Usai MSCI, FTSE Russell Tunda Review Indeks Indonesia
- Lembaga penyedia indeks global, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell, menunda peninjauan indeks Indonesia periode Maret 2026. Keputusan ini diambil di tengah proses reformasi pasar modal yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, FTSE Russell menyebut penundaan dilakukan setelah menerima masukan dari Komite Penasihat Eksternal, serta mencermati reformasi yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir Januari 2026.
Peninjauan indeks ditunda dengan mengacu pada aturan 2.4 Exceptional Market Disruption dalam kebijakan FTSE Russell.
Aturan ini diberlakukan apabila klien dinilai tidak dapat memperdagangkan pasar atau efek secara optimal, termasuk akibat ketidakpastian dalam penentuan porsi saham beredar di publik (free float) dan potensi gangguan transaksi selama masa transisi kebijakan.
Baca juga: Survei FTSE Russell: Risiko Iklim Jadi Kekhawatiran Mayoritas Investor
Sejalan dengan keputusan tersebut, FTSE Russell menghentikan sementara implementasi penambahan dan penghapusan saham Indonesia dalam indeks globalnya. Penangguhan ini mencakup perubahan klasifikasi saham kapitalisasi besar, menengah, dan kecil yang biasanya menjadi acuan alokasi dana investor institusi global.
Tidak hanya itu, sejumlah penyesuaian lain juga ditahan sementara, mulai dari perubahan bobot investability, penyesuaian jumlah saham beredar, hingga aksi korporasi berupa right issue. Seluruh perubahan tersebut baru akan diberlakukan setelah arah dan dampak reformasi pasar modal Indonesia dinilai lebih jelas.
Meski demikian, FTSE Russell menegaskan bahwa tidak semua aksi korporasi dibekukan. Penghapusan konstituen akibat merger, akuisisi, suspensi, kebangkrutan, atau delisting tetap akan dilakukan. Distribusi dividen, baik dividen reguler maupun dividen khusus, juga tetap diproses sesuai metodologi yang berlaku.
FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dan menyiapkan pembaruan informasi kepada pelaku pasar global. Pembaruan tersebut akan disampaikan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series untuk Juni 2026.
“Dan akan memberikan pembaruan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026,” tulis FTSE Russell dalam pengumuman resminya, dikutip Selasa (10/2/2026).
Untuk diketahui, saat pengumuman tersebut diterbitkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Selasa pagi ini. Indeks naik 0,78 persen atau 62,97 poin ke level 8.094,84.
IHSG dibuka melemah di level 8.031,58, namun tekanan jual tidak bertahan lama. Indeks kemudian berbalik arah dan melesat hingga menyentuh level tertinggi 8.098,29, sebelum bergerak stabil di zona hijau. Adapun level terendah perdagangan di 8.011,13.
Tag: #usai #msci #ftse #russell #tunda #review #indeks #indonesia