Jadi Tuan Rumah KTT D-8, Indonesia Siapkan D-8 Halal Expo 2026 sebagai Motor Ekonomi Halal
Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026. (Istimewa)
12:45
15 Januari 2026

Jadi Tuan Rumah KTT D-8, Indonesia Siapkan D-8 Halal Expo 2026 sebagai Motor Ekonomi Halal

- Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta. Ajang ini dijadwalkan digelar pada April 2026 di Senayan Tennis Indoor, Jakarta, dan akan menjadi bagian dari agenda pendukung resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 2026.

Pelaksanaan expo ini menegaskan keseriusan Indonesia dalam menjadikan ekonomi halal sebagai salah satu pilar utama kerja sama konkret antarnegara berkembang.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan ekonomi halal dari dalam dan luar negeri.

Momentum ini menandai transformasi Halal Expo Indonesia dari ajang berskala nasional menjadi platform kolaborasi internasional dalam kerangka kerja sama Developing-8 (D-8). Expo ini diposisikan sebagai wadah strategis yang mempertemukan pelaku bisnis, investor, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat perdagangan serta integrasi ekonomi halal di antara negara anggota D-8.

Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kementerian Luar Negeri RI, Ary Aprianto menegaskan bahwa penyelenggaraan expo ini melampaui fungsi pameran dagang semata.

Menurutnya, kegiatan ini berperan sebagai penggerak diplomasi ekonomi sekaligus titik awal kolaborasi strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, memperkuat posisi D-8 dalam peta ekonomi halal global, serta mendorong Indonesia menjadi pusat inovasi halal dunia.

Dari perspektif penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidiyasa, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan expo ini.

“Dalam KTT D8 Mesir, Presiden yang juga Ketua KNEKS menyampaikan pentingnya menciptakan rantai nilai halal melalui penguatan jaringan ekonomi halal D-8. Expo ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk memfasilitasi pelaku usaha Indonesia membangun jaringan Ekonomi Halal Global, sekaligus menarik investasi langsung ke dalam negeri dan memperkuat rantai nilai halal terintegrasi,” kata Putu.

Dukungan serupa juga disampaikan dari kalangan dunia usaha. Ketua Komite Tetap ICCD dan D-8 KADIN, Mohamad Bawazeer, menilai penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai momentum strategis bagi pelaku usaha nasional maupun regional.

“Bagi pengusaha Indonesia, ini adalah pintu gerbang menuju pasar D-8 yang luas. Bagi pengusaha negara anggota D-8 lainnya, ini adalah kesempatan untuk bermitra dengan Indonesia untuk menyediakan kebutuhun produk halal dunia. Kita wujudkan kolaborasi nyata dari business to business untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, dunia usaha global dihadapkan pada tantangan fragmentasi perdagangan, ketidakpastian geopolitik, serta gangguan rantai pasok energi dan pangan. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi halal berkembang sebagai kekuatan strategis global yang tidak hanya berlandaskan nilai keagamaan, tetapi juga berperan sebagai instrumen diplomasi ekonomi, perdagangan internasional, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan karakter tersebut, ekonomi halal dinilai mampu menjadi motor pertumbuhan yang inklusif bagi negara-negara anggota D-8.

Dalam konteks ini, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diproyeksikan sebagai sarana diversifikasi pasar sekaligus penguatan kerja sama ekonomi antarnegara D-8, yang secara kolektif merepresentasikan lebih dari 1,2 miliar penduduk dunia.

Expo ini akan melibatkan berbagai sektor strategis, mulai dari industri makanan dan minuman halal, kosmetik, farmasi, manufaktur, teknologi digital, logistik, keuangan syariah, hingga pariwisata ramah Muslim. Kehadiran paviliun negara serta lembaga perdagangan internasional akan memperkuat posisi D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai pusat dialog ekonomi halal global.

CEO SkyConnection, Aryo Wibisono, menegaskan bahwa penyelenggaraan expo dirancang dengan orientasi pada hasil bisnis yang konkret.

“Kami merancang D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dengan pendekatan ekosistem end-to-end. Fokus utama kami adalah business matching yang ketat dan terkurasi, agar setiap pertemuan menghasilkan kesepakatan bisnis konkret yang berdampak nyata bagi stabilitas ekonomi negara-negara anggota,” ujarnya.

Berbeda dari pameran halal pada umumnya, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 menawarkan sejumlah keunggulan strategis, di antaranya skala internasional D-8 yang mempertemukan pelaku usaha, pembeli, investor, dan regulator dari negara anggota serta mitra global.

Kehadiran buyer terkurasi untuk memastikan pertemuan bisnis yang relevan dan berpotensi menghasilkan transaksi nyata, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Luar Negeri RI dan KNEKS, guna memperkuat sinergi kebijakan dan akses pasar, serta pendekatan halal end-to-end yang mencerminkan kesiapan ekosistem halal dari hulu hingga hilir.

Selain itu, expo ini juga menyelaraskan agenda nasional masing-masing negara anggota D-8 menjadi agenda kolektif melalui forum bisnis dan seminar ekonomi halal, dengan target capaian yang terukur melalui Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), serta potensi nilai perdagangan dan investasi.

Melalui penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026, Indonesia menegaskan perannya sebagai simpul strategis ekonomi halal global dalam mewujudkan visi Keketuaan Indonesia di D-8: Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #jadi #tuan #rumah #indonesia #siapkan #halal #expo #2026 #sebagai #motor #ekonomi #halal

KOMENTAR