Membuka Tahun Baru, Saat Anak-Anak Panti Belajar Bahwa Mereka Tidak Sendiri
-Akhir tahun kerap menjadi waktu yang sunyi bagi anak-anak yang tumbuh tanpa keluarga lengkap. Saat banyak rumah dipenuhi cerita liburan dan kumpul keluarga, sebagian anak justru menjalani hari-hari yang berjalan seperti biasa, belajar, membantu pengurus panti, lalu tidur dengan harapan yang sama: esok bisa lebih baik.
Di Panti Asuhan Pintu Elok, Tangerang Selatan, 23 Desember 2025 menjadi hari yang sedikit berbeda. Anak-anak yang tinggal di sana menyambut tamu dengan lagu, tarian, dan permainan musik sederhana.
Senyum mereka mengembang bukan karena acara besar, melainkan karena ada orang-orang yang datang khusus untuk mereka. Sebanyak 68 anak tinggal di panti ini. Usia mereka beragam, dari balita hingga mahasiswa, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Tak semuanya bisa hadir dalam kegiatan siang itu. Beberapa masih kuliah, sebagian lain harus bergantian membantu aktivitas panti. Namun kehadiran tetap terasa utuh.
“Bagi anak-anak, dikunjungi itu penting. Mereka merasa diingat,” kata Sarce, pengurus Panti Asuhan Pintu Elok.
Menurut dia, perhatian sering kali lebih bermakna daripada bantuan materi. Anak-anak di panti, kata dia, tidak kekurangan aktivitas, tetapi kerap kekurangan ruang untuk merasa dilihat.
Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan sederhana. Bermain puzzle secara berkelompok dan melukis bersama. Dalam permainan itu, anak-anak belajar bekerja sama, berbagi peran, juga menerima kekurangan satu sama lain.
Ada yang memimpin, ada yang diam-diam membantu, ada pula yang lebih memilih memberi warna di sudut kanvas. Di balik tawa dan coretan warna, tersimpan kisah yang jarang terdengar.
Banyak dari mereka tumbuh dengan latar kehilangan, orang tua, rumah, atau rasa aman. Karena itu, momen bermain bersama orang dewasa yang mau duduk sejajar dengan mereka menjadi pengalaman yang berharga.
Dalam suasana yang sama, doa juga dipanjatkan untuk saudara-saudara yang tertimpa bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anak-anak yang hidup dalam keterbatasan justru diajak menengok penderitaan orang lain, sebuah pelajaran empati yang lahir dari kesadaran akan nasib yang tak selalu adil.
Aquaproof hadir dalam kunjungan tersebut sebagai bagian dari program berbagi akhir tahun. Bantuan kebutuhan harian disalurkan kepada pengurus panti, sementara anak-anak diajak beraktivitas kreatif menggunakan cat warna-warni yang disediakan.
Bagi mereka, cat bukan soal merek atau fungsi, melainkan alat untuk bercerita dan berimajinasi. Menjelang sore, hadiah kecil dibagikan kepada seluruh anak, tanpa membedakan usia atau hasil lomba. Malam ditutup dengan makan bersama, ritual sederhana yang jarang terasa sederhana bagi anak-anak panti.
Bagi sebagian orang, akhir tahun adalah tentang resolusi dan pencapaian. Bagi anak-anak Panti Asuhan Pintu Elok, hari itu menjadi pengingat bahwa di luar tembok panti, masih ada orang-orang yang peduli.
Bahwa hidup memang tidak selalu memberi mereka pilihan, tetapi selalu memberi kesempatan untuk berharap. Dan kadang, harapan itu datang dalam bentuk yang paling sederhana: kunjungan, permainan, dan seseorang yang mau mendengarkan.
Tag: #membuka #tahun #baru #saat #anak #anak #panti #belajar #bahwa #mereka #tidak #sendiri