Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas
Ilustrasi turnamen esport. (Dok. Gogogo)
22:56
11 Februari 2026

Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas

Baca 10 detik
  • Esports merupakan kompetisi game terstruktur yang menuntut strategi dan kerja sama tim, berbeda dari bermain santai.
  • GOGOGO School Championship (GSC) adalah kompetisi MLBB nasional tingkat SMA yang bertujuan jadi batu loncatan karier.
  • SMAS Bunda Mulia Jakarta memenangkan Grand Final GSC di Jakarta setelah mengalahkan tiga tim sekolah terbaik lainnya.

Esports (electronic sports) sekilas terlihat seperti main game biasa. Tapi di balik layar ada strategi, komunikasi, disiplin, dan mental tanding yang kuat—mirip cabang olahraga pada umumnya, hanya arenanya ada di dunia digital.

Popularitas esports di kalangan pelajar dan remaja terus meningkat karena terasa dekat dengan keseharian mereka. Tumbuh bersama internet, gawai, dan budaya digital, membuat game kompetitif menjadi ruang yang natural untuk mengekspresikan diri. Di sana, mereka bisa menunjukkan kemampuan, membangun pertemanan, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi yang menantang.

Menariknya, manfaat esports tidak berhenti di layar. Bermain dalam tim melatih kerja sama dan komunikasi, karena setiap pemain punya peran dan tanggung jawab berbeda.

Mereka juga belajar mengatur emosi, mengambil keputusan cepat di bawah tekanan, serta menerima kekalahan dan kemenangan dengan sikap sportif. Proses latihan rutin menumbuhkan disiplin dan konsistensi, dua hal yang juga penting di dunia akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Yang tak kalah penting, esports juga menjadi sumber kebanggaan bagi sekolah. Saat siswa bertanding membawa nama almamater, ada rasa tanggung jawab dan solidaritas yang tumbuh. 

Sejumlah turnamen pelajar kini hadir sebagai wadah positif, salah satunya GOGOGO School Championship (GSC), kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tingkat SMA/sederajat berskala nasional. Turnamen yang digelar GOGOGO.id ini mempertemukan ribuan pelajar dari berbagai daerah, sebelum akhirnya menutup rangkaian kompetisi lewat Grand Final offline di Jakarta.

Bukan cuma soal menang atau kalah, GSC dirancang sebagai batu loncatan awal bagi pelajar yang ingin serius menekuni dunia esports.

“Sejak awal, GSC kami rancang sebagai wadah yang inklusif bagi pelajar dari seluruh Indonesia,” ujar Rizqi Eka Maulana, Head of Gaming Business GOGOGO.

Empat tim terbaik berhasil menembus babak final nasional: SMA Negeri 1 Negara (Bali), SMKN 6 Jakarta, SMAN 8 Banjarmasin, dan SMAS Bunda Mulia Jakarta. Setelah laga sengit, SMAS Bunda Mulia keluar sebagai juara nasional dengan rekor tak terkalahkan sejak penyisihan.

Bagi para pemain, pengalaman ini lebih dari sekadar trofi.

“Kami ikut GSC karena ini turnamen terbesar untuk pelajar. Yang penting jaga mood dan kekompakan tim. Bisa main di panggung nasional bareng teman sekolah itu pengalaman yang sangat berharga,” kata Christopher, kapten tim SMAS Bunda Mulia.

Editor: Vania Rossa

Tag:  #bukan #sekadar #main #game #esports #bisa #jadi #sarana #belajar #skill #sportivitas

KOMENTAR