RSUD Belum Optimal Pascabanjir, Ini Pengobatan Penyakit yang Dirujuk
Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).(kompas.com / Nabilla Ramadhian)
09:12
7 Januari 2026

RSUD Belum Optimal Pascabanjir, Ini Pengobatan Penyakit yang Dirujuk

- RSUD Aceh Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sudah beroperasi kembali cara perlahan sejak 9 Desember 2025, usai dilanda banjir bandang pada akhir November lalu.

Kendati demikian, pelayanan yang belum maksimal, tidak memungkinkan seluruh pasien anak untuk ditangani di sana. Alhasil, beberapa kondisi mengharuskan anak dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih memadai.

“Rujukan pada pasien anak dilakukan pada kondisi penyakit yang memiliki risiko tinggi, prognosis yang buruk, membutuhkan keahlian sub-spesialistik, atau membutuhkan fasilitas lanjutan.”

Hal ini dituturkan oleh dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak saat dihubungi beberapa waktu lalu. Ia adalah anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.

Rujukan dilakukan karena sampai saat ini, penanganan untuk kondisi seperti itu masih belum tersedia di rumah sakit.

Kondisi anak yang harus dirujuk ke rumah sakit lain

dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak, anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.dok. Istimewa dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak, anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.

Gangguan pernapasan berat

Gangguan pernapasan karena penyakit pneumonia berat, sesak napas signifikan, serta gagal napas atau ancaman gagal napas yang memerlukan alat bantu napas seperti ventilator atau CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), harus dirujuk ke kota lain.

“Saat ini, fasilitas perawatan insentif dengan oksigenasi sentral itu belum sepenuhnya memadai, sehingga keamanan pasien akan lebih terjamin bila dirawat di rumah sakit rujukan dengan fasilitas tersebut,” jelas dr. Arifin.

Dehidrasi berat dan kondisi serupa

Selanjutnya, pasien anak akan dirujuk jika mereka mengalami dehidrasi berat dengan gangguan elektrolit, atau gangguan keseimbangan basa tubuh atau garam tubuh.

Misalnya adalah diare berat dengan dehidrasi berat, syok hipovolemik, dan gangguan garam tubuh. Semuanya memerlukan pemantauan ketat, pemeriksaan laboratorium berulang, dan pemeriksaan yang spesifik.

Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Kata dr. Arifin, kondisi-kondisi seperti itu memerlukan monitoring yang intensif, dan fasilitas laboratorium yang stabil.

“Kemampuan di RSUD Aceh Tamiang pada saat ini belum bisa. Tetapi, pada saat nanti mungkin revitalisasinya sudah bagus, insya Allah bisa melakukan itu lagi,” tutur dr. Arifin.

Penyakit metabolik dan endokrin akut

Selanjutnya adalah ketika pasien anak memiliki penyakit metabolik dan endokrin akut, misalnya seperti ketoasidosis diabetik atau gangguan metabolik akut.

“Dalam hal ini, perlu pengobatan dengan tim ahli sub-spesialistik ataupun dalam konteksnya obat-obatan yang secara rutin disuntikkan, yang pada saat kami evaluasi juga belum tersedia di RSUD Aceh Tamiang,” ungkap dr. Arifin.

Gangguan saraf

Anak dengan gangguan kesadaran, kejang, dan masalah-masalah saraf yang berat seperti kejang berulang, kejang yang sulit dikontrol, penurunan kesadaran, dan kecurigaan infeksi di susunan saraf pusat, akan dirujuk.

Sebab, mereka membutuhkan pemantauan lanjutan saraf neurologis, dan mungkin memerlukan intervensi spesifik oleh sub-spesialistik bagian neurologi anak.

Bayi berisiko tinggi

Kemudian adalah bayi dengan risiko tinggi, seperti bayi baru lahir dengan gangguan napas, infeksi berat, atau berat badan lahir yang sangat rendah.

“Bayi perlu perawatan neonatal intensif, dalam hal ini kan perlu tim dan fasilitas, yang mana kendala fasilitas ini masih menjadi satu situasi yang kami hadapi,” kata dr. Arifin.

Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Sebab, fasilitas NICU yang memadai belum beroperasional, peralatan yang diperlukan belum tersedia dengan baik, dan oksigen sentral juga belum ada.

“Rujukan dilakukan untuk menjamin keselamatan bayi, bukan hanya sekadar memindahkan pasien ke rumah sakit yang lebih mampu,” lanjut dia.

Bedah anak

Selanjutnya adalah kasus bedah anak dan trauma yang kompleks, seperti cedera karena bencana dengan kondisi yang rumit.

Alhasil, mereka memerlukan dokter bedah anak, atau memerlukan lebih banyak pemantauan pascatindakan, yang mana saat ini belum mumpuni di rumah sakit.

“Pemantauan pascatindakan dengan kondisi operasi berat itu biasanya membutuhkan ruang intensif,” kata dr. Arifin.

Tag:  #rsud #belum #optimal #pascabanjir #pengobatan #penyakit #yang #dirujuk

KOMENTAR