Hong Kong Jadi Magnet Investor Global, Ini Alasan ''Crazy Rich'' Dunia Pilih Tinggal di Sana
– High-net-worth individual (HNWI) hingga ultra-high-net-worth individual (UHNWI) memiliki strategi tersendiri dalam mengelola aset agar bisa diturunkan ke generasi berikutnya.
Para “crazy rich” dengan kekayaan bersih 1 juta dollar AS hingga 30 juta dollar AS tersebut umumnya sering kali memindahkan aset mereka ke kota-kota yang dikenal memiliki kebijakan ramah investor. Salah satu kota yang menjadi tujuan utama adalah Hong Kong.
Lantas, mengapa Hong Kong menarik minat crazy rich dunia untuk tinggal, berinvestasi, serta mendirikan bisnis?
Pusat keuangan terbaik di Asia
Hong Kong memang dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbaik di dunia. Berdasarkan Global Financial Centres Index (GFCI) Ke-38 yang dirilis China Development Institute (CDI) dan Z/Yen Partners pada Kamis (25/9/2025), Hong Kong berada di posisi ketiga di dunia dan pertama di kawasan Asia-Pasifik.
Hong Kong juga saat ini menjadi pusat manajemen kekayaan lintas batas terbesar di Asia. Adapun total aset kelolaan (AUM) Hong Kong di sektor manajemen kekayaan mencapai 35.142 miliar dollar HK atau setara 4,526 miliar dollar AS pada 2024. Angka ini naik 13 persen secara tahunan.
Aliran dana masuk tercatat 705 miliar dollar HK (91 miliar dollar AS) atau tumbuh 81 persen secara tahunan.
Selain itu, sebanyak 70 dari 100 bank terbesar dunia telah membuka kantor di Hong Kong.
Pada 1990, Vice Chairman KGK Group Sanjay Kothari memutuskan pindah ke Hong Kong untuk mengembangkan bisnis keluarga dan merasakan langsung kemudahan memulai usaha di kota tersebut. Hal ini memberikan kepercayaan kepada bisnis untuk tumbuh dan berkembang.
Baca juga: Jumlah Perusahaan Asing di Hong Kong Cetak Rekor, Indonesia Berpeluang Manfaatkan Momentum
“Sebagai pusat keuangan global, Hong Kong menyediakan akses yang lancar ke pasar lokal dan internasional serta memfasilitasi operasi yang efisien dan aman. Kelebihan ini menjadikan Hong Kong pilihan utama bagi HNWI,” terang Kothari.
Berdasarkan Global Financial Centres Index (GFCI) Ke-38, Hong Kong menduduki posisi sebagai pusat keuangan nomor satu di kawasan Asia-Pasifik.
Peluang investasi yang berkembang pesat di pasar modal
Kothari menyatakan bahwa Hong Kong memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan sekaligus melindungi investasi keluarganya. Pasar keuangan yang canggih di kota ini menawarkan berbagai peluang luas, sehingga memungkinkan keluarganya untuk melakukan diversifikasi portofolio dengan penuh keyakinan.
“Sebagai gerbang menuju pasar modal global, Hong Kong memungkinkan kami untuk mengakses sumber investasi yang besar, membuka pintu bagi prospek bisnis baru, dan pertumbuhan finansial jangka panjang,” ujarnya.
Pasar modal Hong Kong kini menduduki puncak sebagai hub IPO global pada 2025, mengalahkan New York Stock Exchange dan NASDAQ.
Baca juga: Pesona Hong Kong di Mata Para Investor
Di tahun tersebut, penghimpunan dana IPO Hong Kong menempati peringkat pertama di dunia dengan nilai mencapai hampir 285,8 miliar dollar HK atau setara 36,7 miliar dollar AS. Pencapaian luar biasa tersebut mencakup empat pencatatan saham perdana yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar global.
Adapun dua IPO besar adalah Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) dan Hengrui Pharmaceuticals, berhasil menghimpun dana masing-masing 41 miliar dollar HK dan 11,4 miliar dollar HK.
Dua pertiga cornerstone investor adalah institusi asing yang menyumbang 42 persen dari total dana terhimpun. Hal ini mencerminkan kepercayaan global terhadap pasar Hong Kong.
Investor asing kini berbondong-bondong masuk ke pasar modal Hong Kong untuk mengadu peruntungan. Sementara itu, para pemain lama sudah mulai memetik hasil manis dari ekosistem pasar yang sedang tumbuh subur tersebut.
Baca juga: Mengapa Hong Kong Menarik Jadi Destinasi Pebisnis Tanah Air?
