Literasi Keuangan, Kredit Pintar Ajak Penyandang Disabilitas Pahami Pinjaman Digital
– Literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memenuhi kebutuhan dasar, merencanakan masa depan, hingga menghadapi situasi tak terduga.
Pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan disebut dapat membantu masyarakat menghindari risiko finansial dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.
Dengan latar belakang tersebut, Kredit Pintar melalui inisiatif Kelas Pintar Bersama kembali menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bertajuk Finansial Inklusif untuk Semua.
Baca juga: Daftar Pinjol Resmi OJK Februari 2026, Ada 95 Aplikasi Legal dan Aman
Ilustrasi penyandang disabilitas, penyandang disabilitas di bandara.
Pada kegiatan kali ini, Kredit Pintar menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra strategis untuk mendorong pemahaman keuangan yang aman, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Head of Brand & Communications Kredit Pintar Puji Sukaryadi mengatakan, literasi keuangan merupakan hak setiap orang, termasuk teman-teman difabel.
“Setiap orang berhak paham keuangan, termasuk teman-teman difabel. Untuk itu, mari kita belajar bersama dalam suasana yang aman dan inklusif tanpa takut salah. Mari memahami keuangan dengan cara yang mudah dan jujur bersama Kredit Pintar,” ujar Puji dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola uang, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, serta pengenalan layanan pinjaman melalui aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi jelas untuk keamanan pengguna.
Baca juga: YLKI Nilai Skema Cicilan Tadpole Pinjol Berpotensi Rugikan Konsumen
Selain itu, peserta juga dibekali informasi mengenai risiko jika tidak bijak dalam meminjam, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.
Ilustrasi pinjaman online atau pinjol. Pinjol adalah. Apa itu pinjol. Pengertian pinjol.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang disebut ramah, terbuka, dan mudah dipahami. Dengan demikian, peserta dapat belajar tanpa rasa takut untuk bertanya maupun menyampaikan kendala yang dihadapi.
Ketua Umum PPDI Norman Yulian mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam memahami serta mengakses layanan keuangan.
“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu kami mengambil keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari," sebut Norman.
Baca juga: OJK Batasi Utang Pinjol Maksimal 30 Persen dari Gaji Mulai 2026
"Kami mengapresiasi inisiatif Kredit Pintar yang menghadirkan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan tanpa stigma. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,” imbuh dia.
Kredit Pintar menyatakan berupaya menjadi mitra masyarakat dalam mengelola keuangan. Puji menegaskan, literasi keuangan yang aman dan inklusif menjadi kunci dalam membangun kesejahteraan bersama.
“Kredit Pintar percaya bahwa literasi keuangan yang aman dan inklusif adalah kunci dalam membangun kesejahteraan bersama. Karena setiap orang berhak merasa aman dan mandiri secara finansial. Memahami keuangan membantu kita mengenali kebutuhan, menggunakan uang dengan bijak, serta tahu ke mana harus bertanya dan mengadu jika mengalami kesulitan. Belajar keuangan tidak perlu takut salah. Kita belajar bersama, dengan cara yang mudah, aman, dan saling mendukung,” kata Puji.
Sejak 2022 hingga Januari 2026, program Kelas Pintar Bersama disebut telah menjangkau lebih dari 3.200 anggota masyarakat di 43 kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan.
Baca juga: Kredit Macet Pinjol Melonjak, Sektor Produktif Mendominasi
“Jumlah ini akan terus bertambah seiring komitmen Kredit Pintar dalam menyediakan edukasi yang merata, memperluas inklusi keuangan, serta membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital, termasuk dalam hal ini menjangkau masyarakat difabel,” tambah Puji.
Dari sisi kinerja penyaluran pinjaman, sepanjang 2025 Kredit Pintar membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp 9,5 triliun.
Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp 60,5 triliun.
Kredit Pintar merupakan platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang berizin dan diawasi OJK.
Tag: #literasi #keuangan #kredit #pintar #ajak #penyandang #disabilitas #pahami #pinjaman #digital