Kemenhub Matangkan Sistem Transportasi Cerdas untuk BRT Mebidang dan Bandung
Ilustrasi BRT. (tribun jabar)
22:20
11 Februari 2026

Kemenhub Matangkan Sistem Transportasi Cerdas untuk BRT Mebidang dan Bandung

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar market sounding Sistem Manajemen Transportasi Cerdas atau Intelligent Transport System (ITS) untuk mendukung pengembangan Indonesia Mass Transit Project di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kolaborasi dan kerja sama berbagai pihak dalam pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di dua kawasan tersebut.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Muiz Thohir mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperdalam dan mengklarifikasi berbagai masukan yang telah diterima sebelumnya.

Baca juga: VKTR Bidik 30 Persen Pasar BRT Listrik dan 10 Persen Truk Listrik pada 2030

Program BRT Trans Semarang gratis bagi pelajar dan mahasiswa Kota SemarangDOK. Pemkot Semarang Program BRT Trans Semarang gratis bagi pelajar dan mahasiswa Kota Semarang

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap berbagai masukan yang telah diterima sebelumnya, sekaligus memastikan bahwa rancangan sistem ITS benar-benar siap diimplementasikan, baik dari sisi teknologi, integrasi antar subsistem, maupun kesiapan operasional,” ujar Muiz dalam pernyataannya, Rabu (11/2/2026).

Ia menuturkan pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas bagi sektor swasta untuk mendukung pembangunan ITS BRT melalui solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Peran ITS dalam operasional BRT

Sistem Manajemen Transportasi Cerdas merupakan proses teknologi informasi, elektronika, dan telekomunikasi yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan pengawasan layanan transportasi jalan yang efektif dan efisien.

Sistem tersebut ditujukan untuk mendukung dan meningkatkan pelayanan angkutan publik dalam menciptakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi pengguna angkutan umum maupun pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Apa Itu Bus TransJakarta BRT dan Non-BRT? Simak Perbedaanya

Penggantian nama Bus Rapid Transportation (BRT) menjadi Metro Jabar Trans (MJT) demi mendukung hadirnya transportasi terintegrasi di Bandung Raya oleh Pj Gubenur Jabar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (31/12/2024).Dokumentasi Biro Adpim Jabar Penggantian nama Bus Rapid Transportation (BRT) menjadi Metro Jabar Trans (MJT) demi mendukung hadirnya transportasi terintegrasi di Bandung Raya oleh Pj Gubenur Jabar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (31/12/2024).

“Proyek ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik perkotaan melalui sistem yang andal, terintegrasi, dan berdaya angkut tinggi di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung,” kata Muiz.

Ia menambahkan, dalam pengembangan BRT, Sistem Manajemen Transportasi Cerdas memiliki peran penting.

Menurut dia, ITS bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan sistem pendukung utama operasional BRT agar layanan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

ITS, lanjutnya, mendukung pengendalian operasi, pengelolaan armada, sistem pembayaran, penyediaan informasi perjalanan secara real-time kepada penumpang, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Baca juga: Layanan Intermoda BRT Bus Listrik Bakal Tersedia di Stasiun Whoosh Tegalluar

“Kami berharap implementasi ITS pada proyek BRT di Mebidang dan Cekungan Bandung dapat menjadi contoh penerapan sistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berbasis data di Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penjajakan minat pasar sekaligus penguatan skema kerja sama dalam pengembangan sistem transportasi publik berbasis teknologi di dua kawasan perkotaan tersebut.

Tag:  #kemenhub #matangkan #sistem #transportasi #cerdas #untuk #mebidang #bandung

KOMENTAR