Board of Peace Mulai Berjalan, Eks Wamenlu Ingatkan Tantangan di Lapangan
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) sekaligus pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal(Kompas.com/Aditya Mahendra)
11:22
20 Februari 2026

Board of Peace Mulai Berjalan, Eks Wamenlu Ingatkan Tantangan di Lapangan

- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal menilai adanya tantangan di lapangan dalam proses berjalannya Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Salah satu tantangan di lapangan adalah soal keamanan lewat pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force (ISF).

"Roda aspek keamanan sudah mulai bergulir dengan pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force. Namun tantangan di lapangan khususnya terkait demiliterisasi masih sangat berat," tulis Dino dalam platform media sosial X @dinopattidjalal, Jumat (20/6/2026).

Baca juga: Langkah Perdana Indonesia di Board of Peace dan Harapan Perdamaian untuk Gaza

Ia menilai, kapasitas Palestinian Security Force yang akan dilatih Yordania dan Mesir yang akan ditugaskan menjaga keamanan di Gaza masih penuh tanda tanya.

Selain itu, Dino juga meminta penjelasan pemerintah Indonesia terkait penggunaan helm berwarna biru yang biasanya dipakai pasukan perdamaian di Gaza.

"Saya berpandangan perlu ada kejelasan dari pemerintah apakah pasukan perdamaian Indonesia di Gaza akan menggunakan helmet biru (blue helmet) sebagaimana biasanya pasukan perdamaian PBB," ujar Dino.

"Kalau tidak, ini berarti pertama kalinya pasukan perdamaian Indonesia tidak menggunakan blue helmets dan perlu dijelaskan kepada publik kenapa," sambungnya.

Baca juga: Dino Patti Djalal: Peran Donald Trump dalam Board of Peace Nampak Dominan

Di samping itu, ia menilai bakal adanya potensi kelemahan dan memperhitungkan risiko BoP menjadi stagnan.

Hal ini disebabkan adanya perbedaan kepentingan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Karena kepentingan dan visi anggotanya, termasuk Trump dan Netanyahu, masih berbeda-beda dan pasti akan mengalami perbenturan yang sulit dijembatani," ujar Dino.

Baca juga: Di Depan Trump, Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Perdamaian di Palestina

Indonesia Bakal Kirim 8.000 Pasukan ke ISF

Dalam KTT Dewan Perdamaian atau Board of Peace, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia siap mengirim pasukan untuk bergabung dalam ISF.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah pasukan yang akan dikirim Indonesia mencapai 8.000 prajurit lebih jika dibutuhkan.

"Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Baca juga: Prabowo: Dengan Kepemimpinan Trump, Perdamaian Sejati Akan Tercapai

Prabowo berharap, kehadiran pasukan Indonesia di ISF dapat turut berkontribusi dalam perdamaian dunia.

"Kami siap menyumbangkan pasukan untuk ikut serta secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk mensukseskan perdamaian ini," jelas Prabowo.

Sebagai informasi, pembentukan ISF didasari oleh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 2803 yang disahkan pada 17 November 2025.

Baca juga: Cerita Trump Tanya ke Prabowo, Kaget Indonesia Punya 240 Juta Penduduk

Pasukan ISF tersebut akan bergerak di bawah Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.

Menurut resolusi tersebut, tugas ISF adalah membantu mengamankan wilayah perbatasan dan menstabilkan lingkungan keamanan di Gaza dengan memastikan proses demiliterisasi di Jalur Gaza.

Tag:  #board #peace #mulai #berjalan #wamenlu #ingatkan #tantangan #lapangan

KOMENTAR