Pigai: Saya Satu-satunya Menteri yang Haramkan Uang Pemberian dari Staf
- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku mengharamkan segala bentuk pemberian uang dari staf kepadanya selama menjabat sebagai menteri.
Hal itu dia sampaikan saat hendak menutup pemaparannya dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI dengan agenda pembahasan anggaran hingga program kementeriannya, Senin (2/2/2026).
“Saya satu-satunya menteri, sejauh yang saya pahami, saya haramkan pemberian uang dari staf ke saya,” kata Pigai, di DPR RI, Senin (2/2/2026).
Pigai menegaskan, larangan tersebut bukan sekadar pernyataan, melainkan telah dia buktikan selama sekitar satu setengah tahun menjabat sebagai Menteri HAM.
Baca juga: Curhat Pigai Duit Pribadinya Habis karena Tak Ada Anggaran Bansos di Kementerian HAM
“Dan itu saya sudah buktikan selama satu setengah tahun saya jadi menteri. Haram, Pak. Hukumnya haram,” ujar Pigai.
Dia mengatakan, meskipun beragama Kristen, dirinya tetap menggunakan istilah “haram” karena menurutnya kata tersebut memiliki makna universal.
“Saya Kristen, tapi saya menggunakan haram karena bahasa haram itu bahasa Tuhan. Tuhan yang menciptakan manusia,” kata Pigai.
Pigai menegaskan, larangan tersebut dia sampaikan secara terbuka kepada seluruh pejabat di lingkungan Kementerian HAM.
“Jadi, saya adalah, ini di depan semua pejabat saya ngomong ya, mengharamkan staf berikan saya uang,” ucap dia.
Pigai sebelumnya juga menyinggung kondisi keterbatasan anggaran Kementerian HAM, khususnya untuk bantuan sosial dalam penanganan konflik sosial maupun bencana.
Baca juga: Pigai Sebut Indonesia Pimpin Dewan HAM Prestasi Bersejarah
Dia menuturkan, skema penganggaran yang ada membuat Kementerian HAM kesulitan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.
“Kementerian HAM ketika terjadi gempa atau ketika terjadi konflik sosial di sebuah wilayah, kami enggak bisa. Sistem penganggaran di Republik Indonesia yang mengandalkan SPPD itu, tidak bisa,” kata Pigai.
Pigai mengungkapkan, dalam sejumlah kesempatan dirinya bahkan harus menggunakan uang pribadi untuk menjalankan tugas kementerian karena tidak tersedianya anggaran bantuan sosial.
“Saya sendiri, Pak Pimpinan Dewan dengan anggota, saya sendiri uang pribadi saya habis juga gara-gara tidak ada bantuan-bantuan sosial yang disediakan negara,” ujar dia.
Dia mencontohkan kondisi tersebut saat Kementerian HAM ingin membantu penanganan konflik atau bencana, namun terbentur kewenangan dan keterbatasan anggaran.
“Kalau kita urus bantuan sosial dibilang itu nanti kasih ke Kementerian Sosial atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kita enggak bisa,” kata Pigai.
Baca juga: Natalius Pigai Merasa Pekerjaannya Adem Ayem: Tak Sesuai dengan Jiwa Menteri HAM
Pigai mengaku merasa tidak enak hati ketika harus meminta bantuan pihak lain karena keterbatasan anggaran kementeriannya.
“Saya malu juga undang Pak Sugianto untuk bantu di Medan karena kita enggak punya anggaran yang disediakan,” ucap dia.
Menurut Pigai, kondisi tersebut membuat dirinya terpaksa mengeluarkan dana dari gaji yang diterimanya sebagai menteri.
“Kalau kita punya anggaran enak. Sehingga apa? Terpaksa kita keluar dari gaji yang dikasih oleh negara,” kata Pigai.
Dia menegaskan, dirinya bukan pengusaha yang memiliki sumber dana besar, melainkan seorang aktivis yang telah lama hidup sederhana.
Baca juga: Natalius Pigai Pamer Kementerian HAM Banyak Diberitakan, Padahal Jarang Diwawancara
“Kalau saya pengusaha sih bolehlah. Saya kan aktivis, Pak. Hidup menderita sekian lama, saya juga untuk masa depan simpan juga,” ujar dia.
Pigai berharap ke depan Kementerian HAM dapat memiliki alokasi anggaran bantuan sosial agar bisa lebih responsif membantu masyarakat saat terjadi konflik sosial atau bencana.
“Jadi, maksudnya kalau kami ini disediakan ada anggaran bantuan sosial, bantuan pemerintah di Kementerian HAM, maka ketika terjadi konflik kami bisa turun bantu,” pungkas dia.
Tag: #pigai #saya #satu #satunya #menteri #yang #haramkan #uang #pemberian #dari #staf