OJK: Setelah 4 Hari Asing Net Sell, Hari Ini Asing Net Buy Rp 654,9 M
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat Dialog Pasar Modal yang digelar di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026)(DOKUMENTASI OJK)
18:48
2 Februari 2026

OJK: Setelah 4 Hari Asing Net Sell, Hari Ini Asing Net Buy Rp 654,9 M

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pelemahan tajam.

Indeks anjlok 4,88 persen atau turun 406,87 poin ke level 7.922,73, di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar saham domestik.

Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, di balik pelemahan IHSG hari ini terdapat sinyal positif, yakni kembalinya aksi beli investor asing, setelah empat hari sebelumnya mencatatkan penjualan bersih.

Di mana investor asing membukukan net buy sebesar Rp 654,9 miliar.

Baca juga: IHSG Anjlok, CIO Danantara Sebut Ada Rotasi ke Saham Fundamental

“Bagaimana pasar kita pada hari ini ditutup turun 4,88 persen. Jadi indeks di 7.922,73. Namun di balik angka penurunan tersebut, tentu ada hal lain yang harus kita lihat juga dan ini hal yang sangat baik. Ternyata setelah 4 hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar,” ujar Friderica saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta.

Meskipun IHSG ditutup melemah, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa transaksi memperlihatkan adanya pembelian bersih asing yang terkonsentrasi pada saham perbankan, telekomunikasi, energi, hingga pertambangan.

Saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar

Beberapa saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar tercatat pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Investor asing membukukan net buy sekitar Rp 439,50 miliar, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 2,45 triliun dan volume sekitar 3,27 juta saham.

Posisi berikutnya ditempati PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang mencatatkan pembelian bersih asing sebesar Rp 158,04 miliar, dengan nilai transaksi sekitar Rp 308,74 miliar.

Dari sektor energi dan pertambangan, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) masuk dalam daftar saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini, dengan net buy Rp 123,71 miliar.

Disusul PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang membukukan pembelian bersih asing Rp 94,53 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan net buy sekitar Rp 85,91 miliar.

Minat asing juga terlihat pada saham energi lain, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang dibeli bersih sekitar Rp 77,11 miliar, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan net buy sekitar Rp 56,42 miliar.

Kemudian, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dibeli bersih asing sekitar Rp 71,77 miliar, sedangkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masing-masing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 67,86 miliar dan Rp 66,63 miliar.

Kondisi pasar domestik dalam konteks lebih luas

Lebih jauh, wanita yang akrab disapa Kiki itu menilai kondisi pasar domestik juga perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, karena tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga melanda pasar regional.

Bahkan, indeks saham di kawasan Asia kompak melemah, dengan koreksi paling dalam terjadi di Korea Selatan, di mana Korea Composite Stock Price Index turun lebih dari 5 persen.

Pelemahan juga terlihat di bursa Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok, seiring dengan turunnya harga emas.

Kiki mencatat, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar bersifat global.

Meski IHSG ditutup melemah, ia menekankan masih terdapat sisi positif yang bisa dicermati.

Saham-saham yang terkoreksi umumnya merupakan saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan harga signifikan.

Hal ini mencerminkan adanya penyesuaian dan rebalancing portofolio oleh investor, bukan pelemahan yang disebabkan oleh memburuknya fundamental pasar secara menyeluruh.

“Jadi pasar kita hari ini walaupun turun tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat. Dan kalau kita lihat hari ini saham-saham yang turun adalah saham-saham yang selama ini memang harganya sudah tinggi. Jadi kalau kita melihat investor melakukan rebalancing portofolio mereka,” bebernya.

“Dan kemudian nanti kalau saham-saham yang fundamentalnya bagus, nanti Pak Pandu silakan menyampaikan dari sisi investor, itu kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus itu naik ya, walaupun sedikit tapi naik,” lanjut Kiki.

Baca juga: 602 Saham “Terbakar”, IHSG Anjlok 4,37 Persen Jelang OJK dan BEI Bertemu MSCI

Tag:  #setelah #hari #asing #sell #hari #asing #6549

KOMENTAR