Anak Bisa Terinfeksi Virus Nipah, IDAI Jelaskan Risiko dan Cara Mencegahnya
21:06
29 Januari 2026

Anak Bisa Terinfeksi Virus Nipah, IDAI Jelaskan Risiko dan Cara Mencegahnya

Anak dapat terinfeksi virus Nipah meski kasusnya lebih banyak terjadi pada orang dewasa.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa anak, terutama yang memiliki penyakit penyerta, tetap berisiko mengalami infeksi berat.

Di tengah belum adanya obat antivirus dan vaksin, pencegahan melalui kebiasaan sehari-hari dinilai menjadi langkah paling penting untuk melindungi anak.

Orangtua diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan.

Baca juga: Belum Masuk Indonesia, Ahli Ingatkan Gejala Virus Nipah yang Tak Boleh Diabaikan

IDAI: anak tidak kebal terhadap virus Nipah

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), mengatakan bahwa risiko penularan virus Nipah pada anak tetap ada meski jumlah kasus pada kelompok usia ini lebih sedikit.

“Anak memang lebih jarang terkena dibanding orang dewasa, tetapi bukan berarti kebal,” ujar Piprim dalam Webinar IDAI Mengenal dan Mewaspadai Nipah yang diikuti Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Ia menekankan bahwa pemahaman yang benar diperlukan agar orangtua tidak lengah dalam melindungi anak.

Baca juga: Waspadai Demam Mendadak dan Cara Penularan Virus Nipah, Ini Kata Ahli Epidemiologi

Paparan lingkungan menjadi sumber risiko pada anak

Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). IDAI menegaskan anak tetap berisiko terinfeksi virus Nipah dan pencegahan sejak dini menjadi langkah utama.Tangkapan layar webinar IDAI Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). IDAI menegaskan anak tetap berisiko terinfeksi virus Nipah dan pencegahan sejak dini menjadi langkah utama.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI sekaligus Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A., Subsp.IPT., CTH, menjelaskan bahwa anak dapat terpapar virus Nipah dari lingkungan sekitar.

“Penularan bisa terjadi melalui buah yang terkontaminasi air liur atau gigitan kelelawar, terutama jika dikonsumsi tanpa dicuci dan dikupas dengan benar,” kata Dominicus.

Kebiasaan anak memakan buah yang jatuh atau tampak masih layak menjadi faktor risiko yang sering tidak disadari orangtua.

Baca juga: Dari Kelelawar ke Manusia, Ini Penyebab Virus Nipah di Balik Wabah India

Anak dengan penyakit penyerta lebih rentan

Dominicus menyebutkan bahwa anak dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat jika terinfeksi virus Nipah.

“Anak dengan penyakit jantung bawaan, gangguan ginjal, atau daya tahan tubuh yang rendah berpotensi mengalami perjalanan penyakit yang lebih berat,” ujarnya.

Meski data kasus pada anak masih terbatas, prinsip umum penyakit infeksi tetap berlaku.

Baca juga: Virus Nipah Menular dari Kelelawar ke Manusia, Ini Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal sering menyerupai penyakit ringan

Gejala awal virus Nipah pada anak kerap tidak khas dan menyerupai penyakit ringan. Anak dapat mengalami demam, nyeri kepala, muntah, atau nyeri otot yang sering dianggap sebagai flu biasa.

“Pada fase awal, penyakit ini sulit dikenali karena gejalanya umum,” kata Dominicus.

Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan kesadaran akibat radang otak atau gangguan pernapasan berat.

Baca juga: Waspada Virus Nipah dengan Gejala Mirip Flu yang Berakibat Fatal, Ini Penjelasan Kemenkes

Pencegahan jadi kunci perlindungan anak

IDAI menekankan bahwa pencegahan menjadi langkah utama dalam melindungi anak dari virus Nipah. Upaya tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

“Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta menghindari buah yang sudah tergigit hewan,” ujar Piprim.

orangtua juga diminta memastikan makanan dimasak hingga matang dan membatasi kontak anak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi.

Waspada tanpa panik

Piprim mengingatkan orangtua untuk tidak merespons isu virus Nipah dengan kepanikan berlebihan.

Menurutnya, kewaspadaan yang disertai edukasi akan lebih efektif melindungi anak.

“Yang terpenting adalah memahami risikonya dan menerapkan pencegahan secara konsisten,” kata Piprim.

IDAI menilai pendekatan ini penting agar perlindungan anak berjalan optimal tanpa menimbulkan kecemasan yang tidak perlu di masyarakat.

Baca juga: Situasi Terkini Virus Nipah di Indonesia, Epidemiolog Ingatkan Gejala dan Pencegahannya

Tag:  #anak #bisa #terinfeksi #virus #nipah #idai #jelaskan #risiko #cara #mencegahnya

KOMENTAR