Tinjau Pasar, Bulog Sebut Distributor Sulit Siapkan Cabai Karena Hujan
Direktur Utama (DIrut) PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau kondisi stok dan harga bahan pangan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
11:56
20 Februari 2026

Tinjau Pasar, Bulog Sebut Distributor Sulit Siapkan Cabai Karena Hujan

- Direktur Utama (DIrut) PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, harga cabai rawit merah naik karena distributor kesulitan menyiapkan pasokan.

Pernyataan tersebut Rizal sampaikan setelah meninjau kondisi pasokan dan harga bahan pangan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari kedua bulan Ramadhan, Jumat (20/2/2026).

Menurut Rizal, kondisi cuaca yang terus menerus hujan menghambat distributor cabai.

“Di satu minggu terakhir ini hujan terus sehingga harga agak naik, para distributor cabai kesulitan menghadapi menyiapkan cabai,” kata Rizal di Pasar Jatinegara.

Baca juga: Cabai Rawit Mahal, Mendag: Hujannya Terus-terusan

Berdasarkan temuannya, harga cabai rawit meningkat hingga sekitar Rp 60.000 per kilogram, naik sekitar Rp 20.000 dibandingkan hari normal.

Untuk mengendalikan harga cabai, Bulog akan berkoordinasi dengan pengusaha dan asosiasi petani cabai.

“Mudah-mudahan kembali standar menghadapi lebaran nanti,” tutur Rizal.

Sementara itu, harga bahan pangan lainnya seperti tepung terigu, daging sapi, bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai, dalam konndisi stabil.

Harga tepung terigu misalnya Rp 10.000 per kilogram. Sementara, daging sapi Rp 140.000 per kilogram.

Kedua komoditas itu dijual ke konsumen sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Daging juga Rp 140.000, alhamdulillah. Ini juga dalam kondisi standar,” ujar Rizal.

Rizal juga mendapati harga beras dalam kondisi stabil. Beras medium dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.500 per kilogram, beras premium Rp 14.900 per kilogram, dan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP Rp 12.500 per kilogram.

"Ini syukur alhamdulillah kondisinya kondusif harga-harga di lapangan. Mudah-mudahan ini terus terjaga sinergi antara seluruh produsen kemudian juga pengecer,” ucap Rizal.

Sebagai informasi, harga cabai rawit memang tengah menjadi sorotan karena menukik tajam sejak beberapa waktu sebelum Ramadhan.

Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata nasional harga cabai rawit merah per 20 Februari Rp 74.818 per kilogram, 31,26 persen lebih tinggi dari Harga Acuan Penjualan (HAP).

Situs tersebut melaporkan, harga cabai rawit di DKI Jakarta mencapai Rp 111.818 per kilogram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Rp 127.500 per kilogram, Banten Rp 100.000 per kilogram, dan Papua Selatan Rp 100.000 per kilogram.

Kemudian, D.I. Yogyakarta Rp 97.857 per kilogram, Jawa barat Rp 95.431 per kilogram, dan Jawa Timur Rp 93.804 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang Disebut Mulai Turun

Tag:  #tinjau #pasar #bulog #sebut #distributor #sulit #siapkan #cabai #karena #hujan

KOMENTAR