Ketersediaan tenaga profesional yang andal dan kompeten di bidangnya
Salah satu daya tarik Hong Kong bagi crazy rich dunia untuk mengembangkan bisnis adalah ketersediaan tenaga profesional andal yang menguasai berbagai bahasa. Dukungan ini menjadi menjadi faktor krusial bagi siapa pun yang ingin memulai hidup baru di kota tersebut.
Tenaga profesional itu mencakup berbagai bidang, mulai dari pakar keuangan, praktisi hukum, hingga tenaga pendidik. Kehadiran para ahli ini memberikan dukungan menyeluruh bagi kebutuhan perkembangan keluarga investor.
Di sektor keuangan sendiri, Hong Kong kini memiliki lebih dari 267.000 tenaga profesional. Dengan kemampuan multibahasa, mereka mampu mendukung layanan perbankan, perpajakan, hukum, hingga pengelolaan aset dengan standar yang sulit ditandingi oleh kompetitor di kawasan Asia.
Kualitas sumber daya manusia di kota ini pun telah diakui secara internasional. Berdasarkan World Talent Ranking 2025 yang dirilis oleh International Institute for Management Development, Hong Kong berhasil menduduki peringkat pertama di Asia.
Baca juga: Hong Kong Jadi Destinasi Keluarga dan Pebisnis Lindungi Aset serta Warisan
Hong Kong memiliki lebih dari 267.000 tenaga profesional andal yang mampu mendukung layanan perbankan, perpajakan, hukum, hingga pengelolaan aset dengan standar internasional.
“Hong Kong punya tenaga kerja terampil yang sangat mudah diakses. Hal ini memudahkan kami menemukan talenta yang tepat untuk memacu pertumbuhan bisnis,” kata Kothari.
Menurutnya, masyarakat Hong Kong sangat ramah sehingga tercipta budaya bisnis yang kondusif untuk berkolaborasi dan berkembang. Proses visa yang cepat dan ringkas juga memudahkan pelaku usaha mendatangkan talenta serta sumber daya internasional. Kemudahan tersebut semakin memperkuat daya tarik Hong Kong sebagai pusat bisnis global.
Selain itu, kehadiran para profesional ini menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dalam belajar dan berlatih. Anak-anak bisa mendapatkan pelatihan internasional terbaik di lingkungan yang sangat mendukung. Hal ini tentu menjadi investasi berharga bagi perencanaan karier mereka di masa depan.
Skema New CIES mudahkan crazy rich tinggal di Hong Kong
Pemerintah Hong Kong saat ini tengah membuka pintu lebar bagi crazy rich dunia, termasuk Indonesia, untuk tinggal dan berinvestasi di kota tersebut lewat New Capital Investment Entrant Scheme (New CIES).
Baca juga: Dorong Perdagangan dan Sertifikasi Halal, Hong Kong Pertegas Posisi di Belt and Road
Skema yang baru diluncurkan pada Maret 2024 tersebut memungkinkan individu dengan kekayaan bersih minimal 30 juta dollar HK atau sekitar Rp 62 miliar memperoleh residensi di Hong Kong. Dengan catatan, kekayaan bersih tersebut harus dipertahankan selama enam bulan sebelum mengajukan aplikasi.
Adapun 27 juta dollar HK dari jumlah tersebut dialokasikan pada aset investasi yang diizinkan oleh otoritas setempat. Sementara itu, 3 juta dollar HK sisanya disalurkan ke dalam portofolio investasi CIES. Dana ini nantinya akan digunakan untuk mendukung pembangunan ekonomi serta kemajuan sosial jangka panjang di Hong Kong.
Skema New Capital Investment Entrant Scheme (New CIES) memungkinkan individu dengan kekayaan bersih minimal 30 juta dollar HK untuk memperoleh residensi di Hong Kong.
Skema CIES yang baru memberikan fleksibilitas tinggi bagi para investor dalam menempatkan modal mereka ke berbagai jenis aset yang tersedia. Investor bebas memilih beragam instrumen keuangan yang diizinkan untuk mengoptimalkan portofolio mereka dalam program ini.
Salah satu enhancement measure terbaru memungkinkan investor memegang aset investasi melalui family-owned investment holding vehicle atau family-owned special purpose entity yang sepenuhnya dimiliki pemohon.
Baca juga: Investasi Hong Kong di Indonesia Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Baru
Bagi investor Indonesia yang mencari peluang ekspansi bisnis dan mengelola aset agar bisa diturunkan ke generasi berikutnya, Hong Kong menawarkan ekosistem lengkap yang menggabungkan stabilitas, inovasi, dan akses ke pasar terbesar dunia dengan pathway yang jelas menuju residensi permanen.
Tag: #hong #kong #jadi #magnet #investor #global #alasan #crazy #rich #dunia #pilih #tinggal #sana