kredibilitas data pasar.
“Terkait dengan disclosure atas kepemilikan pemegang saham dengan porsi di bawah 5 persen yang kita komitmen untuk dapat dilakukan, untuk kepemilikan saham di atas bahkan 1 persen,” paparnya.
Selanjutnya, KSEI akan mendetailkan klasifikasi investor. Jika sebelumnya data dikelola dalam sembilan tipe investor utama, ke depan akan dirinci menjadi 27 sub-tipe.
Hal ini ditujukan untuk meningkatkan granularitas data, memperjelas profil kepemilikan, dan mengurangi ambiguitas dalam pembacaan struktur investor oleh pelaku pasar global.
“Yang kita ketahui saat ini terbatas hanya di 9 tipe investor utama, tapi nanti akan dirinci menjadi 27 sub-tipe investor yang akan lebih memunculkan klarifikasi dan juga kredibilitas pengungkapan beneficial ownership dari kepemilikan saham tersebut,” beber Hasan.
Pada dimensi likuiditas, OJK menyampaikan proposal kenaikan free float minimum dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Implementasi kebijakan ini dirancang bertahap dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pasar agar transisi berjalan terukur tanpa mengganggu stabilitas perdagangan.
“Kemudian juga yang ketiga, kami juga sudah menyampaikan proposal terkait rencana kenaikan free float dari pengaturan saat ini di minimum 7,5 persen menjadi 15 persen, yang tentu pelaksananya akan dilakukan secara bertahap dan dilakukan bersama seluruh pelaku dalam hari ini,” katanya.
Menurut Hasan, diskusi dengan tim analis MSCI berlangsung konstruktif.
MSCI bahkan menyatakan kesiapan memberikan panduan teknis terkait metodologi dan tata cara perhitungan yang akan digunakan.
Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan di level teknis dan menjaga jalur komunikasi terbuka.
OJK juga menegaskan komitmen melakukan pembaruan rutin kepada publik mengenai progres implementasi, sebagai bagian dari penguatan transparansi.
Evaluasi akhir tetap berada pada mekanisme penilaian MSCI, namun regulator berharap paket solusi ini dapat memperoleh konfirmasi penerimaan pada tahap selanjutnya.
Regulator menilai agenda MSCI selaras dengan rencana aksi regulator, khususnya klaster transparansi yang mencakup pengungkapan ultimate beneficial ownership dan penguatan likuiditas melalui kebijakan free float.
“Untuk reminder saja, apa yang menjadi concern MSCI, itu sangat selaras dengan beberapa program rencana aksi kami yang kemarin Ketua Bu Kiki canangkan dari delapan rencana aksi, khususnya terkait dengan klaster transparansi, yang terkait dengan pengungkapan ultimate beneficial ownership, dan juga terkait dengan likuiditas untuk mendorong peningkatan free float sebagai kebijakan baru di pasar modal kita,” kata Hasan Fawzi.
Baca juga: 602 Saham “Terbakar”, IHSG Anjlok 4,37 Persen Jelang OJK dan BEI Bertemu MSCI
Tag: #negosiasi #dengan #msci #sodorkan #free #float #naik #data #investor #dibuka