Dampak Dehidrasi bagi Kesehatan Kulit, Mudah Iritasi hingga Kusam
– Banyak orang mengaitkan kebutuhan minum air dengan rasa haus. Padahal, kurangnya asupan cairan juga dapat terlihat dari kondisi kulit.
Kulit yang tampak kusam, kering, atau terasa tidak nyaman bisa menjadi sinyal bahwa tubuh mengalami dehidrasi.
“Hidrasi adalah salah satu faktor penting penting yang berperan dalam menjaga kesehatan dan ketahanan kulit,” ujar dokter spesialis kulit Oben Ojong, seperti dikutip dari EatingWell, Senin (2/1/2026).
Menurutnya, seluruh sel tubuh membutuhkan air agar dapat berfungsi optimal, termasuk sel-sel kulit.
Meski produk perawatan topikal seperti pelembap berperan penting, asupan cairan dari dalam tetap dibutuhkan untuk menunjang fungsi kulit secara menyeluruh.
Baca juga: 5 Cara Menjaga Kulit agar Tidak Kering dan Kusam
Peran air bagi kesehatan kulit
Sekitar dua pertiga tubuh manusia terdiri dari air, dan sebagian di antaranya berada di dalam sel kulit.
Ojong menjelaskan, dalam jangka pendek, kurang minum air dapat membuat lapisan terluar kulit kehilangan kelembapan.
Jika kondisi ini berlangsung lama, dehidrasi kronis berpotensi memengaruhi fungsi kulit, termasuk mempercepat tanda penuaan dan melemahkan perannya sebagai pelindung tubuh.
Sebagai organ terbesar, kulit tidak hanya berfungsi dari sisi estetika. Kulit berperan sebagai pelindung dari paparan lingkungan, membantu mengatur suhu tubuh, serta menjaga keseimbangan cairan. Ketika tubuh kekurangan air, fungsi-fungsi ini dapat terganggu.
Baca juga: Hindari 5 Warna Baju yang Bikin Wajah Kusam
Kulit tampak kusam dan kurang elastis
Menurut Ojong, salah satu dampak paling mudah dikenali dari dehidrasi adalah perubahan tampilan kulit. Kulit dapat terlihat kusam, tidak merata, muncul garis halus, hingga terasa kasar dan bersisik.
Di samping itu, dokter spesialis kulit Arjun Dupati menjelaskan bahwa sel kulit yang terhidrasi dengan baik akan tampak lebih “penuh”, sehingga tekstur kulit terlihat lebih sehat.
“Bahkan, satu hingga dua hari hidrasi yang lebih baik dapat memperbaiki penampilan kulit yang kusam atau lelah,” jelas Dupati.
Menurutnya, peningkatan asupan cairan selama satu hingga dua hari saja dapat membantu memperbaiki tampilan kulit yang tampak lelah akibat dehidrasi ringan.
Namun, minum air bukan solusi instan untuk mengatasi penuaan akibat paparan sinar matahari atau berkurangnya kolagen. Hidrasi membantu, tetapi tidak menggantikan perlindungan kulit secara menyeluruh.
“Menjaga tubuh tetap terhidrasi sedikit membuat kulit lembap, tetapi tidak akan menghilangkan garis-garis yang disebabkan oleh kerusakan akibat sinar matahari atau kehilangan kolagen,” kata Ojong.
Baca juga: 8 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kusam agar Lebih Cerah
Perlindungan kulit bisa melemah
Kurangnya asupan cairan juga dapat memengaruhi kekuatan skin barrier atau lapisan pelindung kulit.
Kulit yang telah mengalami kekeringan akan lebih sulit mempertahankan kelembapan dan lebih rentan terhadap iritasi serta paparan polusi.
“Lapisan pelindung kulit yang berulang kali kering menjadi kurang efektif dalam mencegah masuknya iritan dan polusi serta mengunci air yang bermanfaat di dalamnya,” ungkap Ojong.
Meski minum cukup air penting, Ojong dan Dupati menekankan bahwa perlindungan skin barrier juga dipengaruhi oleh pola makan, perawatan kulit yang tepat, kualitas tidur, dan perlindungan dari sinar ultraviolet dengan penggunaan tabir surya.
Baca juga: Ini Cara Mudah Atasi Wajah Kusam dan Lengket saat Cuaca Panas
Proses penyembuhan kulit melambat
Dehidrasi turut berdampak pada kemampuan kulit untuk memperbaiki diri.
Ketika tubuh kekurangan cairan, proses pengantaran oksigen dan nutrisi ke jaringan menjadi kurang optimal sehingga luka kecil atau iritasi dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Asupan cairan yang cukup membantu mendukung regenerasi jaringan dan proses penyembuhan kulit secara alami.
Pengaturan suhu tubuh ikut terganggu
Selain memengaruhi tampilan dan fungsi pelindung kulit, kurang minum air juga dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur suhu.
Kulit berperan penting dalam proses pelepasan panas melalui aliran darah dan keringat, namun mekanisme ini tidak dapat bekerja optimal ketika tubuh mengalami dehidrasi.
“Dalam kondisi terhidrasi dengan baik, tubuh dapat memproduksi keringat secara efisien dan mengalirkan darah ke permukaan kulit untuk membantu melepaskan panas,” jelas Ojong.
Sebaliknya, saat tubuh kekurangan cairan, produksi keringat menurun dan aliran darah ke kulit berkurang sehingga risiko tubuh mengalami panas berlebih menjadi lebih tinggi.
Baca juga: Muncul Rasa Haus Berarti Dehidrasi? Belum Tentu
Cara menjaga hidrasi kulit dari dalam
Ojong dan Dupati sepakat bahwa pelembap penting, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan cairan tubuh.
Untuk menjaga hidrasi dari dalam, keduanya menyarankan mengonsumsi air putih dan minuman tanpa gula secara rutin sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar.
Makanan juga berkontribusi terhadap asupan cairan harian. Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, mentimun, jeruk, stroberi, dan sayuran hijau, dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan antioksidan yang baik bagi kulit.
Selain itu, asupan nutrisi seperti protein, vitamin C, dan lemak sehat juga berperan dalam memperkuat skin barrier dan membantu kulit mempertahankan kelembapannya.
Baca juga: Cek 6 Gejala Dehidrasi Saat Anak Diare, Orangtua Wajib Tahu
Tag: #dampak #dehidrasi #bagi #kesehatan #kulit #mudah #iritasi #hingga #kusam