Prabowo Marah Besar Pasar Modal Anjlok, Begini Respon Pjs Dirut BEI
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
21:16
11 Februari 2026

Prabowo Marah Besar Pasar Modal Anjlok, Begini Respon Pjs Dirut BEI

- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons sikap Presiden Prabowo Subianto yang disebut marah besar menyusul gejolak pasar modal beberapa pekan ini.

Manajemen bursa melihat sikap pemerintah bukan sebagai tekanan, melainkan dukungan institusional di tengah kondisi pasar saat ini.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pemerintah memberikan dukungan penuh kepada BEI.

Dukungan yang dimaksud merujuk pada dorongan agar jajaran direksi mengambil langkah strategis dan korektif yang dianggap mendesak untuk menjaga stabilitas, meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan investor.

Baca juga: Hashim Sebut Prabowo Marah Besar karena Gejolak Pasar Modal, Ritel Rugi dan Kehormatan Negara Dipertaruhkan

“Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah. Seperti tadi Pak Hashim sampaikan, beliau memberikan dukungan bagi kami yang baru menjabat untuk bisa melakukan hal-hal yang penting dan perlu dilakukan dalam sesegera mungkin. Dan itu akan kami lakukan,” ujar Jeffrey saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah berlangsung singkat namun substansial.

Tidak ada arahan teknis yang disampaikan secara spesifik, tetapi pesan yang diterima manajemen BEI dinilai sangat jelas.

“Oh tidak (arahan khusus), tadi kan cuma ngobrol sebentar. Tapi arahannya sangat jelas dan akan kami lakukan,” paparnya.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, sebelumnya mengakui bahwa Presiden Prabowo Subianto marah besar atas gejolak yang terjadi di pasar modal beberapa pekan ini.

Gejolak tersebut dinilai banyak merugikan investor ritel domestik. Bahkan mempertaruhkan kehormatan Indonesia.

“Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,” ungkap Hashim dalam ASEAN Climate Forum (ACF) 2026, di Jakarta, Rabu.

Hashim secara terbuka mengingatkan bila pemerintah memperketat pengawasan kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey (BEI) dan Anda Pak Hasan (OJK). Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat, dan saya serius,” katanya.

Ia memandang tekanan pasar saham di Tanah Air yang berujung pada pengunduran diri sejumlah petinggi inti BEI dan OJK menjadi perhatian luas, termasuk sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai pengelola indeks saham global.

Menurutnya perkara ini karena kurangnya transparansi.

“Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” bebernya.

Bahkan Hashim mengungkapkan MSCI mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia untuk mempertanyakan sejumlah hal terkait kondisi pasar modal.

Soal empat surat tersebut ia enggan menjelaskan lebih jauh.

“Dan ada alasannya, karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan, Pak. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia,” kata Hashim.

Ia menekankan kepercayaan dan kredibilitas merupakan fondasi utama keberhasilan pasar keuangan. Tanpa itu, pasar tidak akan berfungsi secara sehat.

Hashim juga menyampaikan ada delapan investor yang bertemu dengannya meminta pemerintah memastikan integritas pasar tetap terjaga.

“Namun, ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita,” lanjut Hashim.

Baca juga: MSCI Kirim 4 Surat ke Pemerintah, Soroti Transparansi dan Kredibilitas Pasar Modal

Tag:  #prabowo #marah #besar #pasar #modal #anjlok #begini #respon #dirut

KOMENTAR