Mendagri: Jumlah Pengungsi Terdampak Bencana Sumatera Turun Signifikan
- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut jumlah korban terdampak bencana Sumatera yang mengungsi sudah turun signifikan.
Sekitar dua bulan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, jumlah pengungsi turun menjadi 74.369 orang, dari yang awalnya 2.178.269 orang.
"Jadi dari yang pertama kali pada saat bencana masyarakat panik lebih kurang 2 juta orang mengungsi, sekarang sudah 74.369. Sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Tito saat konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Tito mengatakan pemerintah memberi atensi besar terkait nasib para pengungsi.
Baca juga: Mendagri Pastikan Akses Jalan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Sudah Terhubung
Oleh karenanya, pemerintah juga memberikan bantuan kepada para pengungsi baik yang rumahnya rusak maupun hilang.
"Karena pengungsi ini harus segera, jangan terlalu lama di tenda, baik yang rumahnya rusak ringan, rusak sedang, rusak berat atau yang bahkan hilang," tuturnya.
Menurutnya, bantuan dari pemerintah ada beberapa kategori. Bagi yang rumahnya rusak ringan diberikan bantuan Rp 15 juta, yang rusak sedang Rp 30 juta.
Sedangkan yang kehilangan rumah atau rusak berat mendapat dua opsi. Salah satunya mendapat hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah.
"Yang rusak berat atau hilang ini punya dua opsi, disiapkan huntara, yang di antaranya perintah Bapak Presiden langsung kepada Danantara untuk membangun, kemudian juga BNPB membangun, Bapak Menteri PU juga membangun," ungkapnya.
Baca juga: Kemensos Salurkan Rp 25,8 Miliar Bantuan Jadup untuk Korban Bencana Sumatera
"Dan kemudian pilihan keduanya adalah mereka boleh tinggal di rumah keluarga atau sewa/kontrak dengan diberikan anggaran sebanyak 600.000 per bulan sekaligus 3 bulan Rp1,8," lanjut Tito.
Selain itu, Tito menjelaskan berbagai upaya penanganan terus dilakukan termasuk mengerahkan ribuan alat berat hingga pengerahan puluhan ribu personel dari lintas kementerian/lembaga serta mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan.
"Semua upaya dilakukan untuk percepatan pemulihan," ujar Tito.
Progres Pembersihan Lumpur
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera ini melanjutkan, progres pembersihan lumpur juga terus berjalan.
Di Provinsi Aceh, dari 263 lokasi sasaran, sebanyak 156 lokasi telah selesai dibersihkan dan 107 lokasi masih dalam proses.
Di Sumatera Utara, pembersihan telah selesai di 4 dari 11 lokasi dan sisanya masih dalam proses. Sementara Sumatera Barat telah menuntaskan seluruh 29 lokasi sasaran.
"Lumpurnya juga selain merusak jembatan, jalan, juga kota, pemukiman, kampung, dan lain-lain. Polanya hampir sama seperti itu sehingga proses pembersihan lumpur juga menjadi pekerjaan yang penting," tegasnya.
Pemerintah juga memberi atensi pada sektor pelayanan dasar. Seluruh fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi dilaporkan tetap berfungsi.
Di Aceh, dua Puskesmas yang rusak berat juga tetap memberikan pelayanan di luar gedung.
Sementara itu, ribuan fasilitas pendidikan terdampak di ketiga provinsi terus didorong agar segera kembali beroperasi normal.
Di sektor infrastruktur, Tito mencatat pemulihan akses listrik dan telekomunikasi sudah hampir sepenuhnya pulih.
Baca juga: Mendagri Targetkan 11 Daerah Banjir Sumatera akan Normal dalam 2 Bulan
Kemudian, pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat juga terus dipercepat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Ia juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi lokal agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak.
"Kemudian juga ekonomi harus dibangkitkan mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel beberapa tempat," lanjutnya.
Tag: #mendagri #jumlah #pengungsi #terdampak #bencana #sumatera #turun #signifikan