Prabowo Telepon Amran, Minta Kebut Swasembada Bawang Putih
Presiden Prabowo Subianto memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik pada pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik 16 anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan lainnya diantaranya Menteri ESDM sekaligus menjadi Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia, anggota DEN Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri
12:12
10 Februari 2026

Prabowo Telepon Amran, Minta Kebut Swasembada Bawang Putih

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengaku ditelepon Presiden Prabowo Subianto dan diminta untuk segera mewujudkan swasembada bawang putih pada Sabtu (7/2/2026).

Arahan Prabowo itu kemudian ditindaklanjuti Kementerian Pertanian (Kementan) dengan memulai proyek swasembada pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Bapak Presiden sudah arahkan via telepon hari Sabtu. Hari Minggu tim berangkat, hari Senin kami sudah tiba di sini untuk merealisasikan itu. Kita buat program khusus,” kata Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resminya, Selasa (9/2/2026).

Amran mengatakan, dalam arahannya, Prabowo meminta Kementan segera mengebut proyek swasembada bawang putih tanpa menunggu birokrasi yang berbelit.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Program 10 Ton Bisa di Pati Lampaui Target

Setelah mendapatkan perintah ini, Amran pun langsung menindaklanjuti dengan memproyeksikan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pusat pengembangan bawang putih nasional.

Di hadapan para petani, penyuluh pertanian lapangan (PPl), dan pemerintah daerah setempat, Amran menyampaikan target luasan lahan pertanian untuk produksi bawang putih.

Menurutnya, kunci mencapai swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luasan tanam dan konsistensi kerja.

“Bawang putih di NTB, minimal 25.000 hektar. Kalau mampu 50.000, ini bisa men-supply provinsi-provinsi lain,” ujar Amran.

Kementan pun melihat potensi dari Bumi Gora yang bisa memproduksi 20 ton bawang putih per hektar.

Bahkan, kata Amran, salah satu lahan pertanian berhasil memproduksi 28 ton per hektar.

“Tadi ada yang 28 ton per hektar. Ini sangat menarik untuk kita kembangkan. Indonesia pasti bisa. Paling tinggi 100.000 hektar tanaman bawang, itu sudah swasembada,” kata Amran.

Tidak hanya kecocokan agroklimat, kualitas benih bawang putih di NTB, terutama Lombok juga menjadi perhatian utama Kementan.

Menurut Amran, kualitas benih bawang putih Lombok sangat kompetitif bahkan jika diadu dengan bawang putih impor.

“Bagaimana dengan kualitas bibit kita di Lombok. Sangat bagus. Kualitasnya sangat bagus. Kalau dibandingkan dengan bawang impor, sangat bagus. Karena ini berada pada ketinggian 1.200 dari permukaan laut. Ini sangat bagus. Sehingga kami pusatkan pembibitan di sini,” jelas Amran.

Dengan luasan dan program yang telah disusun, Amran menargetkan Indonesia bisa mencapai swasembada bawang putih dalam waktu tiga tahun kedepan.

Produksi bawang putih lokal diharapkan bisa menghentikan impor dan ketergantungan jenis bahan pangan itu dari luar negeri.

“Kita hentikan impor mungkin 3–4 tahun kedepan, paling lambat 5 tahun. Kalau bisa 4 tahun, paling lambat 5 tahun,” tegas Amran.

Tag:  #prabowo #telepon #amran #minta #kebut #swasembada #bawang #putih

KOMENTAR