Mengenal Masa Prapaskah 2026: Makna, Sejarah, serta Aturan Puasa dan Pantang bagi Umat Katolik
Foto tampak atas salib kayu dan daun palma (Freepik)
10:15
20 Februari 2026

Mengenal Masa Prapaskah 2026: Makna, Sejarah, serta Aturan Puasa dan Pantang bagi Umat Katolik

- Gereja Katolik memiliki banyak sekali agenda dalam Kalender Liturgi mereka. Salah satunya adalah Paskah, dimana sekarang kita sudah memasuki masa Prapaskah yang dimulai sejak Rabu (18/2) lalu. 

Rabu lalu adalah Rabu Abu, yang menandakan dimulainya Masa Prapaskah. Dan akan diakhiri saat ibadah Kamis Putih, 2 April 2026 nanti. 

Sebelum itu, mereka akan mengadakan ibadah Minggu Palma pada 29 Maret 2026. Dan setelah Kamis Putih, mereka akan merayakan Jumat Agung pada 3 April 2026. 

Apa Itu Masa Prapaskah?

Dilansir dari United States Conference of Catholic Bishops, Masa Prapaskah ini berlangsung selama 40 hari. 

Dalam kurun waktu tersebut, para umat disarankan untuk menjadi lebih perhatian terhadap diri sendiri dengan melakukan pantang dan puasa. Selain itu, kegiatan seperti doa bersama, sering-sering membaca Alkitab, berdonasi dan lain-lain. 

Melalui berpantang dan berpuasa, para umat akan belajar untuk menahan diri sebelum tenggelam dalam dunia yang materialistik, dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan. 

Orang-orang biasanya mengetahui bahwa para umat Kristen akan berpantang makan daging pada setiap hari Jumat selama periode ini. Namun, mereka juga disarankan untuk berpuasa selama 40 hari apabila bisa. 

Sejarah

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, praktek berpuasa ini diperkirakan sudah dilakukan jauh sebelum Perayaan Paskah ditetapkan secara formal pada Konsili Nicea Pertama pada tahun 325 M. 

Periode ini juga menjadi masa persiapan bagi para calon baptis, dan masa pertobatan bagi para pendosa berat yang tidak diizinkan untuk menerima Komuni. 

Dilansir dari History, setelah agama Kristen dilegalkan pada 313 M, praktek berpuasa ini menjadi lebih tertata, terutama panjang waktu Masa Prapaskah. 

Angka 40 ini juga memiliki makna yang sangat dalam bagi Gereja Katolik: Nabi Nuh menceritakan bahwa hujan turun selama 40 hari dan 40 malam; Nabi Musa tinggal di Gunung Sinai selama 40 hari untuk mempersiapkan diri sebelum menerima 10 Perintah Allah; Nabi Elia berjalan selama 40 hari sebelum mencapai gunung Tuhan.

Namun, kisah yang paling utama adalah bagaimana Yesus Kristus berpuasa selama 40 hari di padang gurun, dan dicobai oleh setan.

Pada Konsili Nicea, para pemimpin gereja awal sepakat bahwa Paskah harus dirayakan pada hari Minggu setelah bulan purnama pertama dan ekuinoks musim semi. Mereka juga mengakui 40 hari masa persiapan tersebut pula, meskipun tidak diwajibkan untuk melaksanakannya. 

Pada tahun 601, Paus Gregorius I (590-604) memperpanjang Masa Prapaskah menjadi 46 hari. Dengan begitu ada 40 hari berpantang ditambah 6 hari Minggu, dimana para umat boleh menunda pantang mereka. 

Beliau juga yang pertama kali memulai dan menetapkan tradisi Rabu Abu yang sekarang umum dilakukan. Yaitu menandai dahi para umat dengan abu berbentuk salib. 

Aturan dan Tata Cara

Pada zaman dahulu, para umat akan mengenakan kain karung dan ditaburi abu sebagai bentuk serta tanda pertobatan. Namun praktek ini mulai menghilang pada abad ke-9. 

Pada abad-abad pertama, peraturan mengenai tata cara berpuasa sangat ketat, terutama karena masih mengikuti peraturan dalam Gereja Katolik Timur. 

Hanya satu kali makan, yaitu pada malam hari, serta daging, ikan, telur atau mentega tidak diperbolehkan. Gereja Timur juga melarang konsumsi anggur, minyak dan produk susu. 

Sekarang, Gereja Katolik Barat memiliki aturan yang lebih longgar. Aturan puasa yang ketat ini dihapuskan pada Perang Dunia II, dan hanya pada Rabu Abu dan Jumat Agung puasa diwajibkan.

Namun, penekanan pada praktek pertobatan dan berbagi sedekah tetap ada. Serta banyak umat juga menjalankan puasa tanpa daging pada setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah. 

Dilansir dari Keuskupan Agung Semarang, Hari Puasa tahun 202 ditetapkan pada hari Rabu Abu tanggal 18 Februari dan Jumat Agung 3 April. 

Hari Pantang ditentukan pada hari Rabu Abu dan tujuh hari Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung. 

Namun apabila bisa, sesuai dengan tradisi gereja, waktu berpantang dapat dilakukan pada semua hari Jumat sepanjang tahun. Kecuali hari Jumat yang bertepatan dengan hari raya menurut kalender liturgi. 

Umat yang wajib berpuasa adalah yang berumur antara 18 tahun sampai dengan 60 tahun. Dan yang dimaksud dengan berpantang adalah tidak makan daging atau makanan lain yang biasa dikonsumsi dan/atau disukai. Umat yang wajib berpantang adalah yang sudah genap berumur 14 tahun. 

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #mengenal #masa #prapaskah #2026 #makna #sejarah #serta #aturan #puasa #pantang #bagi #umat #katolik

KOMENTAR