Tottenham Hotspur Pecat Thomas Frank, Bagaimana Nasib Pelatih Keturunan Indonesia?
- Pemecatan Thomas Frank dari Tottenham Hotspur dipicu hasil buruk yang menempatkan klub di posisi ke-16 Liga Inggris.
- Asisten pelatih John Heitinga untuk sementara waktu dipastikan tetap menjabat meskipun terjadi pergantian pelatih kepala.
- Tottenham sedang mempertimbangkan pelatih interim dan mengincar Pochettino, De Zerbi, atau Iraola untuk masa depan.
Pemecatan Thomas Frank dari kursi pelatih Tottenham Hotspur juga berdampak kepada nasib jajaran staf pelatih.
Menariknya, asisten pelatih keturunan Indonesia, John Heitinga, untuk sementara dipastikan tetap bertahan di klub.
Tottenham resmi mengakhiri kerja sama dengan Frank setelah rentetan hasil buruk yang membuat klub terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris. Spurs bahkan hanya berjarak tipis dari zona degradasi.
Dilansir dari Voetbal, manajemen Tottenham awalnya masih ingin memberi waktu kepada Frank untuk membalikkan keadaan.
Namun situasi dinilai sudah tidak bisa dipertahankan, sehingga keputusan pemecatan diambil oleh petinggi klub.
Meski terjadi pergantian pelatih kepala, John Heitinga tidak otomatis ikut tersingkir. Kontraknya sebagai asisten pelatih masih berjalan dan untuk saat ini tetap dipertahankan.
Manajemen Spurs disebut telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk menunjuk pelatih interim hingga akhir musim. Hal itu dilakukan agar tim tetap fokus menghadapi sisa kompetisi.
Di tengah situasi sulit, Tottenham masih memiliki peluang di Liga Champions. Klub asal London Utara itu sukses lolos ke fase gugur setelah finis di posisi keempat fase grup.
Sambil mempertahankan Heitinga dalam struktur kepelatihan, Tottenham juga mulai menyusun rencana jangka panjang.
Mauricio Pochettino kembali dikaitkan dengan kursi pelatih, meski disebut baru tersedia setelah Piala Dunia.
Selain Pochettino, nama Roberto De Zerbi dan Andoni Iraola juga masuk dalam radar manajemen sebagai kandidat potensial.
Kontributor: M.Faqih
Tag: #tottenham #hotspur #pecat #thomas #frank #bagaimana #nasib #pelatih #keturunan #indonesia